@7ww019: الجده سعود ربي يحفظها ويطول بعمرها

الاعلامي جوجل ❤️
الاعلامي جوجل ❤️
Open In TikTok:
Region: YE
Friday 21 March 2025 14:30:33 GMT
50957
1601
133
70

Music

Download

Comments

user5043326877019
- *๖ۣۜ♡سراب♡ ๖ۣۜ* :
الله يعطيها العافيه
2025-04-03 13:47:31
2
girl40600
امي يا روحي💔 :
اذا جات عدن بعطيهاهديه💔
2025-04-27 10:57:49
1
iugdfuzaa686
لانا🍂 :
اخذت قلبي🥹🥹الله يحفظها
2025-04-06 05:08:44
3
user4927820439447
ابو محسن الناخبي :
الله يحفظها ويطول في عمرها
2025-04-04 07:13:36
3
y_10.1999
عهد 💙 :
ربي يحفظها قسم بالله انهم العجايز جبر خاطر وجودهم بالبيت بركه وحياه🥺💙
2025-04-04 23:28:08
2
user6608431597798
امي جنتي ،🌹❤️😘 :
من فين هي من اي قريه 🥰
2025-04-04 23:16:24
1
user57932091530382
A H S :
الجدة سعدية افضل الله يطيل بعمرها ويخليها لكم
2025-04-05 10:38:49
2
adenaden328
ADEN ADEN :
الله يحفظها ويعطيها العافيه ويمد بعمرها والله انها عسل
2025-04-04 22:25:51
2
user5777184840619
عبدالرحمن اليهري :
مشاء الله عليش كل عام وانتي بالف خير وصحه وعافيه
2025-04-04 18:18:01
2
dyze9
✌آلَـيَـــــــــآفُــعٌـيَ✌ :
حرام اننا بعرف الجده سعود وانته 😂
2025-04-06 08:15:29
2
.9175983
عبد القادر الدولة917👑⚔️ :
الله يحفضها يارب
2025-04-07 05:26:22
2
mam67831
بصمة خير واثر طيب :
🥰الله يحفظها ويطول بعمرها وعافيتها ويكرمكم اكرموها وخلوها تدعي لكم ولنا
2025-05-12 12:24:52
1
hajfwh
🦌🦌 :
الله يحفضها
2025-04-26 08:19:31
1
user7462222613852
عاشقة الصمت النرجسيه :
الله يطول بعمرك
2025-04-15 05:23:20
1
user6608431597798
امي جنتي ،🌹❤️😘 :
لعيون جدتي سعود أحلى متابعه ❤️🥰
2025-04-04 23:17:16
1
user6608431597798
امي جنتي ،🌹❤️😘 :
ربي يحفظها ويطول عمرها ويحسن خاتمتها🥰❤️
2025-04-04 23:16:50
2
user6352551044996
حلم المستقبل :
يا عمر بنتابعك على شان الحجه سعود
2025-04-13 21:24:04
1
.yemen1637
꧁آنجولَهّ꧂ :
الله يسعدك ياسعود
2025-04-05 05:41:42
1
user3926542071346
ابو فهد :
منشان الجده سعود المتابعه
2025-04-06 10:59:52
1
user44139391966996
الدهشلي :
الله يحفظها ويطول بعمرها الحجة سعود محبوبه
2025-04-11 09:44:29
1
user2183324306686
احمد سعيد الجهوري :
الله يفظها ويطول بعمرها يارب العالمين
2025-04-04 22:30:21
1
fo352.2
♥آلَآسًطٌوُرَهِ آلَيَآفُعٌيَه♥ :
اللهم تقبل منا ومنكم صالح الاعمال
2025-04-06 08:31:17
1
abdurhem.monasser
Abdurhem monasser Al-klyby :
الله يطول بعمرها
2025-04-07 01:47:46
0
To see more videos from user @7ww019, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dari Perampok jalanan menjadi Seorang Ulama Kisah taubat Fudhail bin Iyadh merupakan sebuah kisah yang luar biasa. Bagaimana seorang perampok yang ditakuti, bisa menjadi takut dan kembali ingat kepada Allah setelah mendengar percakapan kafilah dagang yang takut kepadanya dan mendengarkan ayat Alquran. Padahal hari ini, banyak manusia –mungkin termasuk kita di dalamnya- adalah bukan seorang perampok, bukan juga orang yang dikenal sebagai penjahat atau orang yang terbiasa melakukan dosa secara terang-terangan, tetapi ketika mendengar ayat Alquran hati kita tidak bergetar, tidak mengingat dan mengagungkan Allah, nas’alullaha at-taufiq. Bagaimana kisah taubat seorang yang kemudian menjadi ulama besar ini. Seorang tetangga Fudhail bin Iyadh berkata, “Fudhail bin Iyadh adalah perampok (hebat) sehingga tidak memerlukan partner atau tim dalam merampok. Suatu malam dia pergi untuk merampok. Tak berapa lama ia pun bertemu dengan rombongan kafilah. Sebagian naggota kafilah itu berkata kepada yang lain, “Jangan masuk ke desa itu, karena di depan kita terdapat seorang perampok yang bernama Fudhail.” Fudhail yang mendengar percakapan anggota kafilah itu ternyata gemetar, dia tidak mengira bahwa orang-orang sampai setakut itu terhadap gangguan darinya, ia merasa betapa dirinya ini memberi mudharat dan bahaya bagi orang lain.  Fudhail pun berkata, “Wahai kafilah, akulah Fudhail, lewatlah kalian. Demi Allah, aku berjanji (berusaha) tidak lagi bermaksiat kepada Allah selama-lamanya.” Sejak saat itu Fudhail meninggalkan dunia hitam yang telah ia geluti itu. Dikisahkan dari jalur riwayat yang lain, ada tambahan kisah bahwa Fudhail menerima kafilah tersebut sebagai tamunya pada malam itu. Dia berkata, “Kalian aman dari Fudhail.” Lalu Fudhail mencari makanan untuk ternak mereka.  Manakala dia pulang, dia mendengar seseorang membaca ayat, أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَمَانَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَيَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadid: 16) Mendengar ayat tersebut Fudhail berkomentar, “Berita-berita kami ditampakkan! Jika Engkau menampakkan keadaan kami, maka apa yang kami sembunyikan pasti akan terlihat dan kami akan malu. Jika Engkau menampakkan amalan kami, maka kami akan celaka karena adzab-Mu.” Dan aku (tetangga Fudhail) mendengarnya mengatakan, “Kamu berhias untuk manusia, berdandan untuk mereka, dan kamu terus berbuat riya’, sehingga mereka mengenalmu sebagai seorang yang shaleh. Mereka menunaikan kebutuhanmu, melapangkan tempat dudukmu (menyambutmu), dan bermuamalah denganmu karena mereka salah duga. Keadaanmu benar-benar buruk jika demikian adanya.” Aku juga mendengarnya mengatakan, “Jika kamu mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah. Kamu tidak rugi walaupun tidak dikenal, dan kamu tidak rugi walaupun kamu tidak dipuji. Kamu tidak rugi walaupun kamu tercela di mata manusia, asalkan di mata Allah kamu selalu terpuji.” Pelajaran : Seorang yang terbiasa melakukan perbuatan dosa, maka hatinya akan menghitam sehingga sulit menerima hidayah. Namun terkadang, ada sedikit celah di hatinya yang belum tertutup dengan gelapnya maksiat. Apabila ia gunakan bagian kecil ini untuk merenungkan dan mengingat kekuasaan Allah, maka Allah akan bersihkan hatinya dari noda-noda hitam dosa kemaksiatan. Sebaliknya, apabila ia tetap menuruti hawa nafsunya, maka hati tersebut semakin menghitam dan lama-kelamaan akan mati dan tidak menerima hidayah. Sumber: at-Tawwabin oleh Imam Ibnu Qudamah https://kisahmuslim.com/3718-taubatnya-fudhail-bin-iyad
Dari Perampok jalanan menjadi Seorang Ulama Kisah taubat Fudhail bin Iyadh merupakan sebuah kisah yang luar biasa. Bagaimana seorang perampok yang ditakuti, bisa menjadi takut dan kembali ingat kepada Allah setelah mendengar percakapan kafilah dagang yang takut kepadanya dan mendengarkan ayat Alquran. Padahal hari ini, banyak manusia –mungkin termasuk kita di dalamnya- adalah bukan seorang perampok, bukan juga orang yang dikenal sebagai penjahat atau orang yang terbiasa melakukan dosa secara terang-terangan, tetapi ketika mendengar ayat Alquran hati kita tidak bergetar, tidak mengingat dan mengagungkan Allah, nas’alullaha at-taufiq. Bagaimana kisah taubat seorang yang kemudian menjadi ulama besar ini. Seorang tetangga Fudhail bin Iyadh berkata, “Fudhail bin Iyadh adalah perampok (hebat) sehingga tidak memerlukan partner atau tim dalam merampok. Suatu malam dia pergi untuk merampok. Tak berapa lama ia pun bertemu dengan rombongan kafilah. Sebagian naggota kafilah itu berkata kepada yang lain, “Jangan masuk ke desa itu, karena di depan kita terdapat seorang perampok yang bernama Fudhail.” Fudhail yang mendengar percakapan anggota kafilah itu ternyata gemetar, dia tidak mengira bahwa orang-orang sampai setakut itu terhadap gangguan darinya, ia merasa betapa dirinya ini memberi mudharat dan bahaya bagi orang lain. Fudhail pun berkata, “Wahai kafilah, akulah Fudhail, lewatlah kalian. Demi Allah, aku berjanji (berusaha) tidak lagi bermaksiat kepada Allah selama-lamanya.” Sejak saat itu Fudhail meninggalkan dunia hitam yang telah ia geluti itu. Dikisahkan dari jalur riwayat yang lain, ada tambahan kisah bahwa Fudhail menerima kafilah tersebut sebagai tamunya pada malam itu. Dia berkata, “Kalian aman dari Fudhail.” Lalu Fudhail mencari makanan untuk ternak mereka. Manakala dia pulang, dia mendengar seseorang membaca ayat, أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَمَانَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَيَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadid: 16) Mendengar ayat tersebut Fudhail berkomentar, “Berita-berita kami ditampakkan! Jika Engkau menampakkan keadaan kami, maka apa yang kami sembunyikan pasti akan terlihat dan kami akan malu. Jika Engkau menampakkan amalan kami, maka kami akan celaka karena adzab-Mu.” Dan aku (tetangga Fudhail) mendengarnya mengatakan, “Kamu berhias untuk manusia, berdandan untuk mereka, dan kamu terus berbuat riya’, sehingga mereka mengenalmu sebagai seorang yang shaleh. Mereka menunaikan kebutuhanmu, melapangkan tempat dudukmu (menyambutmu), dan bermuamalah denganmu karena mereka salah duga. Keadaanmu benar-benar buruk jika demikian adanya.” Aku juga mendengarnya mengatakan, “Jika kamu mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah. Kamu tidak rugi walaupun tidak dikenal, dan kamu tidak rugi walaupun kamu tidak dipuji. Kamu tidak rugi walaupun kamu tercela di mata manusia, asalkan di mata Allah kamu selalu terpuji.” Pelajaran : Seorang yang terbiasa melakukan perbuatan dosa, maka hatinya akan menghitam sehingga sulit menerima hidayah. Namun terkadang, ada sedikit celah di hatinya yang belum tertutup dengan gelapnya maksiat. Apabila ia gunakan bagian kecil ini untuk merenungkan dan mengingat kekuasaan Allah, maka Allah akan bersihkan hatinya dari noda-noda hitam dosa kemaksiatan. Sebaliknya, apabila ia tetap menuruti hawa nafsunya, maka hati tersebut semakin menghitam dan lama-kelamaan akan mati dan tidak menerima hidayah. Sumber: at-Tawwabin oleh Imam Ibnu Qudamah https://kisahmuslim.com/3718-taubatnya-fudhail-bin-iyad

About