@alquran_alkarim20250: قرآن_Quran#الحمدالله_الذي_له_ما_في_السماوات_والأرض_وله_الحمد_في_الآخرة #سورة_سبأ #عبد_الباسط_عبد_الصمد #القرآن_الكريم #quran_alkarim #آيات #أرح_سمعك_وقلبك #راحة #تلاوات_خاشعة #تلاوات_قرآنية #الحنجرة_الذهبية #fypシ゚viral #foryoupwge #اكسبلورexplore

القرآن الكريم 🕋
القرآن الكريم 🕋
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 23 February 2025 00:23:27 GMT
117536
6058
121
1362

Music

Download

Comments

ha_66_or_99
ياقوتة النورين :
استغفر الله الذي لا اله الا هو الحي القيوم و اتوب اليه. استغفر الله وأسأله التوبه.
2025-02-23 04:57:08
3
.nael.abo.mhamad
المتيم :
الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر وسبحان الله والعزة للله
2026-02-25 19:48:08
0
user9527034728211
Mamdoh Al Bader❤️ :
لا إله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين
2025-02-23 08:49:33
1
eng_jabbar.m
💫مهندس جبار مضعن خلف💥العراق :
الحمد لله praise be to Allah
2025-02-23 11:36:28
1
aiyad11
ابو العز :
الحمدالله واستغفرالله
2025-03-05 06:42:39
1
amor.hbibi
Amor Hbibi :
الحمدلله والشكرلله
2025-02-26 00:08:51
1
abdoyuooo12
abd elhaddi :
سبحانك.ربي ماعظمك مالك كل شي
2025-02-23 18:22:20
1
ra70_al
ابو محمد :
اللهم صل على محمد وال محمد الطيببن الطاهرين
2025-02-23 03:57:22
1
user6951248682346
وەرزش کردن جوانی ژیانەگ :
الحمدللە
2025-03-04 21:09:08
0
amirabensaaid1
amirabensaaid :
صدق الله العظيم
2025-02-23 00:49:02
0
hassnakhoumani
hasna 👩‍⚕️ :
استغفر الله العظيم من كل ذنب عظيم واتوب اليه
2025-03-04 19:28:11
0
zaaa1550
الملك :
حمدلله رب العالمين
2025-03-04 14:08:16
0
user2125732472997
محمد :
الحمد الله
2025-03-04 23:16:59
0
russiansniper185
russiansniper185 :
اللهم صل على محمد وال محمد ❤️❤️❤️
2025-03-04 14:12:46
0
minaminoucha208
minaminoucha208 :
حمد لله واستغفر الله
2025-03-27 15:13:08
0
hadighazali308
hadighazali :
کلماتی که الف آخر آنها هنگام وصل ناخواناست (اَنَا انسان) سوره ۱۳ رعد جز ۱۳
2025-03-04 05:49:45
0
bestun.namiq
Bestun Namiq :
يارب راضني في أولادي وارزقني برهم واكفيهم شر المرض والغفلة وشر فواجع الأقدار واحفظهم أينما كانوا وارزقهم واسترهم وبارك في اعمارهم
2025-03-26 22:33:38
0
hadighazali308
hadighazali :
ای پیامبر؛ غم مخور کسانی که پیش از اینها بودند نیز آیات الهی را تکذیب کردند درحالیکه آنها به یک دهم از آنچه به اینها رسیده است هرگز نیامده بود!؟
2025-03-04 05:52:04
0
user2425485568167
محمدجاد سليم :
الله اكبر
2025-03-03 23:47:40
0
6_gd_.28
حيدر الدراجي :
الحمدلله
2025-03-02 18:54:21
0
user1811266127555
ام علي :
ياالله ياارحم الراحمين ارحمنا برحمة الواسعه يالله
2026-03-15 01:47:07
0
hadighazali308
hadighazali :
هو قائم
2025-03-04 05:48:28
0
user3045161473693
احمد الساهر :
ياالله ياالله ياالله ياالله
2025-03-02 22:43:03
0
user2141330066835
بسمة بسمة :
الحمدلله
2025-03-02 19:51:42
0
shumran68
shumran :
صدق الله العظيم
2025-02-23 04:11:16
0
To see more videos from user @alquran_alkarim20250, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Tidak ada yang pernah menyangka bahwa seorang pria pendiam yang bekerja di toko buku kecil dan seorang gadis penuh mimpi bisa menjadi pasangan yang begitu cocok. Sean dan kamu berbeda dalam banyak hal. Sean menyukai ketenangan. Kamu menyukai keramaian.  Sean lebih sering menghabiskan waktu membaca novel lama di sudut toko buku tempatnya bekerja paruh waktu. Sedangkan kamu selalu sibuk mengikuti seminar, organisasi kampus, lomba presentasi, dan berbagai kegiatan yang membuat jadwalmu nyaris tidak pernah kosong. Tapi entah gimana, perbedaan itu justru membuat kalian saling melengkapi. --- Pertemuan pertama kalian tidak terlalu istimewa. Saat itu kamu sedang mencari buku referensi untuk tugas akhir. Kampus sedang ramai karena mahasiswa tingkat akhir mulai berburu bahan skripsi. Rak-rak perpustakaan hampir kosong. Karena frustrasi, kamu memutuskan mencari buku yang sama ke toko buku kecil dekat kampus. Di sanalah kamu pertama kali melihat Sean. Dia sedang berdiri di atas bangku kecil untuk menata buku-buku di rak bagian atas. Kemeja putihnya sedikit kusut. Rambutnya berantakan. Dan ekspresinya terlihat terlalu serius untuk seseorang yang hanya sedang menyusun buku. Kamu memperhatikannya cukup lama sampai tanpa sadar menabrak rak di sampingmu. Beberapa buku jatuh ke lantai. Bruk. Sean langsung menoleh. Tatapan kalian bertemu untuk pertama kalinya.
POV | Tidak ada yang pernah menyangka bahwa seorang pria pendiam yang bekerja di toko buku kecil dan seorang gadis penuh mimpi bisa menjadi pasangan yang begitu cocok. Sean dan kamu berbeda dalam banyak hal. Sean menyukai ketenangan. Kamu menyukai keramaian. Sean lebih sering menghabiskan waktu membaca novel lama di sudut toko buku tempatnya bekerja paruh waktu. Sedangkan kamu selalu sibuk mengikuti seminar, organisasi kampus, lomba presentasi, dan berbagai kegiatan yang membuat jadwalmu nyaris tidak pernah kosong. Tapi entah gimana, perbedaan itu justru membuat kalian saling melengkapi. --- Pertemuan pertama kalian tidak terlalu istimewa. Saat itu kamu sedang mencari buku referensi untuk tugas akhir. Kampus sedang ramai karena mahasiswa tingkat akhir mulai berburu bahan skripsi. Rak-rak perpustakaan hampir kosong. Karena frustrasi, kamu memutuskan mencari buku yang sama ke toko buku kecil dekat kampus. Di sanalah kamu pertama kali melihat Sean. Dia sedang berdiri di atas bangku kecil untuk menata buku-buku di rak bagian atas. Kemeja putihnya sedikit kusut. Rambutnya berantakan. Dan ekspresinya terlihat terlalu serius untuk seseorang yang hanya sedang menyusun buku. Kamu memperhatikannya cukup lama sampai tanpa sadar menabrak rak di sampingmu. Beberapa buku jatuh ke lantai. Bruk. Sean langsung menoleh. Tatapan kalian bertemu untuk pertama kalinya. "Kamu nggak apa-apa?" Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya. Sederhana. Biasa saja. Tapi anehnya, kamu masih mengingatnya sampai bertahun-tahun kemudian. --- Hubungan kalian berkembang perlahan. Tidak ada pernyataan cinta yang dramatis. Tidak ada kejadian romantis seperti di film. Semuanya berjalan begitu alami. Kalian mulai belajar bersama. Mulai pulang kampus bareng. Mulai saling mengirim pesan sampai larut malam. Lalu suatu hari, tanpa kalian sadari, keberadaan satu sama lain menjadi bagian dari rutinitas yang tidak bisa dipisahkan. Sean adalah rumah. Dan kamu adalah alasan Sean selalu ingin pulang. --- Hubungan kalian dipenuhi hal-hal sederhana. Tapi justru itulah yang membuatnya begitu berharga. Setiap kali kamu membuka buku kuliah, sering kali ada secarik kertas kecil terselip di antara halaman. Tulisan tangan Sean selalu mudah dikenali. Rapi. Sedikit miring. Dan selalu membuatmu tersenyum sendiri. Kadang hanya berisi: "Jangan lupa makan siang." Kadang: "Kalau hari ini berat, aku bangga kamu tetap bertahan." Atau yang paling sering:"Aku sayang kamu." Sesederhana itu. Tapi setiap surat kecil itu selalu kamu simpan. Bahkan saat tintanya mulai memudar. --- Malam minggu adalah waktu favorit kalian. Bukan karena kalian pergi ke restoran mahal. Bukan karena kalian menonton film di bioskop. Melainkan karena kalian punya tradisi kecil yang tidak pernah berubah. Memasak mi instan bersama di kontrakan Sean. Kontrakan itu sempit. Cat dindingnya mulai mengelupas. Kipas anginnya sering berbunyi berdecit. Dan meja makannya hanya cukup untuk dua orang. Tapi bagi kalian, tempat itu terasa lebih nyaman daripada tempat mana pun. --- "Kalau nanti aku sukses, aku mau punya rumah yang jendelanya besar." Kamu berkata sambil mengaduk mi di panci. Sean yang sedang memotong cabai mengangguk. "Lalu?" "Aku mau punya ruang kerja sendiri." "Lalu?" "Kebun kecil." "Lalu?" Kamu tertawa. "Kenapa harus ada lalu terus?" Sean ikut tersenyum. "Soalnya aku pengin tahu semua mimpi kamu." Kamu menatapnya. "Kalau kamu?" Sean berpikir sejenak. "Aku nggak punya mimpi sebanyak kamu." "Kok bisa?" "Aku cuma punya satu." "Apa?" (+💬) #seonghyeon #cortis #fyp #pov #4u

About