@enricosvsr: my straight hair is genetic since i born #curtain #blowout #haircut #fyp

svester
svester
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 30 March 2025 17:02:19 GMT
3138392
80947
617
6633

Music

Download

Comments

aishxcxxalt
Yuuto <3 :
not lucky to be born with 2A hair
2025-09-12 09:51:16
49
divine09660
•Divine ^ , yamada | ✓ :
I'll try look
2026-09-17 10:19:05
0
si_wala12
esprikitiks :
I tried it didn't work
2026-07-29 06:34:08
32
mon0sodiumglutamate
mf :
what kind of clay bro
2025-04-01 04:19:58
0
dalto.n0011
yoshii.⁰ :
hair type?
2026-08-26 21:48:44
0
relokiri
relokiri :
bro it's Detective Hwang
2025-07-12 04:04:50
54
pipecleanerman
Hocus :
Blessed to be born with natural curtains
2026-08-06 09:09:41
1
zyk3xm
Zyke :
my hair literally the whole day without doing any of that
2025-03-31 03:59:45
56
kidthol
Kithoooll끼톨 :
rambut orang bisa gitu ya, rambut gua kalo dah kering gak bisa dirubah posisinya😅
2025-03-31 00:45:58
412
wonggravy
Butch :
give me some of your genetics🙏
2025-03-30 19:17:08
475
_kenzorblx
kenjiro :
Answer my question please, is it airproof?, cause i use my motorcycle all day 😭
2025-09-15 10:52:15
3
br3aking.r3al1tyy
࿏ 𝔪𝔢𝔱𝔞𝔩 ࿏ :
Bro that’s my natural hair but with no texture
2025-05-22 02:01:00
5
theambut
THEAMBUT :
the worst enemy is wind 😃 🌬️
2025-05-17 22:33:54
7
hakdogrn
Shiro :
ano goods na gupit para sa straight hair?
2025-03-31 13:40:21
1
shenxjnw
shenxjnw :
For 1 sec i see player 333 i swear
2025-05-12 09:15:19
5
hanku.ip
𝐻𝒶𝓃𝓀𝓊 :
A mí se me hace natural solo de un lado, pero del otro lado es tan lacio que aunque lo intente peinar o cualquier cosa siempre termina lacio hacia abajo y sin forma 😔
2025-04-26 20:29:19
7
anjayuvwona
PESAN KHUSUS🥊🀄 :
2026-07-10 07:09:02
1
arken.zio5
kenzz? :
yah gw GK ada hairdryer
2026-07-04 15:17:41
0
clippergerryanodv
zennchillguy :
gw curtain jg tapi ga simetris, yg kiri lebih cakep rambutnya, yg kanan sesuai mood2an😹
2025-04-15 17:15:55
19
alyesssir
all :
jidat gw lebar ga cocok belah tengah
2025-04-03 11:24:44
9
nazar_ganss18
Ahmd_Nzarudiin18 :
Clay itu Pomade bukan sie??
2025-05-15 08:58:39
1
nethanjoeldeirio
It'sMeNethan :
haircut name please
2025-09-07 06:56:35
2
daily.life936
bigdihrandy :
wha clay🤨
2025-04-23 02:46:27
4
vanzfushi
v :
spill hair care nya bg
2025-03-31 04:02:21
4
lumpianggggg_shanghaiiii
rennnnn :
how do you get your hair that healthy I don't wanna buzz🙏
2025-03-31 07:29:54
1
To see more videos from user @enricosvsr, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KH Achmad Siddiq merupakan ulama progresif di zamannya. Ia lahir sebagai putra bungsu dari pasangan KH Muhammad Siddiq dengan Nyai Maryam. Kiai Achmad lahir di Talangsari, Jember, Jawa Timur pada 10 Rajab 1344 H/24 Januari 1926. Sejak kecil, ia telah mendalami pengetahuan agamanya di dalam pesantren yang diasuh orang tuanya. Hal itu dilakukan sembari belajar di Sekolah Rakyat Islam di Jember. Kiai Achmad Siddiq melanjutkan studinya dengan mengaji di Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Saat mondok itu, ia seangkatan dengan KH Sullam Samsun, KH Munasir Ali, dan KH Muchit Muzadi. beliau menikah pada 23 Juni 1947 dengan seorang wanita bernama Solehah yang kemudian meninggal tahun 1955. Kemudian, ia menikah kembali dengan Nyai Nihayah. Ia dikaruniai 13 putra-putri, tetapi dua di antaranya meninggal. Kiai Achmad Siddiq terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar Ke-27 NU di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Asembagus, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur pada tahun 1984. Ia ditunjuk bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum PBNU oleh KH As'ad Syamsul Arifin selaku Ahlul Halli wal Aqdi. Sebagai pemegang otoritas tertinggi di NU, Kiai Achmad tentu bukanlah orang sembarangan. Ia memiliki pengalaman yang kaya. Ia pernah menjadi anggota DPR RI pada Pemilu tahun 1955. KH Achmad Siddiq juga menuangkan gagasannya dalam bentuk karya tulis yang telah diterbitkan, antara lain: 1. Pedoman berpikir Nahdlatul Ulama (FOSSNU Jatim, 1969) 2. Khittah Nahdliyyah (terbit pertama di Jember, April 1979) 3. Islam Pancasila dan Ukhuwah Islamiyah (wawancara dengan Fahmi D. Saifuddin, LTNNU, 1985) 4. Pemikiran KH Achmad Siddiq (Aula, 1992) 5. Al-Hajj Ahmad Shiddiq al-Maulud fi Jimbar (tanpa tahun) 6. Dzikru al-Ghafilin liman Ahabba an Yasraha maa al-Auluya wa ash-Shalihin Majmuah (tanpa tahun) 7. Achmad Shiddiq al-Aurad fi al-Ma'had al-Islami ash-Shiddiqi Majmu'ah (1412 H).  Trilogi Ukhuwah dan Khittah Nahdliyah Gagasan penting KH Achmad Siddiq adalah pembuatan istilah-istilah persaudaraan untuk merekatkan sekaligus menata hubungan manusia dalam perspektif keagaaman Islam. Istilah-istilah tersebut yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga negara), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Tiga istilah yang kemudian dikenal dengan trilogi ukhuwah. Kiai Achmad Siddiq wafat di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya pada 23 Januari 1991 dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Aulia di Desa Mojo, Kediri atas permintaan KH Hamim Tohari Djazuli Ploso Kediri saat masih hidupnya. #mbahahmadsiddiq  #khahmadshiddiqjember  #ulama  #ulamaindonesia  #ulamanusantara
KH Achmad Siddiq merupakan ulama progresif di zamannya. Ia lahir sebagai putra bungsu dari pasangan KH Muhammad Siddiq dengan Nyai Maryam. Kiai Achmad lahir di Talangsari, Jember, Jawa Timur pada 10 Rajab 1344 H/24 Januari 1926. Sejak kecil, ia telah mendalami pengetahuan agamanya di dalam pesantren yang diasuh orang tuanya. Hal itu dilakukan sembari belajar di Sekolah Rakyat Islam di Jember. Kiai Achmad Siddiq melanjutkan studinya dengan mengaji di Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Saat mondok itu, ia seangkatan dengan KH Sullam Samsun, KH Munasir Ali, dan KH Muchit Muzadi. beliau menikah pada 23 Juni 1947 dengan seorang wanita bernama Solehah yang kemudian meninggal tahun 1955. Kemudian, ia menikah kembali dengan Nyai Nihayah. Ia dikaruniai 13 putra-putri, tetapi dua di antaranya meninggal. Kiai Achmad Siddiq terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar Ke-27 NU di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Asembagus, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur pada tahun 1984. Ia ditunjuk bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum PBNU oleh KH As'ad Syamsul Arifin selaku Ahlul Halli wal Aqdi. Sebagai pemegang otoritas tertinggi di NU, Kiai Achmad tentu bukanlah orang sembarangan. Ia memiliki pengalaman yang kaya. Ia pernah menjadi anggota DPR RI pada Pemilu tahun 1955. KH Achmad Siddiq juga menuangkan gagasannya dalam bentuk karya tulis yang telah diterbitkan, antara lain: 1. Pedoman berpikir Nahdlatul Ulama (FOSSNU Jatim, 1969) 2. Khittah Nahdliyyah (terbit pertama di Jember, April 1979) 3. Islam Pancasila dan Ukhuwah Islamiyah (wawancara dengan Fahmi D. Saifuddin, LTNNU, 1985) 4. Pemikiran KH Achmad Siddiq (Aula, 1992) 5. Al-Hajj Ahmad Shiddiq al-Maulud fi Jimbar (tanpa tahun) 6. Dzikru al-Ghafilin liman Ahabba an Yasraha maa al-Auluya wa ash-Shalihin Majmuah (tanpa tahun) 7. Achmad Shiddiq al-Aurad fi al-Ma'had al-Islami ash-Shiddiqi Majmu'ah (1412 H). Trilogi Ukhuwah dan Khittah Nahdliyah Gagasan penting KH Achmad Siddiq adalah pembuatan istilah-istilah persaudaraan untuk merekatkan sekaligus menata hubungan manusia dalam perspektif keagaaman Islam. Istilah-istilah tersebut yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga negara), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Tiga istilah yang kemudian dikenal dengan trilogi ukhuwah. Kiai Achmad Siddiq wafat di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya pada 23 Januari 1991 dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Aulia di Desa Mojo, Kediri atas permintaan KH Hamim Tohari Djazuli Ploso Kediri saat masih hidupnya. #mbahahmadsiddiq #khahmadshiddiqjember #ulama #ulamaindonesia #ulamanusantara

About