@makjavi: ngl i like the tall flip overs too tho🤣 @Ashinehair US #vacationhair#curlyhair#flipover#quickweave#ashinebundles#fyp#tiktokshopspringsale

Javi
Javi
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 30 March 2025 03:45:58 GMT
5351
110
10
3

Music

Download

Comments

wavymyhair_official
Wavymyhair :
Slayyyy, r u interested in a half wig collab? You're gonna love it!
2025-04-21 08:33:15
0
xoxo_tori2
N 🫦🍒 :
This must be my sign to buy some deep wave bundles 😂😍
2025-03-30 16:54:15
0
alipearlhair_official
alipearlhair_official :
Hi dear could u check ur messages for a collab 🥰
2025-04-01 07:24:12
0
tywoo_
woowoo :
😍😍😍
2025-04-27 17:39:26
0
laaylaayyyy
Laay 🫧🩷 :
😍😍😍
2025-04-12 03:53:59
0
vshowhair
VSHOW HAIR :
pretty ,collab ?
2025-04-09 08:55:44
0
fashion_store_99i
Fashion_Store_90Ibar :
PRETTY GIRL ❤️👌! Can we send you some lovely Human Hair Wigs, Clothes, Jewelry, Sunglasses, bikinis, Nakeless and other stuff from our website FOR FR
2025-05-01 15:12:56
0
vincy.036
vincy.036 :
What length plssss
2025-03-31 01:46:46
0
To see more videos from user @makjavi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

. Yang jelas upaya untuk memenuhi biaya pendidikan dasar dan mendapatkan layanan kesehatan di negara yang konon katanya gemah ripah loh jinawi dan sebentar lagi merayakan kemerdekaannya yang ke 81 tahun ini, fakta masih jauh panggang dari api, bahkan musti dibayar mahal meskipun harus mempertaruhkan nyawa demi anak bisa sekolah. Miris ! Padahal dalam UU Dasar jelas disebutkan, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya. Sementara menurut data Kemendikdasmen tercatat 967.269 anak mengalami putus sekolah dari total 3,9 juta anak Indonesia dalam kondisi tidak bersekolah.  Disisi lain maraknya kasus penolakan dan pemulangan paksa para pasien BPJS Kesehatan oleh pihak rumah sakit sebagaimana disampaikan Ombudsman RI, adalah cerminan bobroknya permasalahan mutu layanan jaminan kesehatan kita, terjadi ditengah berbagai skandal mega korupsi yang bernilai sangat fantastis. Dalam kondisi seperti itu, jangankan berharap kepada pemerintah, berharap kepada bapak ibu para wakil rakyat yang terhormat yang digaji tinggi plus berbagai fasilitas itupun untuk memperjuangkan nasib jutaan anak bangsa, tak juga bisa diharapkan. Untunglah pagar Senayan tu tinggi, kalau tidak mungkin dah lama hangus. Maka, dengan kondisi ini lagi - lagi pemerintah berhutang budi dengan ummat Islam yang ada di negeri ini, kalaulah bukan karena zakat, wakaf, infaq dan sedekah, maka berbagai fenomena sosial yang ada masyarakat tersebut, tentu akan menimbulkan ketidakstabilan di negeri ini. Maka, jangan sampai pengelolaan kotak amal diserahkan kepada pemerintah. Punah ! Dalam sebuah diskusi ringan bersama beberapa orang jamaah ba'da sholat Jum'at membahas fenomena sosial tersebut diatas. Maka sudah saatnya ummat Islam untuk tidak lagi terlalu berharap kepada pemerintah dengan cara memperkuat zakat, wakaf, infaq dan sedekah guna memperhatikan kondisi sosial ditengah - tengah masyarakat.  Kita skip dulu peran pemerintah yang tengah sibuk mencari anggaran untuk program MBG yang tidak lagi diperbolehkan menggerogoti anggaran pendidikan. Maka contoh kecil tradisi saling berbagi pada Jum'at berkah merupakan hal sangat baik dan perlu diterapkan disetiap mesjid dari Sabang sampai Merauke.   Selengkapnya klik Nasib Anak Bangsa Setelah 81 Tahun Indonesia Merdeka https://membumi.com/2026/08/04/nasib-anak-bangsa-setelah-81-tahun-indonesia-merdeka/ #indonesia #merdeka
. Yang jelas upaya untuk memenuhi biaya pendidikan dasar dan mendapatkan layanan kesehatan di negara yang konon katanya gemah ripah loh jinawi dan sebentar lagi merayakan kemerdekaannya yang ke 81 tahun ini, fakta masih jauh panggang dari api, bahkan musti dibayar mahal meskipun harus mempertaruhkan nyawa demi anak bisa sekolah. Miris ! Padahal dalam UU Dasar jelas disebutkan, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya. Sementara menurut data Kemendikdasmen tercatat 967.269 anak mengalami putus sekolah dari total 3,9 juta anak Indonesia dalam kondisi tidak bersekolah. Disisi lain maraknya kasus penolakan dan pemulangan paksa para pasien BPJS Kesehatan oleh pihak rumah sakit sebagaimana disampaikan Ombudsman RI, adalah cerminan bobroknya permasalahan mutu layanan jaminan kesehatan kita, terjadi ditengah berbagai skandal mega korupsi yang bernilai sangat fantastis. Dalam kondisi seperti itu, jangankan berharap kepada pemerintah, berharap kepada bapak ibu para wakil rakyat yang terhormat yang digaji tinggi plus berbagai fasilitas itupun untuk memperjuangkan nasib jutaan anak bangsa, tak juga bisa diharapkan. Untunglah pagar Senayan tu tinggi, kalau tidak mungkin dah lama hangus. Maka, dengan kondisi ini lagi - lagi pemerintah berhutang budi dengan ummat Islam yang ada di negeri ini, kalaulah bukan karena zakat, wakaf, infaq dan sedekah, maka berbagai fenomena sosial yang ada masyarakat tersebut, tentu akan menimbulkan ketidakstabilan di negeri ini. Maka, jangan sampai pengelolaan kotak amal diserahkan kepada pemerintah. Punah ! Dalam sebuah diskusi ringan bersama beberapa orang jamaah ba'da sholat Jum'at membahas fenomena sosial tersebut diatas. Maka sudah saatnya ummat Islam untuk tidak lagi terlalu berharap kepada pemerintah dengan cara memperkuat zakat, wakaf, infaq dan sedekah guna memperhatikan kondisi sosial ditengah - tengah masyarakat. Kita skip dulu peran pemerintah yang tengah sibuk mencari anggaran untuk program MBG yang tidak lagi diperbolehkan menggerogoti anggaran pendidikan. Maka contoh kecil tradisi saling berbagi pada Jum'at berkah merupakan hal sangat baik dan perlu diterapkan disetiap mesjid dari Sabang sampai Merauke. Selengkapnya klik Nasib Anak Bangsa Setelah 81 Tahun Indonesia Merdeka https://membumi.com/2026/08/04/nasib-anak-bangsa-setelah-81-tahun-indonesia-merdeka/ #indonesia #merdeka

About