Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@kitykacey: #viral #viralvideo #trending #trend #vibes ❤️
kitykacey
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 02 March 2025 19:26:31 GMT
1281
231
3
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
8.86MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
6.58MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
vonwick64 :
How tall are you love ?
2025-03-03 22:13:15
1
XENO THA GAMER🤍🥀 :
Damn 👀👀👀
2025-03-02 19:30:50
1
project babies music 🎶🎶🎶 :
💖💖💖
2025-03-02 21:42:24
1
To see more videos from user @kitykacey, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Customized T_Shirt and other Custom Clothing Services are available we off High Quality Customized Clothing Items . Customized Sportswear and Custom sport uniform for Clothing brands. Thinking to startup a Clothing brand is her to provide cut and sew services available at best prices. For Promotional Brands Custom Clothing Items contact us anytime Available in all colors All sizes available your company label and tags. Your private Logo All types of printing Heatpress Embroidery Chennile Embroidery Rhinestone sublimation services Email : dashzone
[email protected]
:+923211232400 #hoodies #hoodie #fashion #tshirts #clothing
Hũ kem sâm có mấy chục mà làm sáng đỉnkkk đuyênnnn🥹#myphamthorakao #kemsamthorakao #thorakao #tiemtaphoacuachannie #sangda
Hai đại dự án thép gắn với đối tác Trung Quốc từng "đắp chiếu" hơn một thập kỷ vì sai phạm đang khiến quá trình tái cơ cấu của VNSTEEL gặp khó khăn #financex #tiktoknews
Sometimes you just need a good sword #ad . . . #doom #doomslayer #sword #vampire
Akhir dari Rimuru. --- Rimuru terbaring sendirian. Darah mengalir pelan dari tubuhnya. Napasnya tinggal satu. Ia menatap langit yang mulai tertutup awan. "...Jadi..." "Ini akhirnya." Tak ada rasa takut di wajahnya. Hanya kesepian. Senyum tipis terlukis di bibirnya. "Aku benar-benar..." "...ingin pulang." Air mata mengalir dari sudut matanya. "Shuna..." "Pasti akan memarahiku karena pulang dalam keadaan berantakan." "Shion..." "Pasti menangis lagi." "Diablo..." "Kau pasti akan menyalahkan dirimu sendiri." Rimuru tertawa lirih. "Padahal..." "Bukan salah kalian." Suara detak jantungnya semakin pelan. Ia memejamkan mata. "Veldora..." "Aku minta maaf." "Kita bahkan belum sempat bertanding lagi." "Aku masih ingin mendengar ocehanmu..." "Masih ingin tertawa bersamamu." "Tapi..." "...kurasa sampai di sini saja." Satu air mata terakhir jatuh. "...Terima kasih." "...karena sudah menjadi sahabatku." Senyumnya tetap ada... Saat napas terakhirnya menghilang. --- Beberapa saat kemudian... Langit terkoyak. "RIMURUUUUUUU!!!" Veldora turun menghantam bumi. Aura naganya menyapu seluruh medan perang. Matanya langsung mencari satu sosok. Lalu... Ia melihat tubuh itu. Tubuh yang begitu dikenalnya. Terbaring sendirian. Veldora berlari secepat yang belum pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. "Rimuru!" Ia berlutut. Mengangkat tubuh sahabatnya. Masih hangat. "Syukurlah..." "Kau masih hangat..." Tangannya buru-buru menyalurkan sihir. Mana memenuhi tubuh Rimuru. Luka-luka tertutup. Namun... Jantung itu... Tidak pernah berdetak lagi. Veldora terus menuangkan mana. Lebih banyak. Lebih banyak lagi. "Hidup..." "Tolong..." "Hidup..." Mana seorang True Dragon mampu mengguncang dunia. Namun... Tak mampu mengembalikan satu nyawa. Tangannya mulai gemetar. "Tidak..." "Bangun..." "Kau selalu bangun." "Setelah semua yang kita lewati..." "Kau selalu bangun." Suaranya mulai pecah. "Jangan kali ini..." "Jangan tinggalkan aku..." Ia mengguncang tubuh Rimuru perlahan. "Kalau kau marah..." "Aku minta maaf." "Kalau aku membuatmu kesal..." "Aku minta maaf." "Asal kau buka matamu lagi..." "Tolong..." "Aku akan melakukan apa saja." Keheningan. Tak ada jawaban. Hanya tubuh dingin yang perlahan kehilangan kehangatan. Saat itu juga... Sesuatu di dalam diri Veldora hancur. Ia memeluk Rimuru erat. Sangat erat. Seolah takut jika ia melepaskan pelukannya... Rimuru akan benar-benar pergi. Air matanya jatuh tanpa henti. "Aku terlambat..." "Hanya..." "Hanya beberapa menit..." "Kenapa aku tidak lebih cepat..." "Kenapa bukan aku yang mati..." Raungannya mengguncang langit. Namun dunia tetap diam. Ia bangkit. Menggendong tubuh Rimuru. Bukan seperti True dragon. Melainkan seperti seorang kakak... Yang sedang membawa adiknya pulang untuk terakhir kali. Sepanjang perjalanan menuju Tempest... Veldora terus berbicara. Seolah Rimuru masih bisa mendengarnya. "Rimuru..." "Ingat waktu pertama kali kita bertemu?" "Kau bilang kita akan menjadi sahabat." "Aku tidak pernah punya sahabat." "Kau yang pertama." "Dan sekarang..." "Kau juga yang pertama meninggalkanku." Air matanya menetes membasahi rambut biru Rimuru. "Aku tidak tahu..." "...bagaimana caranya hidup di dunia yang tidak memilikimu." Saat gerbang Tempest terlihat... Seluruh penduduk keluar menyambut. Mereka tersenyum. Mereka mengira rajanya telah kembali. Namun senyum itu perlahan hilang. Karena yang mereka lihat... Bukan Rimuru yang berjalan di depan. Melainkan Veldora... Dengan kepala tertunduk... Menggendong tubuh Rimuru yang tak lagi bernapas. Tak ada seorang pun yang berani bersuara. Tangisan pecah di seluruh Tempest. Veldora memandang wajah sahabatnya untuk terakhir kali. Lalu dengan suara yang begitu lirih hingga hampir tak terdengar, ia berkata, "Kau pernah menyelamatkanku dari kesepian selama ratusan tahun..." "Tapi saat kau membutuhkan seseorang..." "...aku bahkan tidak berhasil menyelamatkanmu." Ia mengecup lembut dahi Rimuru. Lalu memeluknya sekali lagi. Sangat erat. Seolah berharap... Jika ia memeluknya cukup lama... Sahabatnya akan membuka mata dan berkata seperti biasa, namun kenyataan membuat harapan itu lenyap. #rimurutempest #tenseishitaraslimedattaken #tensura
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy