@heyitsmaey: AND SO MANY TO MENTION 😭🤍 SANG YAN SET THE STANDARDS HIGH AGAIN! #fyp #firstfrostep12 #firstfrostedit #firstfrost #chinesedrama #sangyan #drama

mayi ❤︎
mayi ❤︎
Open In TikTok:
Region: PH
Monday 24 February 2025 13:34:26 GMT
154137
31935
151
1715

Music

Download

Comments

arvin.abadilla5
Arland Bautista :
Don’t foget about that chicken soup he bought for her. He heard when Yifan’s aunt said she doesn’t deserve the chicken soup. He bought one for her to imply she also deserves the best things
2025-02-25 04:59:58
338
kshnry
pjxiekey :
he even wakes up early to cook breakfast for yifan 😭😭😭
2025-02-24 14:19:22
1306
nur1ko
rui :
A MAN LIKE SANG YAN PLEASE 😭
2025-02-25 04:56:16
35
cxsi3lvr
v :
may this kind of love find us
2025-02-24 22:54:30
414
a.b.c.1
Vishwa M :
And he’s gonna beat up/ and send the the rapist to prison in episode 28+ that uncle she had I read the novel so I know
2025-02-24 16:16:06
120
bebelinton
Ashley :
Idk if he knows that she feels she doesn’t deserve nice things, but I love that he always pretends to make more food so she can eat instead of telling her he made it for her……
2025-02-25 00:42:02
304
shenamaiii
she :
dont forget to include where he got really serious in his studies so he could go to the same university with her
2025-02-25 02:28:56
238
_mejustmeeeee07
🎀 :
The first cdrama that I love the first male leads more than the second lead, omg like how can he be so this green flag. The details, everything that he do like whatttt😩😭🙏🏻
2025-02-25 01:24:56
63
keke25047
keke2504 :
He don’t play when it’s comes to her🤭
2025-02-26 21:31:27
3
_wystg.z
ainnn :
he supported and protected her in silent,.. sang yang is the standard 🥺
2025-02-25 01:49:13
113
_chini0
chin :
the man that you are, sang yan 🥹
2025-02-24 19:56:24
34
angelikuewan_
angelikuewan :
Sang Yan being a green flag is so on brand because look at how sweet of a brother and friend he was in hidden love ... people who are green flags are just all round green flags
2025-02-25 23:32:27
7
shinyoo25
Love Yoo :
Him as a brother is a standard thats so high up AND HES EVEN BETTER AS A BOYFRIEND????
2025-02-25 14:30:11
11
xiaa.noir
kiwi :
SANG YAN IS THE STANDARD
2025-02-25 03:41:38
56
i.j.p24
GIGI 🫶🏻🫶🏻🫶🏻 :
HE IS THE LIGHT THAT LEADS HER OUT OF THE DARKNESS 😫🫶🏻
2025-02-25 22:16:15
17
acmj57
TRAVEL :
HE STARTED WORKING AGAIN JUST FOR HER🥰🥰🥰
2025-02-27 07:14:55
1
sim.ahmed
simran🍉 :
literally the dream mann
2025-02-24 20:17:19
4
shayeshii
shayeshii :
Fictional Characters pls have me✋😩
2025-02-27 04:25:16
1
sweetbellely
𝑺𝒘𝒆𝒆𝒕𝒍𝒊𝒏𝒈 🦋 :
I cried so hard when I read the novel 😭 this man is sooooo FICTIONAL 😭
2025-02-25 16:02:17
7
gloryakezia
Gloryaa :
SANGYAN IS A NEW STANDARD❤️❤️
2025-02-25 04:52:36
15
iam_maercury
maey :
He also studied so hard to make sure that he'll get accepted to Nanwu University with her. 🥹
2025-02-25 03:54:15
13
j.ishica
j.i :
Is this too much to ask for?😭
2025-02-25 06:40:23
1
anamylea
白敬亭女友 :
I love him
2025-02-25 05:13:01
1
genius_noona
🤍 Noona 🤍 :
and he is so humble about what he does for her: not bragging, bot asking anything in return
2025-02-25 11:39:50
4
tha_smntha
sam (taylor's version) :
the standard 📈💌🙌🏻
2025-02-24 16:41:28
2
To see more videos from user @heyitsmaey, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Besok gw upload video tentang astronomi ya😉.Abdurrahman Wahid (dilahirkan dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil;[1] 7 September 1940 – 30 Desember 2009), lebih dikenal dengan nama Gus Dur adalah politikus Indonesia dan pemimpin agama Islam yang menjabat sebagai presiden Indonesia keempat sejak tahun 1999 hingga 2001. Selain sebagai pemimpin organisasi Nahdlatul Ulama, ia juga merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia adalah putra Menteri Agama Wahid Hasyim, dan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy'ari.Selama pemerintahannya, Abdurrahman Wahid dikenal dengan kebijakannya yang tidak menentu dan pemikirannya yang visioner. Pengaruhnya terhadap Reformasi Indonesia mencakup pembebasan pers yang lebih besar, hal ini ditandai dengan pembubaran Kementerian Penerangan pada 1999. Abdurrahman Wahid berperan penting dalam mencabut larangan perayaan Tahun Baru Imlek. Hingga tahun 1998, perayaan Tahun Baru Imlek oleh keluarga Tionghoa dibatasi secara khusus hanya di dalam rumah. Pembatasan ini dilakukan pemerintah Orde Baru melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang ditandatangani Presiden Soeharto. Pada tanggal 17 Januari 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang membatalkan instruksi sebelumnya.[2] Wahid juga menjadikan Konfusianisme sebagai agama resmi keenam di Indonesia pada tahun 2000 dan melindungi hak-hak minoritas di Indonesia. Setelah serangkaian keputusan kontroversialnya, yang meliputi pencopotan banyak menteri dari kabinet, hubungan baiknya dengan Israel yang ditentang oleh banyak kalangan Muslim, sampai maklumat kontroversialnya yang ditujukan untuk membekukan parlemen; Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akhirnya memakzulkan Abdurrahman Wahid pada 23 Juli 2001 serta menunjuk Megawati Soekarnoputri sebagai penggantinya. Abdurrahman Wahid dihormati secara luas sebagai seorang guru bangsa dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka. Pemerintahannya dianggap membebaskan orang Tionghoa Indonesia dari penindasan yang mereka alami selama Orde Baru, dan sejumlah tokoh Tionghoa memberikannya gelar “Bapak Tionghoa”. Kebijakannya yang mendukung hak-hak minoritas dan perdamaian membuatnya diberi gelar “Bapak Pluralisme”. Peristiwa pemakzulannya sendiri kemudian dianggap sebagai tindakan melawan hukum, dan banyak yang menganggap bahwa pemakzulan itu seharusnya tidak sah.Abdurrahman Wahid merupakan anak dari pasangan Wahid Hasyim dan Siti Salihah. Ia lahir pada tanggal 7 September 1940. Meskipun ia lahir pada tanggal 7 September, sejumlah orang malah merayakan hari ulang tahunnya pada 4 Agustus.[3] Tempat kelahirannya di pesantren milik kakek dari pihak ibunya yang bernama Bisri Syansuri. Pesantren ini terletak di Denanyar Jombang, Jawa Timur.[4] Pada awalnya, ia dilahirkan dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil, yang diambil dari nama Abdurrahman I, Amir Umayyah di Kordoba yang bergelar
Besok gw upload video tentang astronomi ya😉.Abdurrahman Wahid (dilahirkan dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil;[1] 7 September 1940 – 30 Desember 2009), lebih dikenal dengan nama Gus Dur adalah politikus Indonesia dan pemimpin agama Islam yang menjabat sebagai presiden Indonesia keempat sejak tahun 1999 hingga 2001. Selain sebagai pemimpin organisasi Nahdlatul Ulama, ia juga merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia adalah putra Menteri Agama Wahid Hasyim, dan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy'ari.Selama pemerintahannya, Abdurrahman Wahid dikenal dengan kebijakannya yang tidak menentu dan pemikirannya yang visioner. Pengaruhnya terhadap Reformasi Indonesia mencakup pembebasan pers yang lebih besar, hal ini ditandai dengan pembubaran Kementerian Penerangan pada 1999. Abdurrahman Wahid berperan penting dalam mencabut larangan perayaan Tahun Baru Imlek. Hingga tahun 1998, perayaan Tahun Baru Imlek oleh keluarga Tionghoa dibatasi secara khusus hanya di dalam rumah. Pembatasan ini dilakukan pemerintah Orde Baru melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang ditandatangani Presiden Soeharto. Pada tanggal 17 Januari 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang membatalkan instruksi sebelumnya.[2] Wahid juga menjadikan Konfusianisme sebagai agama resmi keenam di Indonesia pada tahun 2000 dan melindungi hak-hak minoritas di Indonesia. Setelah serangkaian keputusan kontroversialnya, yang meliputi pencopotan banyak menteri dari kabinet, hubungan baiknya dengan Israel yang ditentang oleh banyak kalangan Muslim, sampai maklumat kontroversialnya yang ditujukan untuk membekukan parlemen; Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akhirnya memakzulkan Abdurrahman Wahid pada 23 Juli 2001 serta menunjuk Megawati Soekarnoputri sebagai penggantinya. Abdurrahman Wahid dihormati secara luas sebagai seorang guru bangsa dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka. Pemerintahannya dianggap membebaskan orang Tionghoa Indonesia dari penindasan yang mereka alami selama Orde Baru, dan sejumlah tokoh Tionghoa memberikannya gelar “Bapak Tionghoa”. Kebijakannya yang mendukung hak-hak minoritas dan perdamaian membuatnya diberi gelar “Bapak Pluralisme”. Peristiwa pemakzulannya sendiri kemudian dianggap sebagai tindakan melawan hukum, dan banyak yang menganggap bahwa pemakzulan itu seharusnya tidak sah.Abdurrahman Wahid merupakan anak dari pasangan Wahid Hasyim dan Siti Salihah. Ia lahir pada tanggal 7 September 1940. Meskipun ia lahir pada tanggal 7 September, sejumlah orang malah merayakan hari ulang tahunnya pada 4 Agustus.[3] Tempat kelahirannya di pesantren milik kakek dari pihak ibunya yang bernama Bisri Syansuri. Pesantren ini terletak di Denanyar Jombang, Jawa Timur.[4] Pada awalnya, ia dilahirkan dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil, yang diambil dari nama Abdurrahman I, Amir Umayyah di Kordoba yang bergelar "ad-Dakhil".[1][5][6][7] Julukan populernya, 'Gus Dur' berasal dari gelar Gus, sebuah kehormatan umum untuk putra kyai dan kependekan dari bagus dalam bahasa Jawa;[8] dan Dur yang merupakan kependekan dari namanya, Abdurrahman. Pendidikan Pada tahun 1944, Gus Dur pindah dari Jombang ke Jakarta, tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua pertama Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), sebuah organisasi yang berdiri dengan dukungan tentara Jepang yang saat itu menduduki Indonesia. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama Revolusi Nasional Indonesia melawan Belanda. Pada akhir perang tahun 1949, Gus Dur pindah ke Jakarta dan ayahnya ditunjuk sebagai Menteri Agama. Gus Dur belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Gus Dur juga diajarkan membaca buku non-Muslim, majalah, dan koran oleh ayahnya untuk memperluas pengetahuannya.[9] Gus Dur terus tinggal di Jakarta dengan keluarganya meskipun ayahnya sudah tidak menjadi menteri agama pada tahun 1952.#fyp #ips #gusdur

About