@popularselection257: 🔧✨ Never Lose A Screw Again! Grab Our Magnetic Drill Bit Holder Today! 🛠️🌟 #ToolEssentials #DIYProjects #EffortlessWork #MustHaveGadgets #CraftLikeAPro #FixItRight#TikTokShopLastChance#TikTokShopNewYearNewAura#spotlightfinds#tiktokshopspringglowup #spotlightfinds

popularselection257
popularselection257
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 01 March 2025 06:08:21 GMT
21709
73
3
30

Music

Download

Comments

joserobertosimoes001
José Roberto Simões :
https://ebay.us/m/nmuqpj
2026-03-31 10:03:40
0
victor.torculasye
Victor Torculasyes Bo :
😏😏😏
2025-03-01 18:28:27
0
abubacker387
Abu Backer :
😂
2025-12-12 08:53:47
0
To see more videos from user @popularselection257, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Replying to @candrabayusaputro  Replying to @candrabayusaputro  🏭 1916: Awal Mula di Pematang Siantar Cerita Cap Badak dimulai pada tahun 1916, ketika seorang ahli kimia asal Swiss bernama Heinrich Surbeck tiba di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kota ini dipilih karena airnya yang jernih dan berkualitas tinggi, serta posisinya sebagai kota yang mulai berkembang pesat. Di tahun yang sama, Surbeck mendirikan pabrik bernama NV Ijs Fabriek Siantar (Ijs = Es dalam bahasa Belanda). Pada awalnya, pabrik ini hanya memproduksi es batu dan konsentrat buah markisa. --- 🦏 1920-an: Lahirnya
Replying to @candrabayusaputro Replying to @candrabayusaputro 🏭 1916: Awal Mula di Pematang Siantar Cerita Cap Badak dimulai pada tahun 1916, ketika seorang ahli kimia asal Swiss bernama Heinrich Surbeck tiba di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kota ini dipilih karena airnya yang jernih dan berkualitas tinggi, serta posisinya sebagai kota yang mulai berkembang pesat. Di tahun yang sama, Surbeck mendirikan pabrik bernama NV Ijs Fabriek Siantar (Ijs = Es dalam bahasa Belanda). Pada awalnya, pabrik ini hanya memproduksi es batu dan konsentrat buah markisa. --- 🦏 1920-an: Lahirnya "Limun Badak" Memasuki tahun 1920-an, keluarga Surbeck memperkenalkan produk baru: minuman bersoda yang kemudian dikenal sebagai "Limun Badak" atau soda Cap Badak. Nama "Badak" dipilih sebagai simbol harapan agar perusahaan ini bisa bertahan lama dan sekuat badak, serta mampu bersaing dengan produk asing seperti Coca-Cola. Ciri Khas Cap Badak: · Rasa paling ikonik adalah Sarsaparilla (disingkat "sarsi"), yang diekstrak dari tumbuhan herbal asal Meksiko · Memiliki 8 varian rasa: Orange Pop, Raspberry, Nanas, Grape Fruit Soda, American Ice Cream Soda, Coffe Bear, dan Soda Water · Varian Sarsaparilla menjadi yang paling populer dan khas --- 📈 1930-1940-an: Masa Kejayaan & Ekspansi Pada masa kejayaannya, NV Ijs Fabriek Siantar tidak hanya memproduksi minuman, tetapi juga mengelola pembangkit listrik dan hotel. Produk-produknya, termasuk sari buah markisa bermerek Marquisa Sap, bahkan diekspor ke Eropa seperti Swiss, Belanda, dan Belgia. Pada tahun 1938, seorang pemuda bernama Elman Tanjung mulai bekerja di pabrik ini sebagai pegawai rendahan. Ia kemudian menjadi tokoh kunci dalam sejarah Cap Badak. --- ⚔️ 1945-1959: Masa Sulit & Pergantian Kepemimpinan Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, situasi berubah drastis. Heinrich Surbeck dibunuh oleh laskar rakyat dalam gejolak pasca-kemerdekaan. Dua anaknya sempat diungsikan ke Eropa. Meskipun tanpa kehadiran Surbeck, pabrik tetap beroperasi. Salah satu anaknya, Lydia Rosa, kembali ke Pematang Siantar pada tahun 1947 dan menikah dengan pria Belanda bernama Otto, yang kemudian mengelola pabrik hingga tahun 1959. Pada tanggal 21 Januari 1959, nama pabrik secara resmi diubah dari NV Ijs Fabriek Siantar menjadi PT Pabrik Es Siantar dan Pembangkit Listrik Sumatera Utara. --- 👨‍💼 1959-1969: Elman Tanjung Menjadi Direktur Pada tahun yang sama, karena isu nasionalisasi aset asing, Otto menyerahkan pengelolaan pabrik kepada Elman Tanjung. Tanjung, yang telah bekerja di pabrik sejak 1938, resmi diangkat menjadi direktur pada usia 44 tahun. Di bawah kepemimpinannya, pabrik tetap beroperasi dan mempertahankan produksi Cap Badak hingga tahun 1963, ketika Otto dan Rosa meninggalkan Indonesia menuju Swiss. --- 🤝 1969-1971: Akuisisi oleh Julius Hutabarat Pada tahun 1969, Elman Tanjung memperkenalkan pabrik ini kepada seorang pengusaha bernama Julius Hutabarat (atau Julianus Hutabarat). Hutabarat, yang bersama saudara-saudaranya memiliki usaha Barat Trading Company, berminat membeli perusahaan tersebut. Proses pembelian dilakukan dengan sistem cicilan hingga pada tahun 1971, 100% saham PT Pabrik Es Siantar resmi menjadi milik Julius Hutabarat. Elman Tanjung masih dipercaya mengelola perusahaan hingga tahun 1987. --- 🦏 1970-an - Sekarang: Puncak Kejayaan & Warisan Di bawah kepemimpinan Julius Hutabarat, Cap Badak mencapai puncak kejayaannya. Produksi mencapai 35.000 hingga 40.000 peti per bulan, dan didistribusikan tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga hingga ke Jawa. Saat ini, bisnis ini diteruskan oleh generasi penerus, salah satunya Ronald Hutabarat, anak dari Julius Hutabarat. Cap Badak tetap diproduksi hingga kini dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kuliner Sumatera Utara. #ResepDariMasaLalu #CapBadak #MinumanLegendaris #KulinerSumatera #SejarahKuliner

About