@lacasadelabrujamx: ¿habías oído hablar de esta técnica? #magia #magic #herbolariamágica #magiktok #laurel #dafnomancia #adivinacion #magiaverde #apolo #profecia #ritual #ritualesmagicos #plantasmagicas

La casa de la Bruja
La casa de la Bruja
Open In TikTok:
Region: MX
Wednesday 26 March 2025 14:57:14 GMT
2457
138
3
14

Music

Download

Comments

alejandragrillacar
Alejandragrillacar :
Nunca lo había escuchado, me parece muy interesante! Gracias 🙏🏻
2025-03-26 15:08:20
1
eddislacruz
Eme_lck :
muy hermoso
2025-06-03 13:03:01
0
elizabethdevecchi
sabrá Dios :
❤️
2025-03-26 17:02:44
1
To see more videos from user @lacasadelabrujamx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV || Kamu adalah anak dari keluarga kaya raya, hidup bergelimang harta. Namun semua itu seakan tak berarti ketika ayahmu memutuskan untuk menjodohkanmu dengan seorang anak yang masih bersekolah, berasal dari keluarga sederhana. Dia adalah Jungwon. tampan, tinggi, berkulit putih, tapi juga memiliki sisi imut yang sulit diabaikan. “Pa, aku gak mau dijodohin sama bocah ingusan kayak gitu. Lagian aku udah punya pacar,” ucapmu berbohong. “gak ada alasan. Besok sore kita bakal bertemu mereka di kafe dekat kantor,” jawab ayahmu tegas. “Kamu jangan coba-coba nolak. Kalau berani, kartu, mobil, semua fasilitas akan Papa cabut,” ucapnya dingin sebelum beranjak pergi. __ Hari itu akhirnya datang juga. Semua terasa begitu cepat, tanpa sempat kamu cerna. Dari pertemuan di kafe, lamaran singkat, sampai sekarang… kamu resmi jadi istri Jungwon. Pernikahanmu mewah, penuh tamu undangan penting. Bagi orang lain, mungkin ini pernikahan impian. Tapi buatmu, ini lebih seperti “perjanjian bisnis” antara dua keluarga. Di kamar pengantin, kamu duduk di ujung ranjang dengan gaun putih yang sudah terasa berat, sambil menunduk. Jungwon masuk dengan kemeja putih sederhana, wajahnya tetap tenang seperti biasa. “Kita udah sah, Ka,” katanya pelan. Kamu mendengus kecil, enggan menatapnya.  “Gue tau. Tapi jangan salah paham. Gue nikah sama lo cuma karena Papa maksa. Jangan pernah pikir gue bakal suka sama lo.” Jungwon diam sejenak, Ia mendekat, lalu duduk di kursi dekat ranjang. “Aku nggak pernah minta pernikahan ini. Jadi lo tenang aja. Gue nggak akan ganggu hidup lo. Tapi satu hal… jangan pernah rendahin gue atau keluarga gue lagi.” Kamu menoleh cepat, agak kaget dengan nada seriusnya. Aura dingin dari Jungwon membuatmu tanpa sadar terdiam. Dia kemudian berdiri, melepas dasinya, lalu menatapmu sekali lagi. “Mulai hari ini… kita suami istri. Suka gak suka, lo harus belajar jalanin. Dan gue harap lo bisa jaga omongan lo, Ka. Karena gue nggak selamanya bisa sabar.” Kamu tercekat. Untuk pertama kalinya, kamu sadar kalau Jungwon yang terlihat tenang dan imut itu punya sisi yang bikin merinding kalau udah serius. Malam semakin larut. Kamar hotel tempat kalian menginap begitu mewah, tapi justru terasa asing. Kamu masih duduk di ujung ranjang, memeluk diri sendiri, sementara Jungwon sibuk membereskan dasinya di meja rias. Keheningan panjang tercipta. Hanya terdengar detak jam dan hembusan AC. “Lo bisa tidur duluan. Gue bakal tidur di sofa,” ucap Jungwon tiba-tiba, nada suaranya datar tapi tetap sopan. Kamu menoleh, sedikit terkejut. “Hah? Lo serius mau tidur di sofa? Itu gak nyaman, tau.” Dia mengangkat bahu, menyalakan lampu kecil di meja. “Gue udah bilang, gue nggak mau ganggu lo. Jadi santai aja.
POV || Kamu adalah anak dari keluarga kaya raya, hidup bergelimang harta. Namun semua itu seakan tak berarti ketika ayahmu memutuskan untuk menjodohkanmu dengan seorang anak yang masih bersekolah, berasal dari keluarga sederhana. Dia adalah Jungwon. tampan, tinggi, berkulit putih, tapi juga memiliki sisi imut yang sulit diabaikan. “Pa, aku gak mau dijodohin sama bocah ingusan kayak gitu. Lagian aku udah punya pacar,” ucapmu berbohong. “gak ada alasan. Besok sore kita bakal bertemu mereka di kafe dekat kantor,” jawab ayahmu tegas. “Kamu jangan coba-coba nolak. Kalau berani, kartu, mobil, semua fasilitas akan Papa cabut,” ucapnya dingin sebelum beranjak pergi. __ Hari itu akhirnya datang juga. Semua terasa begitu cepat, tanpa sempat kamu cerna. Dari pertemuan di kafe, lamaran singkat, sampai sekarang… kamu resmi jadi istri Jungwon. Pernikahanmu mewah, penuh tamu undangan penting. Bagi orang lain, mungkin ini pernikahan impian. Tapi buatmu, ini lebih seperti “perjanjian bisnis” antara dua keluarga. Di kamar pengantin, kamu duduk di ujung ranjang dengan gaun putih yang sudah terasa berat, sambil menunduk. Jungwon masuk dengan kemeja putih sederhana, wajahnya tetap tenang seperti biasa. “Kita udah sah, Ka,” katanya pelan. Kamu mendengus kecil, enggan menatapnya. “Gue tau. Tapi jangan salah paham. Gue nikah sama lo cuma karena Papa maksa. Jangan pernah pikir gue bakal suka sama lo.” Jungwon diam sejenak, Ia mendekat, lalu duduk di kursi dekat ranjang. “Aku nggak pernah minta pernikahan ini. Jadi lo tenang aja. Gue nggak akan ganggu hidup lo. Tapi satu hal… jangan pernah rendahin gue atau keluarga gue lagi.” Kamu menoleh cepat, agak kaget dengan nada seriusnya. Aura dingin dari Jungwon membuatmu tanpa sadar terdiam. Dia kemudian berdiri, melepas dasinya, lalu menatapmu sekali lagi. “Mulai hari ini… kita suami istri. Suka gak suka, lo harus belajar jalanin. Dan gue harap lo bisa jaga omongan lo, Ka. Karena gue nggak selamanya bisa sabar.” Kamu tercekat. Untuk pertama kalinya, kamu sadar kalau Jungwon yang terlihat tenang dan imut itu punya sisi yang bikin merinding kalau udah serius. Malam semakin larut. Kamar hotel tempat kalian menginap begitu mewah, tapi justru terasa asing. Kamu masih duduk di ujung ranjang, memeluk diri sendiri, sementara Jungwon sibuk membereskan dasinya di meja rias. Keheningan panjang tercipta. Hanya terdengar detak jam dan hembusan AC. “Lo bisa tidur duluan. Gue bakal tidur di sofa,” ucap Jungwon tiba-tiba, nada suaranya datar tapi tetap sopan. Kamu menoleh, sedikit terkejut. “Hah? Lo serius mau tidur di sofa? Itu gak nyaman, tau.” Dia mengangkat bahu, menyalakan lampu kecil di meja. “Gue udah bilang, gue nggak mau ganggu lo. Jadi santai aja." Kamu terdiam. Ada bagian kecil di hatimu yang nggak rela, tapi gengsi menahannya. Akhirnya kamu hanya mendengus pelan. “Terserah lo.” Jungwon berjalan ke arah sofa, lalu berbaring. Tapi sebelum memejamkan mata, dia sempat berkata pelan, hampir tak terdengar. “Gue tau lo gak mau nikah sama gue… tapi mulai sekarang, lo tetep tanggung jawab gue, Ka.” Kalimat itu menancap dalam, bikin kamu sulit memalingkan pandangan. Dari punggungnya yang terbujur di sofa, kamu bisa lihat sebenarnya dia gak main-main soal janji itu. Untuk pertama kalinya, kamu mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Bukan benci, bukan marah, tapi lebih ke rasa penasaran… siapa sebenarnya Jungwon di balik sikap dingin dan kata-katanya yang terukur itu? Keesokan harinya, suasana rumah barumu begitu hening. Rumah besar itu dipenuhi dekorasi mewah, tapi terasa dingin karena kamu dan Jungwon hampir gak bicara. Pagi-pagi, kamu turun ke ruang makan dengan wajah masih setengah ngantuk. Di meja, sudah ada sarapan yang terhidang rapi. Kamu mendengus kecil. Pasti kerjaan pelayan, pikirmu. Tapi ternyata Jungwon duduk di kursi ujung meja, masih dengan seragam sekolahnya. “Kalo lo mau sarapan, makan sekarang aja, Abis ini gue berangkat sekolah,” katanya. “Lo yang nyiapin ini? ( lanjut di komen) #pov #enhypenedit #jungwon #jungwonpov #fyp

About