@scarlet.byrd5: A calling to return home 🤲🏾 #Love #beauty #grace #resilience #journey #SelfCare #selflovejourney #movement #everyday #keepshowingup #breathe #nationalparks #zion

Scarletbyrd
Scarletbyrd
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 23 February 2025 04:32:45 GMT
961
169
18
7

Music

Download

Comments

deniatello77
DeniaTello77 :
Yes, I wish I could go home but I need to my part
2025-02-23 16:10:49
0
mwilli420
Lunatikhippy :
Thank you for this post!!! ✌️❤️
2025-02-23 15:26:50
2
_devon_93
_Devon_93 :
Just an all around beautiful video 😌👌🏼
2025-02-23 19:53:17
2
dustonthebottle5
dustonthebottle :
Beautiful message Scarletbyrd, love your artwork too! Have a beautiful day and keep doing your thing 💙🦋
2025-02-23 13:19:37
1
blakey59
blakey :
beautiful
2025-02-24 20:45:57
1
thepush88
Vic :
💯💪🏼❤️
2025-02-27 03:22:30
1
brett.kickthru
Brett.kickthru :
🥰🥰🥰🥰
2025-02-23 19:26:19
1
njdrc
njdrc :
💪💪💪
2025-02-23 13:15:25
1
watch_this_9898
Ms.B 1998 :
❤️❤️❤️
2025-02-23 15:18:29
0
san.diego.mike
San Diego Mike :
Ugghhh. I love your body art. So good.
2025-02-23 19:17:04
2
joshpickering06
Josh Pickering :
Thank you for sharing this with us
2025-02-23 14:21:38
1
kevangi_lily
kevangi_liliya :
We would love to collab with you if you're interested, DM us to learn more 💌💛💛
2025-02-23 20:35:46
0
To see more videos from user @scarlet.byrd5, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagaimana air terbentuk? Molekul air terbentuk di ruang antarbintang melalui reaksi kimia antara molekul hidrogen dan molekul pembawa oksigen seperti karbon monoksida. Tata Surya mewarisi airnya dari butiran antarbintang berlapis es di awan debu tempat Matahari dan planet-planet terbentuk 4,6 miliar tahun lalu. Air yang berada di tata surya ini terkunci dalam dua bentuk utama. Air yang letaknya jauh dari Matahari yang suhunya rendah membentuk benda es seperti komet. Sementara itu, air yang lebih dekat ke Matahari bereaksi dengan material berbatu membentuk mineral terhidrasi. Planet Bumi diperkirakan mewarisi airnya adalah dari asteroid dan komet yang menabraknya. Awalnya sebagian besar air ini ditambahkan ke mantel Bumi yang sedang tumbuh saat ia terbentuk dan dilepaskan dari interior oleh aktivitas vulkanik berikutnya. Misi Hayabusa Di tahun 2019, badan antariksa Jepang JAXA mengerjakan misi Hayabusa untuk memperkuat teori yang menyebutkan air di Bumi berasal dari asteroid. Misi ini dilakukan untuk mengungkap bahwa asteroid berperan besar dalam studi yang laporannya sudah diterbitkan di Science Advances tersebut. Pada tahun 2010 lalu, wahana antariksa Hayabusa berhasil membawa butiran-butiran dari permukaan asteroid bernama 25143 Itokawa. Dari butiran-butiran tersebut, para peneliti berhasil menganalisis ada air yang terkandung di dalamnya dengan menembakkan ion pada sampel untuk mengetahui komposisi dari permukaan asteroid tersebut. Ukuran butiran tersebut lebih kecil dari 40 mikron, atau kurang dari 0,04 millimeter. Tiap butiran terbuat dari beberapa mineral berbeda. Oleh karena itu, ion yang ditembakkan oleh peneliti harus fokus pada mineral-mineral tertentu. Dalam studi ini, mereka fokus dalam menganalisis besi dan piroksen. Kristal piroksen memiliki struktur yang tidak memiliki ruang yang memungkinkan air untuk masuk, atau dengan kata lain kebalikan dari tanah liat. Para peneliti memanfaatkan sifat dari piroksen ini menggunakan teknik yang sangat sensitif untuk mendeteksi dan mengukur kuantitas air dengan jumlah yang sangat kecil. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa butiran tersebut mengandung hingga 1.000 ppm (parts per million) air, atau dengan konsentrasi hanya 0,001. Dari penemuan itu, para peneliti mampu memperkirakan air yang terkandung di asteroid 25143 Itokawa secara keseluruhan, dengan jumlah di antara 160 hingga 510 ppm.Studi ini juga menunjukkan bahwa komposisi isotop dari hidrogen di dalam air di 25143 Itokawa sangat dekat dengan Bumi. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber air di Bumi sama dengan butiran yang dibawa oleh Hayabusa.😉👍#gofhistory #fypシ #terbentukmolekulair #terbentukntaair #fyp #darichanelNOUSID
Bagaimana air terbentuk? Molekul air terbentuk di ruang antarbintang melalui reaksi kimia antara molekul hidrogen dan molekul pembawa oksigen seperti karbon monoksida. Tata Surya mewarisi airnya dari butiran antarbintang berlapis es di awan debu tempat Matahari dan planet-planet terbentuk 4,6 miliar tahun lalu. Air yang berada di tata surya ini terkunci dalam dua bentuk utama. Air yang letaknya jauh dari Matahari yang suhunya rendah membentuk benda es seperti komet. Sementara itu, air yang lebih dekat ke Matahari bereaksi dengan material berbatu membentuk mineral terhidrasi. Planet Bumi diperkirakan mewarisi airnya adalah dari asteroid dan komet yang menabraknya. Awalnya sebagian besar air ini ditambahkan ke mantel Bumi yang sedang tumbuh saat ia terbentuk dan dilepaskan dari interior oleh aktivitas vulkanik berikutnya. Misi Hayabusa Di tahun 2019, badan antariksa Jepang JAXA mengerjakan misi Hayabusa untuk memperkuat teori yang menyebutkan air di Bumi berasal dari asteroid. Misi ini dilakukan untuk mengungkap bahwa asteroid berperan besar dalam studi yang laporannya sudah diterbitkan di Science Advances tersebut. Pada tahun 2010 lalu, wahana antariksa Hayabusa berhasil membawa butiran-butiran dari permukaan asteroid bernama 25143 Itokawa. Dari butiran-butiran tersebut, para peneliti berhasil menganalisis ada air yang terkandung di dalamnya dengan menembakkan ion pada sampel untuk mengetahui komposisi dari permukaan asteroid tersebut. Ukuran butiran tersebut lebih kecil dari 40 mikron, atau kurang dari 0,04 millimeter. Tiap butiran terbuat dari beberapa mineral berbeda. Oleh karena itu, ion yang ditembakkan oleh peneliti harus fokus pada mineral-mineral tertentu. Dalam studi ini, mereka fokus dalam menganalisis besi dan piroksen. Kristal piroksen memiliki struktur yang tidak memiliki ruang yang memungkinkan air untuk masuk, atau dengan kata lain kebalikan dari tanah liat. Para peneliti memanfaatkan sifat dari piroksen ini menggunakan teknik yang sangat sensitif untuk mendeteksi dan mengukur kuantitas air dengan jumlah yang sangat kecil. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa butiran tersebut mengandung hingga 1.000 ppm (parts per million) air, atau dengan konsentrasi hanya 0,001. Dari penemuan itu, para peneliti mampu memperkirakan air yang terkandung di asteroid 25143 Itokawa secara keseluruhan, dengan jumlah di antara 160 hingga 510 ppm.Studi ini juga menunjukkan bahwa komposisi isotop dari hidrogen di dalam air di 25143 Itokawa sangat dekat dengan Bumi. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber air di Bumi sama dengan butiran yang dibawa oleh Hayabusa.😉👍#gofhistory #fypシ #terbentukmolekulair #terbentukntaair #fyp #darichanelNOUSID

About