@_ng.hiep_09: #smatch_ #chill #tamtrang #ddnxuhuong #story

Tệ hại và xấu xí.
Tệ hại và xấu xí.
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 09 February 2025 04:50:20 GMT
187682
26485
92
1557

Music

Download

Comments

giang.dang396
𝟘.𝟝%🩶 :
tui làm được nhưng em ấy không làm được
2025-02-09 12:48:35
26
mhien_dayy
mh>< :
hứa mà kh lm đc thì hứa lm gì ?
2025-02-09 06:30:13
19
the48191
THE ♠️ :
chỉ là lời hứa 🥹
2025-02-22 14:53:42
2
m.265784
m.265784 :
tim h mình với
2025-02-09 12:31:52
1
n.tht.my.anh.ln
Phạm Thị Ánh🙆🏻‍♀️ :
chỉ là lời hứa 😊
2025-02-09 10:58:08
4
tdiem_311
𝐓𝐡𝐮𝐲𝐃𝐢𝐞𝐦ღ :
chi la loi hua
2025-02-09 12:06:49
2
ly15122005
Con bột tên khang ạ :
Không nên hứa gì cả cứ làm thôi làm hết sức mình để chứng minh ko cần lời hứa vẫn hoàn thành xuất sắc công việc
2025-05-09 00:30:36
2
voiuswl9
Đinh Hương Giang. :
anh nhỉ?
2025-02-17 14:40:12
1
gianggg299
gianggg299 :
Ai đó nói sau này sẽ cưới tôi giờ bạn ấy ở đâu 😢
2025-02-09 23:28:22
2
nglyhoang
biiii :
chẳng hẹn như: dẫn ba mẹ đi chs🥰
2025-03-31 12:47:30
1
king1122010
"king" :
tui nói đc nhưng ko làm đc☹️😩
2025-03-16 05:54:44
1
tiwntai08
tiwntai08 :
tớ xin lối mà😭
2025-02-09 08:39:54
1
_haptv
H. Duong :
"bao nhiêu lời hứa, cứ thế mà tan."
2025-02-12 15:57:43
1
nguyen.anh.duong56
Nguyen Anh Dương :
Cho mik một tim với ạ
2025-03-08 11:55:37
1
missah321
Hoàng Dương 🍁 :
buồn 😄
2025-02-16 09:35:46
1
quanganhlee29
quanganh07 :
Xin lỗi😔
2025-02-09 10:52:39
1
lethibaominh
Bảo Minh :
liệu rằng lời hứa ấy nói vs mình có làm đc ko 😌
2025-04-01 23:19:22
1
m.265784
m.265784 :
ok nha
2025-02-10 11:53:10
2
lyamanh2009
DuyMạnh M63🛍️ :
Tiếc thay cho những lời hứa hẹn, nói được nhưng không làm được
2025-02-14 07:39:42
1
bdk.hd0
không tìm thấy tài khoản :
"NHẠC HAY"
2025-03-04 13:22:11
0
teo.720
Hạ Ly🌷 :
câu hứa là câu cửa miệng của anh ấy😭
2025-03-08 04:38:26
0
ruajuoyy1106
rùa ju oy. :
lời hứa ngày đó đâu roi?
2025-03-31 09:09:19
0
songthibayy
🐸 :
Tôi làm được nhưng anh ấy không làm được 🖤🥹
2026-05-19 05:23:19
0
meozicte9
d :
à xinloii nhé
2025-03-06 13:59:14
0
nono_12403
huhu :
Tt
2025-02-10 12:18:37
0
To see more videos from user @_ng.hiep_09, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KOTA METRO – Penyaluran bantuan sarana produksi pertanian kepada petani terdampak banjir di Kecamatan Metro Selatan belum sepenuhnya meredakan persoalan. Aliansi Petani Menggugat (APM) menegaskan, bantuan benih dan pupuk yang diberikan Pemerintah Kota Metro hanya bersifat sementara dan bukan solusi permanen atas dampak banjir yang selama ini dialami para petani. Kuasa Hukum Aliansi Petani Menggugat, Tommy Gunawan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah kepada para petani terdampak. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak akan menghentikan perjuangan maupun proses hukum yang telah ditempuh petani untuk menuntut pemenuhan hak-hak mereka. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit dan sarana produksi yang diberikan. Tetapi perlu diketahui, petani adalah pihak yang menyiapkan makanan untuk kita semua. Karena itu, mereka juga harus mendapatkan hak-haknya,” ujar Tommy saat kegiatan penyerahan bantuan kepada petani terdampak banjir di Metro Selatan, Jumat (29/8/2026).  Menurut Tommy, bantuan berupa benih, pupuk, dan sarana produksi pertanian tidak boleh dipandang sebagai penyelesaian atas persoalan yang lebih besar. “Bantuan yang diberikan hari ini tidak menghambat dan tidak menutup proses hukum yang sudah berjalan. Perjuangan kami akan tetap berlanjut karena sejak awal yang kami minta adalah solusi permanen dari pemerintah agar hak-hak petani benar-benar terpenuhi,” tegasnya. Tommy menilai, bantuan sarana produksi pertanian merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dalam penanganan petani terdampak, bukan bentuk penyelesaian yang dapat mengakhiri tuntutan masyarakat. “Yang kami butuhkan bukan sekadar bantuan untuk kembali menanam. Persoalan utamanya adalah banjir yang terus mengancam lahan pertanian. Di wilayah Metro Selatan terdapat banyak petani yang terdampak banjir yang diduga berkaitan dengan dampak pembangunan Bendungan Marga Tiga. Ini yang harus diselesaikan secara permanen,” katanya.  Hal senada disampaikan Suyitno, salah seorang warga dan petani terdampak banjir. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Metro, terutama berupa benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Namun demikian, menurutnya, bantuan tersebut baru sebatas upaya pemulihan untuk menanam kembali dan belum menjawab persoalan jangka panjang yang dihadapi petani. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro atas bantuan ini. Tetapi terus terang saya masih kecewa dengan mekanisme pembagiannya, karena ada sejumlah ganjalan yang kami rasakan,” ujar Suyitno. Ia menegaskan, para petani tidak hanya membutuhkan bantuan setiap kali banjir datang, melainkan kepastian penyelesaian atas lahan mereka yang terus terdampak. “Ini baru sebatas bantuan untuk menanam kembali. Belum ada solusi jangka panjang atau solusi konkret yang ditawarkan. Kalau nanti terjadi banjir lagi, apakah kami harus kembali meminta bantuan untuk menanam lagi? Kami tidak ingin persoalan ini terus berulang,” tegasnya. Suyitno mengungkapkan, salah satu harapan yang diinginkan petani adalah adanya kepastian terkait pembebasan atau ganti rugi atas lahan yang terus terdampak banjir. “Harapan kami, ada solusi yang jelas terhadap tanah kami, apakah dibebaskan atau diberikan ganti rugi. Yang penting ada kepastian, sehingga kami tidak terus-menerus bergantung pada bantuan setiap kali terjadi banjir,” katanya. Ia juga memastikan para petani akan tetap melanjutkan perjuangan melalui jalur hukum bersama kuasa hukum mereka hingga tuntutan mendapatkan penyelesaian yang jelas. “Kami tetap semangat dan perjuangan ini akan terus berlanjut. Harapan kami adalah apa yang menjadi tuntutan dan hak para petani bisa terwujud,” ujarnya..... selengkapnya.... https://gardarepublik.id/2026/08/28/aliansi-petani-menggugat-bantuan-tidak-hentikan-perjuangan-hukum-petani-terdampak-banjir/ #kotametrolampung  #petanimetro #fyppppppppppppppppppppppp
KOTA METRO – Penyaluran bantuan sarana produksi pertanian kepada petani terdampak banjir di Kecamatan Metro Selatan belum sepenuhnya meredakan persoalan. Aliansi Petani Menggugat (APM) menegaskan, bantuan benih dan pupuk yang diberikan Pemerintah Kota Metro hanya bersifat sementara dan bukan solusi permanen atas dampak banjir yang selama ini dialami para petani. Kuasa Hukum Aliansi Petani Menggugat, Tommy Gunawan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah kepada para petani terdampak. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak akan menghentikan perjuangan maupun proses hukum yang telah ditempuh petani untuk menuntut pemenuhan hak-hak mereka. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit dan sarana produksi yang diberikan. Tetapi perlu diketahui, petani adalah pihak yang menyiapkan makanan untuk kita semua. Karena itu, mereka juga harus mendapatkan hak-haknya,” ujar Tommy saat kegiatan penyerahan bantuan kepada petani terdampak banjir di Metro Selatan, Jumat (29/8/2026).  Menurut Tommy, bantuan berupa benih, pupuk, dan sarana produksi pertanian tidak boleh dipandang sebagai penyelesaian atas persoalan yang lebih besar. “Bantuan yang diberikan hari ini tidak menghambat dan tidak menutup proses hukum yang sudah berjalan. Perjuangan kami akan tetap berlanjut karena sejak awal yang kami minta adalah solusi permanen dari pemerintah agar hak-hak petani benar-benar terpenuhi,” tegasnya. Tommy menilai, bantuan sarana produksi pertanian merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dalam penanganan petani terdampak, bukan bentuk penyelesaian yang dapat mengakhiri tuntutan masyarakat. “Yang kami butuhkan bukan sekadar bantuan untuk kembali menanam. Persoalan utamanya adalah banjir yang terus mengancam lahan pertanian. Di wilayah Metro Selatan terdapat banyak petani yang terdampak banjir yang diduga berkaitan dengan dampak pembangunan Bendungan Marga Tiga. Ini yang harus diselesaikan secara permanen,” katanya.  Hal senada disampaikan Suyitno, salah seorang warga dan petani terdampak banjir. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Metro, terutama berupa benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Namun demikian, menurutnya, bantuan tersebut baru sebatas upaya pemulihan untuk menanam kembali dan belum menjawab persoalan jangka panjang yang dihadapi petani. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro atas bantuan ini. Tetapi terus terang saya masih kecewa dengan mekanisme pembagiannya, karena ada sejumlah ganjalan yang kami rasakan,” ujar Suyitno. Ia menegaskan, para petani tidak hanya membutuhkan bantuan setiap kali banjir datang, melainkan kepastian penyelesaian atas lahan mereka yang terus terdampak. “Ini baru sebatas bantuan untuk menanam kembali. Belum ada solusi jangka panjang atau solusi konkret yang ditawarkan. Kalau nanti terjadi banjir lagi, apakah kami harus kembali meminta bantuan untuk menanam lagi? Kami tidak ingin persoalan ini terus berulang,” tegasnya. Suyitno mengungkapkan, salah satu harapan yang diinginkan petani adalah adanya kepastian terkait pembebasan atau ganti rugi atas lahan yang terus terdampak banjir. “Harapan kami, ada solusi yang jelas terhadap tanah kami, apakah dibebaskan atau diberikan ganti rugi. Yang penting ada kepastian, sehingga kami tidak terus-menerus bergantung pada bantuan setiap kali terjadi banjir,” katanya. Ia juga memastikan para petani akan tetap melanjutkan perjuangan melalui jalur hukum bersama kuasa hukum mereka hingga tuntutan mendapatkan penyelesaian yang jelas. “Kami tetap semangat dan perjuangan ini akan terus berlanjut. Harapan kami adalah apa yang menjadi tuntutan dan hak para petani bisa terwujud,” ujarnya..... selengkapnya.... https://gardarepublik.id/2026/08/28/aliansi-petani-menggugat-bantuan-tidak-hentikan-perjuangan-hukum-petani-terdampak-banjir/ #kotametrolampung #petanimetro #fyppppppppppppppppppppppp

About