Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@zin.zin.hmawe: #Ca#pcut_edit✨🙌🙏 pCut #ချစ်တဲ့စိတ်လေးနဲ့ကြည့်ပေးပါနော်😘😘😘😘 #ထားဝယ်သူလေးပါနော်🇲🇲 #အမြင်များပြီးချစ်ကျွမ်းဝင်သွားအောင်ပါ #ချစ်ရင်copyယူသွာနော် #ချစ်ရင်အသဲပေး💖 #ထားဝယ်သူလေးပါနော်🇲🇲
ขี💞
Open In TikTok:
Region: TH
Wednesday 26 March 2025 15:20:56 GMT
252
69
2
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.36MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.36MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
👀 :
🤭🤭🤭
2025-03-27 00:23:51
1
To see more videos from user @zin.zin.hmawe, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#buon
Yurakni nima dep ovutay❤️⁉️🥹#rekkkkkkkk🤍 #reekkkkkk❤ #rekomindatsiya #navruzjan_tadjik #navruz_jan
Oufly ba fadiar 😂😂@Oufly dofou rio bi💪🐣🐥 @khassim borom yeumbeul 🇬🇫🩸
How Ronaldo is getting treated right now
ADZAN YANG DIRINDUKAN Sepeninggal Rasulullah SAW, Sayidina Bilal radhiyallahu 'anhu pernah bermimpi bertemu Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam. Pada waktu itu beliau tinggal di Syam. Dalam mimpi itu, Baginda shollallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Wahai Bilal, kezaliman seperti apa ini? Apakah belum tiba waktunya untuk menziarahiku?" Sayidina Bilal radhiyallahu 'anhu terjaga dari tidurnya. Beliau bergegas bangun dalam keadaan merasa takut, sedih, dan risau. Beliau kemudian langsung menuju ke Madinah dengan menunggang unta sambil masih meredakan kesedihannya demi menziarahi makam Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam. Mendengar berita kedatangan Sayidina Bilal radhiyallahu 'anhu itu, Sayidina Hasan dan Sayidina Husain radhiyallahu 'anhuma langsung bertemu beliau. Kedua cucu Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam yang mulia ini memohon kepada Sayidina Bilal radhiyallahu 'anhu untuk mengumandangkan adzan sebagaimana kebiasaannya pada zaman Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam masih ada. Demi memenuhi permintaan cucu-cucu Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, walau dengan rasa agak berat hati, Sayidina Bilal radhiyallahu 'anhu setuju untuk mengumandangkan azan. Saat suara merdu itu berkumandang, penduduk di Madinah yang laki-laki ataupun perempuan mendengar seruan adzan Sayidina Bilal radhiyallahu 'anhu itu masing-masing keluar dari rumah mereka dengan hati yang pilu, rindu dan menangis. Seruan adzan itu menggetarkan setiap hati mereka. Kesedihan mereka memuncak. Kerinduan mereka tak tertahankan. Ingatan mereka kembali pada zaman Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam masih ada bersama. صلى الله عليك يا حبيبي يا رسول الله و سلم Yaa Rasulullah.. Umatmu yang tidak pernah bersua wajah ini pun turut memendam rindu kepadamu. Ingin benar bertemu denganmu, menatapmu, mengecup dahi dan kedua tanganmu yang mulia.#Allahummashollialasayyidinamuhammad #fyppppppppppppppppppppppp
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy