@rogmediaent: #yesiimye #omusimyesirmesearchsemakula #mesearchsemakula #rogmediaent #fyp #foryoupage #viral #foryou

ROG MUSIC WORLD
ROG MUSIC WORLD
Open In TikTok:
Region: AE
Tuesday 18 March 2025 06:43:59 GMT
17704
306
43
113

Music

Download

Comments

prossyp5
prossyp5 :
wulira line gwe kituffu banno ba legend🥰🥰🥰
2026-01-08 17:10:35
2
stom266
Tebyassa Stellah :
nice one
2026-09-30 11:53:43
1
hussein.k072
Hussein k :
2026-05-08 21:56:25
0
asiimwe.angella7
Asiimwe Angella :
maziima webare ahooo wayimba 10 millions abesimisa your songs like papa
2025-11-06 17:09:14
1
rachealnick256
Rachealnick :
Wawooo nice song ❤️❤️❤️❤️
2025-04-09 15:04:41
0
am.blessed625
am blessed 🙏🙏 :
wow so lovely 🥰
2025-04-09 13:23:13
0
najjukoaminah4
Annet :
nice song dear
2025-04-09 19:44:08
2
love.pretty29
love pretty :
old is gold 👌👌
2025-04-09 11:53:44
0
hislastchoice3
HIS ❤️ LAST 💍 CHOICE 💍🦋🦋 :
blessings 🙏
2025-04-09 14:24:25
0
prettylillian1
pretty Lillian Rwankore 🐄 :
perfect
2025-04-09 11:37:53
0
shallynava25gmail.com1
SHARIFAH WA SHUQRAN :
much love dear wange
2025-04-09 17:07:34
0
degemoannet
nunt2 :
love 💕💕💕
2025-04-09 09:20:35
1
lmmy024
Immy wa Nnyonjo♥️ :
blessings
2025-04-09 12:35:29
0
me.u.ok
mamya sharik :
love 💕💕💕
2025-04-09 12:59:03
0
adyeeri94
blessed violet ❤️ :
lovely
2025-03-18 10:23:31
0
19daughter80
💜🐢Faddy'sDaughter.💙🪽 :
nice dear
2025-04-09 12:05:25
0
phiowabobi1
phiona🐥👠 :
Maziima
2025-04-09 23:42:58
0
hussein.k072
Hussein k :
2026-05-08 21:43:09
0
marvinyiga34
lowyerwabakadama mukisaoffic :
Blessings to
2025-04-09 08:45:20
0
prettylillian1
pretty Lillian Rwankore 🐄 :
fantastic
2025-03-18 19:42:56
0
tabbymouren182gmail.com
NaNa wa Kim 🇺🇬🇰🇷 :
nice 👍
2025-04-09 17:48:54
0
muwagunzijoanacatherine
🔱M🐎🦋TrinaJoJo♐️🎸🍎. :
Nice dear ❤️
2025-04-09 12:05:10
0
atiibwaats0
Atiibwa Ats Ati :
Much love
2025-04-09 11:24:22
0
nakateaminaamina0
Omumbeja wa jaaja🛖 :
mazima
2025-04-09 11:33:31
0
user97882412944477
🦋🥀💞🥂 :
😆
2025-07-30 18:39:18
0
To see more videos from user @rogmediaent, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pt 13: Malam acara jamuan relasi bisnis itu pun tiba. Suasana balal megah dipenuhi alunan musik klasik yang lembut, denting gelas kristal, dan deretan orang-orang berpengaruh dari dunia bisnis ternama. Edwards berdiri tegap dibalut jas hitam mahal yang terpotong sempurna menempel di tubuh tingginya. Wajahnya yang tampan terlihat dingin tanpa ekspresi, dengan manik mata tajam yang menatap datar ke arah kerumunan investor dan pengusaha kelas atas yang saling melempar senyum formalitas. Ia berdiri kokoh layaknya anak tunggal pewaris tunggal Vernandez.
pt 13: Malam acara jamuan relasi bisnis itu pun tiba. Suasana balal megah dipenuhi alunan musik klasik yang lembut, denting gelas kristal, dan deretan orang-orang berpengaruh dari dunia bisnis ternama. Edwards berdiri tegap dibalut jas hitam mahal yang terpotong sempurna menempel di tubuh tingginya. Wajahnya yang tampan terlihat dingin tanpa ekspresi, dengan manik mata tajam yang menatap datar ke arah kerumunan investor dan pengusaha kelas atas yang saling melempar senyum formalitas. Ia berdiri kokoh layaknya anak tunggal pewaris tunggal Vernandez. "Apakah ini Edwards, anakmu, Henry?" tanya salah satu pria berjas abu-abu dengan rambut beruban, melangkah mendekat seraya memegang gelas sampanye. Matanya menatap Edwards dari atas sampai bawah dengan binar tertarik. "Sudah makin dewasa dan terlihat makin tangguh. Saya mendengar rumor kurang menyenangkan soal kesehatanmu belakangan ini, tapi sepertinya kamu terlihat sangat sehat." Henry mengulas senyum tipis, senyum profesional yang sangat rapi dan penuh wibawa. "Tentu saja, Tuan Jatmiko. Edwards hanya mengalami kelelahan kecil beberapa hari lalu, tidak ada hal serius sama sekali," jawab Henry tenang, menutup rapat-rapat kenyataan bahwa putranya baru saja lolos dari maut. Henry lalu melirik Edwards, memberi sinyal terselubung. "Edwards, beri salam pada Tuan Jatmiko, salah satu investor utama kita." Edwards tidak langsung menjawab. Ia menatap pria paruh baya di hadapannya itu dengan sorot mata yang masih begitu datar dan dingin, membuat suasana hangat yang coba dibangun ayahnya mendadak sedikit kaku. "Selamat malam, Pak Jatmiko," ujar Edwards akhirnya. Suaranya rendah dan berat, menyahut dengan formalitas paling minim tanpa ada senyum sedikit pun di bibirnya. "Terima kasih atas perhatiannya." Carliana yang berdiri di samping Edwards perlahan mengusap lengan jas anaknya, memberikan tekanan lembut yang menyiratkan peringatan halus seraya melempar senyum anggun pada Jatmiko. "Edwards memang agak pendiam akhir-akhir ini," sela Carliana manis, mencoba mencairkan atmosfer dingin yang diciptakan putranya. "Mari, Tuan Jatmiko, kita nikmati acaranya." Setelah basa-basi memuakkan yang rasanya tak kunjung usai, seluruh undangan kelas atas akhirnya dipersilakan duduk di meja makan utama masing-masing. Beberapa pengusaha juga membawa anak-anak mereka yang sudah dewasa, yang sejak tadi sibuk menebar senyum dan mencari perhatian Edwards. Namun, Edwards sama sekali tidak menyentuh hidangan jamuan mewah di depannya. Sendok dan garpunya tetap bersih terlentang di samping piring. Cowok itu menyandarkan punggungnya, pandangannya sepenuhnya tertuju pada layar ponsel yang ia genggam di bawah meja. Jemarinya bergerak lincah, sibuk mengirimkan pesan demi pesan kepadamu. Edwards: 'Lo udah tidur?' Edwards: 'Gue muak banget di sini. Pengen pulang, pengen ketemu lo.' "Edwards," tegur Carliana setengah berbisik di sebelahnya, menyenggol pelan siku sang putra. "Simpan ponsel kamu. Enggak sopan main HP di depan relasi Papa." Edwards bahkan tidak mendongakkan kepala, hanya mendengus halus tanpa berniat mematikan layar ponselnya. Di seberang meja, Henry memperhatikan tingkah Edwards dengan raut wajah yang kian mengetat kaku. Ia mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja porselen, memberikan tatapan mengintimidasi yang sangat jelas pada putra tunggalnya itu. "Edwards," panggil Henry datar namun sarat akan ancaman. "Taruh ponselmu dan nikmati makan malammu. Jangan bikin malu keluarga di meja ini." Edwards melirik ayahnya dengan tatapan tajam dan dingin. Tanpa bersuara sedikit pun, ia perlahan mematikan layar ponselnya lalu menghempaskannya begitu saja ke atas tapak meja—menimbulkan bunyi 'thud' yang cukup nyaring di tengah keheningan. Sikap dingin dan tidak bersahabat yang ditunjukkan Edwards sejak tadi membuat beberapa relasi di meja itu menyadarinya. [lanjut💬] #POV #MARTIN #CORTIS #martinedwards

About