@moon.travell: Phan Thiết mùa này vẫn đẹp mà không có đông, lưu lại để chuẩn bị cho chuyến đi sắp tới nha các bạn #muinephanthiet

Moon Travel
Moon Travel
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 15 February 2025 09:39:02 GMT
144563
1601
257
671

Music

Download

Comments

tambuixinhbaby
tambuixinhbaby :
Ib ạ
2025-12-19 06:14:13
0
nguyen9409
Nguyên Nguyên :
xin giá 28-30/5
2025-04-25 14:30:43
0
dolliin1604
𝓔𝓶 𝓑𝓮́ 💔 :
Xin gia p này 2 ng 21-22/4 nha b
2026-04-03 14:34:53
0
loan.1234
Loan :
Ở đay cho thú cưng ở kg b
2025-04-03 06:24:42
0
ngkhanhhan2106
Ngkhanhhan :
E xin giá phòng 23/4 ạ
2025-03-28 06:21:18
0
phungphung9716
@Phungphung :
báo giá đoạn giỗ tổ HV nhé
2025-03-14 05:31:23
0
doxuanthuy1
Do Xuan Thuy :
Mình xin giá phòng tháng 4 ạh
2025-03-27 14:24:52
0
_thuhienn
T H U H I E N 🦋 :
Xin giá phòng 5-6/4 ạ
2025-03-19 17:54:34
0
nuocmay7
Nuocmay :
Cho mình xin giá phòng cho 5 người nhé
2025-03-31 12:40:34
0
fuonghin
☁️ :
Xin giá p 7/6 ạ
2025-06-02 13:10:47
0
momxynh926
Duyên Lê :
M xin giá ngày 22-23/3
2025-03-13 16:04:03
0
thuhoai661
Mẹ Bon 😘😘😘 :
Ib giá ạ
2025-06-18 05:42:50
0
hatran2325
Ha Tran :
Gần trung tâm k ah
2026-02-23 06:46:15
0
phuong.uyen0711
Phương Uyên 🎀 :
Xin giá ạ
2025-05-15 14:32:30
0
vh____
𝐕𝐈𝐇𝐇𝐎𝐀𝐆_ :
ib giá nha
2025-02-18 19:32:08
0
duye.n_my
Uyên Du Du Uyên :
Xin gia
2025-02-18 02:25:59
0
xinhyeune10
Minmi22 :
M xin giá ạ
2025-02-21 02:26:38
0
thuytran_2706
thuytran_2706 :
Mình xin giá ngày 2/5 ạ
2025-04-01 06:34:44
0
nipe1005
✌️tui nè :
Ib mình nha
2025-03-16 09:27:12
0
thaothao3007
Thảo 🦋 :
Xin giá phong 2 ng ạ
2025-03-30 09:18:42
0
chisreall
🤎 :
em xin giá phòng t7-cn tháng 4
2025-03-25 06:21:44
0
maumomchau
Mom Châu :
Ib m với ạ
2025-03-10 18:09:54
0
naa.traa
Embe 🎀 :
Xin giá cuối tháng 3 ạ
2025-03-04 13:00:14
0
thaotiennguyen2020
Tú Nguyễn :
Còn phòng thứ 7 tuần này hun bạn?
2025-03-04 08:46:27
0
home3b
3B :
Ib giá b
2025-02-18 02:40:31
0
To see more videos from user @moon.travell, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Masyarakat Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang  Pariaman, Sumatera Barat, menolak penerbitan Izin Usaha Pertambangan  (IUP) batuan andesit untuk PT Dayan Bumi Artha yang diterbitkan Gubernur  Sumatera Barat, Mahyeldi, pada Desember 2025. Warga menilai izin  tersebut diterbitkan tanpa mengakomodasi aspirasi masyarakat yang  terdampak. Salah seorang warga Nagari Kasang, Yosni Boti,  mengatakan, penolakan terhadap tambang juga didasari kondisi wilayah di  sekitar lokasi tambang sebagai kawasan langganan banjir. “Daerah  di sekitar kawasan tambang merupakan daerah yang terparah terdampak  bencana di Kabupaten Padang Pariaman pada rentetan bencana akhir 2025.  Tapi apa hasilnya? Dengan beraninya Gubernur Sumatera Barat memberikan  izin untuk tambang andesit ini. Dia tidak memikirkan bagaimana  masyarakatnya nanti,” ujarnya kepada sumbarkita di Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Jumat (26/6). Yosni meminta Gubernur Sumatera Barat segera mencabut izin tambang yang telah diterbitkan. “Harapan  kami kepada Gubernur, tolonglah cabut secepatnya surat izin tersebut.  Karena tangan beliau yang mencoret-coret, tangan beliau juga nanti akan  membersihkannya,” katanya. Ia juga mengaku kecewa atas keputusan  Mahyeldi menerbitkan izin tambang tersebut. Menurutnya, masyarakat  Nagari Kasang sebelumnya memberikan dukungan suara yang besar kepada  Mahyeldi pada pemilihan gubernur. “Kalau dikatakan kami masyarakat  Nagari Kasang sangat menyesal telah memilih Gubernur Sumatera Barat,  yaitu Bapak Mahyeldi, yang kami percayakan memperoleh suara terbanyak di  nagari kami. Tapi karena perbuatan beliau, kami masyarakat Nagari  Kasang sangat menyesal telah memilih dia,” katanya. Selain itu, ia  juga menyoroti Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis,  yang  menurutnya belum mendengar aspirasi masyarakat yang menolak keberadaan  tambang tersebut. Ia menyebut dampak kerusakan lingkungan telah  dirasakan masyarakat, di antaranya hilangnya lahan pertanian dan tanaman  yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. #sumaterabarat #sumbar #padangpariaman #pariaman #padangpariamanpunyo
Masyarakat Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menolak penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) batuan andesit untuk PT Dayan Bumi Artha yang diterbitkan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, pada Desember 2025. Warga menilai izin tersebut diterbitkan tanpa mengakomodasi aspirasi masyarakat yang terdampak. Salah seorang warga Nagari Kasang, Yosni Boti, mengatakan, penolakan terhadap tambang juga didasari kondisi wilayah di sekitar lokasi tambang sebagai kawasan langganan banjir. “Daerah di sekitar kawasan tambang merupakan daerah yang terparah terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman pada rentetan bencana akhir 2025. Tapi apa hasilnya? Dengan beraninya Gubernur Sumatera Barat memberikan izin untuk tambang andesit ini. Dia tidak memikirkan bagaimana masyarakatnya nanti,” ujarnya kepada sumbarkita di Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Jumat (26/6). Yosni meminta Gubernur Sumatera Barat segera mencabut izin tambang yang telah diterbitkan. “Harapan kami kepada Gubernur, tolonglah cabut secepatnya surat izin tersebut. Karena tangan beliau yang mencoret-coret, tangan beliau juga nanti akan membersihkannya,” katanya. Ia juga mengaku kecewa atas keputusan Mahyeldi menerbitkan izin tambang tersebut. Menurutnya, masyarakat Nagari Kasang sebelumnya memberikan dukungan suara yang besar kepada Mahyeldi pada pemilihan gubernur. “Kalau dikatakan kami masyarakat Nagari Kasang sangat menyesal telah memilih Gubernur Sumatera Barat, yaitu Bapak Mahyeldi, yang kami percayakan memperoleh suara terbanyak di nagari kami. Tapi karena perbuatan beliau, kami masyarakat Nagari Kasang sangat menyesal telah memilih dia,” katanya. Selain itu, ia juga menyoroti Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis,  yang menurutnya belum mendengar aspirasi masyarakat yang menolak keberadaan tambang tersebut. Ia menyebut dampak kerusakan lingkungan telah dirasakan masyarakat, di antaranya hilangnya lahan pertanian dan tanaman yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. #sumaterabarat #sumbar #padangpariaman #pariaman #padangpariamanpunyo

About