@mshirazi14: 🤔🤔🤔#foryoupage #foryou

Shirazi Village Vlogs
Shirazi Village Vlogs
Open In TikTok:
Region: PK
Thursday 06 February 2025 12:47:46 GMT
1327377
75214
1024
1535

Music

Download

Comments

itsbkboy1
HK BOY😍 :
🥰🥰🥰
2025-02-07 09:08:51
0
zanuzanii3
Mʀ᭄şàJJàD꧂ :
ok jsa ap boly😂
2025-02-06 16:28:01
132
raja.bashrat0
raja bashrat :
❤😘😘😘❤😘😘😘😘cute muskan and shariz 👌😄😄😄
2025-02-06 14:10:58
23
manopari277
manopari277 :
assalamualaikum comment readers 😅
2025-02-07 09:06:36
23
kingfreefire877
AYESHA :
Aslamu o alaikum
2025-03-24 14:41:23
22
_his_gurl_4
Minzal🌷 :
koi mjhy b propose krdo😭💔🙂
2025-02-12 11:48:05
20
shazia.akhtar72
Shazia Akhtar :
💞💞💞🥰🥰🥰🥰 good luck
2025-02-08 06:10:45
15
ridazainab160
ridazainab160 :
same🥺
2025-03-24 14:40:40
14
useryp3i9lp5et
$HØBîî Â K :
bachy ni tu bady aur Itni gehri Baat kah Di
2025-02-06 19:53:24
14
user_syeda38
𝙕𝙖𝙧𝙖 𝙆𝙝𝙖𝙣✨🦋 :
ok 🥺
2025-02-06 13:06:19
12
user61398550587388
naxnax :
so sweet 💗
2025-02-06 12:54:25
11
maherking384
Itx Me Dani :
Please koi to friendship karo
2025-02-06 12:55:55
9
chillimillihoyr
Cilli milli :
Sahi bat h
2025-02-06 14:32:56
9
pukhtoon_hk
H__N🫀❤️🫀 :
Okay
2025-02-06 15:11:24
9
ghafoor.soomro0
Ghafoor Soomro :
Ok
2025-02-06 15:02:04
8
haniashahid224
Hina :
hmmm right
2025-02-07 18:55:23
8
itz_hash56
𝕳𝖆𝖘𝖍𝖎𝖒𝟱𝟲亗 :
cutiee ok❤️🥰
2025-02-07 03:07:12
7
arslanalijatoi549
💫ارسلان جتوئي 🔥 :
vote for sid
2025-02-10 05:33:05
7
shah452331
Iphone Store Tts 2 :
Sheraz is the best host forever
2025-02-15 15:28:52
6
zaheer.abbas6157
Zaheer Abbas :
bilkul Bhai
2025-02-09 12:14:22
5
asimali_128
🔥 :
nice 🥰
2025-02-07 11:16:11
5
ghulammuhammadjabbar
GM :
Acha chacha
2025-02-10 16:30:37
4
danishali3788
Danish Ali17 :
😁
2025-02-07 19:22:10
4
bvug576
..🫥 :
bilkul thek kha
2025-02-09 07:32:15
4
abcdz726
🧕- :
teamwork
2025-03-17 15:41:21
3
zimal9884
Zimal :
Thek he g 😂😂👌
2025-02-11 05:16:01
3
bakhtyznse7
imran khan🇵🇰 :
right
2025-02-12 02:35:20
3
wajahat_din1
وجاہت 🍁 رئیس 🌊 :
only gilgite 🫵
2025-02-11 08:31:17
3
sarfarazbhatti804
👈︻╦درویشデ╤━╼💔 :
vote for sid 🫀
2025-02-09 10:10:18
3
sarfarazbhatti804
👈︻╦درویشデ╤━╼💔 :
vote for sid
2025-02-09 10:10:04
3
self_obsessed137
𓍼۫ ׅ 𝓜𝓻 𝓝𝓾𝓻𝓼𝓮𓂃 𓈒𓏸🩺 :
yawr me to es umar me 🤣 nh bolunga
2025-02-11 06:00:02
2
javedpti2
Imran Khan pti :
😏😏😏
2025-02-06 13:50:33
2
malikirfan5561
Malikirfan :
❤❤❤
2025-02-06 13:33:22
2
cutebunny624
@Brothers :
kase ko nahi da ga😂
2025-03-26 06:10:25
2
wahaban5097.k
Abdull wahab A💕N :
ok😭💔😍😘🤩
2025-03-31 17:58:41
2
razabutt073
user972580 :
🥰🥰👌👍
2025-02-06 19:16:41
2
hoorainlive
𝓶𝓪𝓷𝓸 :
😳😳😳
2025-02-06 13:30:04
2
ammar.ansari.804
A.M.M.A.R._😇 :
😁😁😁
2025-02-06 13:16:38
2
user1672667825421
Mudassir :
😁👍💯❤️🙏
2025-02-06 13:15:47
2
maliksafi692
Malik saif 👑 :
❤❤❤
2025-02-06 13:03:50
2
rajafaiq15
🦁 :
😂😂😂
2025-02-06 14:07:00
2
_his_gurl_4
Minzal🌷 :
AJ Mera breakup hogya 😭💔🙂
2025-02-12 11:48:03
2
asifmasood943
⚜️It’s Åsif MehsuD⚜️ :
😻😻😻
2025-02-06 13:03:46
2
musawwirbaloch
musawwirbaloch :
💞💞💞
2025-02-06 13:00:54
2
maanfaqqeeram
??????????? :
🥰
2025-02-06 12:58:35
2
maanfaqqeeram
??????????? :
😅
2025-02-06 12:58:33
2
maanfaqqeeram
??????????? :
😏
2025-02-06 12:58:32
2
syedfarhanshahkazmi
Syed farhan shah kazmi :
aisa hi Hy 😂😂😂😂 dill kis ko dai ab 😂 choty Bhai
2025-02-12 15:55:24
2
chzohaibakbar
zohaib ch ज़ोहैब अकबर :
😂😂😂
2025-02-06 13:59:27
2
noor.kitchen77
Noor's kitchen :
🥰🥰🥰
2025-02-06 13:53:40
2
To see more videos from user @mshirazi14, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV Menjadi pengasuh untuk seseorang yang mempunyai dua kepribadian adalah pekerjaan dengan bayaran tertinggi yang pernah kamu terima, sekaligus yang paling menguras seluruh energi serta ketahananmu.  Juhoon bukanlah laki-laki berusia 21 tahun pada umumnya; jiwanya terbelah ke dalam dua sosok yang bertolak belakang, seolah matahari dan malam berebut takhta di dalam tubuhnya. Ketika waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, keheningan rumah megah ini seketika pecah.  Suara cempreng seseorang membuat perhatianmu teralihkan. “Kakak! Lihat, aku berhasil membuat pancake bentuk kelinci!” Juhoon berdiri di sana dengan apron bermotif anak ayam yang tampak kontras dengan tubuh tingginya.  Pipinya penuh bercak tepung terigu, membuatnya tampak seperti kanvas yang berantakan namun menggemaskan.  Di jam-jam seperti ini, Juhoon adalah definisi murni dari kata 'imut'.  Dia menjelma menjadi anak yang sangat manja, ceria, dan begitu penurut—seolah seluruh dunianya hanya berporos padamu. Nanti, tepat pukul 10.00, kamu akan bermain video game bersama di ruang tengah.  Jika kamu berhasil mengalahkannya, sepasang pipinya akan mengembung dengan sendirinya, merajuk lucu menuntut kemenangan.  Dan saat jarum jam menyentuh angka 14.00, energinya akan habis.  Juhoon biasanya tertidur pulas di sofa dengan memeluk erat guling kesayangannya, sesekali mengigau lirih, meminta permen dalam mimpinya yang polos. Namun, kedamaian itu selalu memiliki batas waktu. Tepat pukul enam sore, atmosfer di dalam ruangan mendadak merosot drastis.  Juhoon yang semula sedang asyik menonton TV tiba-tiba terdiam kaku.  Tatapan matanya yang jenaka perlahan meredup, menyurutkan binar hangat yang tadi ada, lalu digantikan oleh kilatan tajam yang sedingin es.  Aura kekanak-kanakannya menguap, digantikan oleh dominasi yang pekat. “Lo mau kemana?” tanya Juhoon.  Suaranya kini berat, turun beberapa oktav, memecah kesunyian malam yang mulai merayap.  Bersamaan dengan itu, dia menahan pergelangan tanganmu dengan genggaman yang mutlak. “Aku cuma mau cuci piring, Hoon,” jawabmu lirih.  Jantungmu berdegup dua kali lebih cepat, namun kamu berusaha sekuat tenaga menjaga nada suaramu tetap netral dan tenang. Dia menarik napas panjang, seolah sedang menahan sepercik amarah yang siap meledak.  Tanpa peringatan, dia menyentakkan tanganmu hingga tubuhmu terhuyung dan terduduk di sofa, tepat di sampingnya.  Belum sempat kamu menguasai diri, dia langsung melingkarkan lengan kekarnya di pinggangmu, mengunci pergerakanmu hingga kamu tidak bisa berkutik.
#POV Menjadi pengasuh untuk seseorang yang mempunyai dua kepribadian adalah pekerjaan dengan bayaran tertinggi yang pernah kamu terima, sekaligus yang paling menguras seluruh energi serta ketahananmu. Juhoon bukanlah laki-laki berusia 21 tahun pada umumnya; jiwanya terbelah ke dalam dua sosok yang bertolak belakang, seolah matahari dan malam berebut takhta di dalam tubuhnya. Ketika waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, keheningan rumah megah ini seketika pecah. Suara cempreng seseorang membuat perhatianmu teralihkan. “Kakak! Lihat, aku berhasil membuat pancake bentuk kelinci!” Juhoon berdiri di sana dengan apron bermotif anak ayam yang tampak kontras dengan tubuh tingginya. Pipinya penuh bercak tepung terigu, membuatnya tampak seperti kanvas yang berantakan namun menggemaskan. Di jam-jam seperti ini, Juhoon adalah definisi murni dari kata 'imut'. Dia menjelma menjadi anak yang sangat manja, ceria, dan begitu penurut—seolah seluruh dunianya hanya berporos padamu. Nanti, tepat pukul 10.00, kamu akan bermain video game bersama di ruang tengah. Jika kamu berhasil mengalahkannya, sepasang pipinya akan mengembung dengan sendirinya, merajuk lucu menuntut kemenangan. Dan saat jarum jam menyentuh angka 14.00, energinya akan habis. Juhoon biasanya tertidur pulas di sofa dengan memeluk erat guling kesayangannya, sesekali mengigau lirih, meminta permen dalam mimpinya yang polos. Namun, kedamaian itu selalu memiliki batas waktu. Tepat pukul enam sore, atmosfer di dalam ruangan mendadak merosot drastis. Juhoon yang semula sedang asyik menonton TV tiba-tiba terdiam kaku. Tatapan matanya yang jenaka perlahan meredup, menyurutkan binar hangat yang tadi ada, lalu digantikan oleh kilatan tajam yang sedingin es. Aura kekanak-kanakannya menguap, digantikan oleh dominasi yang pekat. “Lo mau kemana?” tanya Juhoon. Suaranya kini berat, turun beberapa oktav, memecah kesunyian malam yang mulai merayap. Bersamaan dengan itu, dia menahan pergelangan tanganmu dengan genggaman yang mutlak. “Aku cuma mau cuci piring, Hoon,” jawabmu lirih. Jantungmu berdegup dua kali lebih cepat, namun kamu berusaha sekuat tenaga menjaga nada suaramu tetap netral dan tenang. Dia menarik napas panjang, seolah sedang menahan sepercik amarah yang siap meledak. Tanpa peringatan, dia menyentakkan tanganmu hingga tubuhmu terhuyung dan terduduk di sofa, tepat di sampingnya. Belum sempat kamu menguasai diri, dia langsung melingkarkan lengan kekarnya di pinggangmu, mengunci pergerakanmu hingga kamu tidak bisa berkutik. "Biarin aja pelayan lain yang nyuci. Tugas lo di sini cuma nemenin gua," bisiknya tepat di dekat telingamu. Napas hangatnya yang menerpa kulit leher membuat bulu kudukmu meremang hebat. Inilah sisi hitam dari koin kepribadiannya. Dia menjadi sosok yang sangat posesif, dominan, dan penuh intimidasi yang mencekik. Dia benci melihatmu memegang ponsel, dia benci jika kamu berbicara dengan satpam di depan rumah, dan dia menuntut seluruh atensi serta napasmu tertuju total padanya tanpa terbagi sedikit pun. "Lo tahu kan, gua ga suka milik gua disentuh atau dipandang orang lain?" bisiknya lagi, sarat akan kepemilikan yang absolut. Jemari panjangnya bergerak lambat, merapikan anak rambutmu yang berantakan dengan kelembutan yang terasa posesif sekaligus mengancam. "Tadi siang lo senyum ke kurir paket kan? Jangan diulangi, atau lo akan liat sendiri orang itu gabakal bisa lihat senyum lo lagi." Ancaman dingin itu terasa nyata di indra pendengaranmu. Kamu tidak memiliki ruang untuk membantah. Akhirnya, kamu hanya bisa mengangguk pasrah dalam diam. Di bawah kuasanya yang absolut saat malam, kamu tidak punya pilihan selain menuruti setiap perkataannya agar singa di dalam dirinya tetap tenang. Malam itu, seperti malam-malam sebelumnya, dia akan memelukmu erat sepanjang malam di kamarnya, mendekapmu dalam belenggu posesif yang memastikan kamu tidak akan bisa melangkah satu senti pun menjauh darinya. Waktu terus bergulir dalam cekaman hingga pukul enam pagi berikutnya tiba. LANJUTAN DIKOMEN/SL. #juhoon

About