@la.laika0: N'hésitez pas à me contacter en privé via WhatsApp au 33 7 45 73 97 58 pour des tirages privé. #pourtoi #marseille🇫🇷 #france🇫🇷 #marseille #lea #sentimental #tirage #voyance #voyancemedium #voyancespirituelle

꧁𝑨𝒔𝒕𝒓𝒆𝒍𝒊𝒂꧂
꧁𝑨𝒔𝒕𝒓𝒆𝒍𝒊𝒂꧂
Open In TikTok:
Region: NL
Tuesday 04 March 2025 09:29:15 GMT
6300
416
14
25

Music

Download

Comments

laelaebyr
Laelae Byr :
C'est fou. Tout correspond.... J'ai hâte 🥰
2025-03-04 21:56:09
1
tsila2008
Theoghis45 :
oh mon dieu il est lion et à des yeux bleu gris
2025-03-09 20:55:34
0
jes9347
Jess :
j'attire positivement merci 🍀❤️🙏
2025-04-08 07:28:42
0
elias94400v
elias 94 :
j'attire positivement
2025-03-08 16:34:47
0
dragone1717
Dragone1717 :
oh 😁
2025-03-04 20:04:32
2
sandraroussel4
Sandra Roussel :
sa décrit bien mon amoureux initial MP capricorne c est ça merci je reçois positivement cette guidance 🙏
2025-03-08 08:07:56
1
lululane_13
Lululane :
@Elisa
2025-03-06 07:46:49
1
nathou0622
nathou :
bonsoir je suis bélier avec les yeux bleus j'ai des tatouages. Je suis à distance mais je souhaite partir à l'étranger 🙏.
2025-03-06 00:41:13
1
lololelelyly
Laulely 🇧🇪 :
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
2025-03-05 14:10:36
1
delf.80
𝔻𝕖𝕝𝕗 :
🙏❤️
2025-03-05 10:45:46
1
unaprincesa71
🌘🤍El guerrero de corazon🤍🌘 :
wouuuah🦋
2025-03-04 17:01:03
1
caro_olcrr
⭐ :
🥰
2025-05-01 07:46:45
0
adelie6709
Adelie :
🙏💯👌✨✨✨✨
2025-03-27 22:25:52
0
user8513426926051
user8513426926051doh :
j'attire
2025-03-12 06:37:27
0
To see more videos from user @la.laika0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SANGGAR BURUNG RUAI MENJADI WADAH PELESTARIAN BUDAYA DAYAK DIKOTA BANJARBARU Sanggar Burung Ruai menjadi salah satu wadah pelestarian budaya Dayak yang terus konsisten menampilkan karya seni. Sanggar yang berdiri sejak Februari 2020 ini diketuai oleh Alferina Rekcson, dan berawal hanya dari tiga orang anggota di masa pandemi Covid-19. “Awalnya hanya kami bertiga yang ingin tarian Dayak tetap ada, khususnya dalam acara pernikahan. Dari situlah Sanggar Burung Ruai terbentuk, meski mulanya belum memakai nama itu,” ungkap Alferina. Seiring waktu, minat generasi muda terhadap kesenian daerah semakin tumbuh. Banyak pelajar dan remaja dari berbagai daerah yang menempuh pendidikan di Banjarbaru bergabung untuk belajar sekaligus melestarikan budaya Dayak. Sanggar Burung Ruai kemudian resmi terdaftar di Dispora Banjarbaru dan kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah. “Puji Tuhan, kami mendapat dukungan penuh dari Dispora. Misi kami memang untuk memajukan dan mengenalkan budaya Dayak kepada masyarakat luas,” tambah Alferina. Tak hanya di Banjarbaru, sanggar ini juga mulai membuka pelatihan seni di Banjarmasin, termasuk untuk anak-anak usia dini. Salah satu pencapaian membanggakan, keterlibatan Sanggar Burung Ruai dalam film layar lebar Racun Sangga. “Awalnya kami diminta tampil menari saat Festival. Namun dalam waktu singkat, ternyata penampilan itu berlanjut menjadi bagian dari syuting film. Luar biasa sekali karena tarian asli Dayak yang kami bawakan sesuai dengan alur cerita film tersebut,” jelasnya. Pada Festival Seni dan Pawai Budaya Banjarbaru 2025 di Lapangan Murjani, Sanggar Burung Ruai kembali tampil memikat dengan berbagai kreasi, mulai dari fashion show hasil kolaborasi dengan Gusti Alia Collection, hingga tarian khas Dayak seperti tarian mandau dan penampilan alat musik sape. Alferina menegaskan, Sanggar Burung Ruai terbuka untuk kolaborasi serta terus mengembangkan kreativitas, termasuk merancang busana-busana tari dan kostum etnik. “Kami membawa semangat Dayak global, yakni gabungan Dayak Ma’anyan, Dayak Ngaju, dan Dayak Kalbar,” tutupnya.
SANGGAR BURUNG RUAI MENJADI WADAH PELESTARIAN BUDAYA DAYAK DIKOTA BANJARBARU Sanggar Burung Ruai menjadi salah satu wadah pelestarian budaya Dayak yang terus konsisten menampilkan karya seni. Sanggar yang berdiri sejak Februari 2020 ini diketuai oleh Alferina Rekcson, dan berawal hanya dari tiga orang anggota di masa pandemi Covid-19. “Awalnya hanya kami bertiga yang ingin tarian Dayak tetap ada, khususnya dalam acara pernikahan. Dari situlah Sanggar Burung Ruai terbentuk, meski mulanya belum memakai nama itu,” ungkap Alferina. Seiring waktu, minat generasi muda terhadap kesenian daerah semakin tumbuh. Banyak pelajar dan remaja dari berbagai daerah yang menempuh pendidikan di Banjarbaru bergabung untuk belajar sekaligus melestarikan budaya Dayak. Sanggar Burung Ruai kemudian resmi terdaftar di Dispora Banjarbaru dan kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah. “Puji Tuhan, kami mendapat dukungan penuh dari Dispora. Misi kami memang untuk memajukan dan mengenalkan budaya Dayak kepada masyarakat luas,” tambah Alferina. Tak hanya di Banjarbaru, sanggar ini juga mulai membuka pelatihan seni di Banjarmasin, termasuk untuk anak-anak usia dini. Salah satu pencapaian membanggakan, keterlibatan Sanggar Burung Ruai dalam film layar lebar Racun Sangga. “Awalnya kami diminta tampil menari saat Festival. Namun dalam waktu singkat, ternyata penampilan itu berlanjut menjadi bagian dari syuting film. Luar biasa sekali karena tarian asli Dayak yang kami bawakan sesuai dengan alur cerita film tersebut,” jelasnya. Pada Festival Seni dan Pawai Budaya Banjarbaru 2025 di Lapangan Murjani, Sanggar Burung Ruai kembali tampil memikat dengan berbagai kreasi, mulai dari fashion show hasil kolaborasi dengan Gusti Alia Collection, hingga tarian khas Dayak seperti tarian mandau dan penampilan alat musik sape. Alferina menegaskan, Sanggar Burung Ruai terbuka untuk kolaborasi serta terus mengembangkan kreativitas, termasuk merancang busana-busana tari dan kostum etnik. “Kami membawa semangat Dayak global, yakni gabungan Dayak Ma’anyan, Dayak Ngaju, dan Dayak Kalbar,” tutupnya.

About