@zeuselitetrading: Parfois je me demande si cela est réel 🙄 #virale #pourtoii

Zeus.trading
Zeus.trading
Open In TikTok:
Region: AE
Wednesday 02 April 2025 16:27:13 GMT
1231
27
0
10

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @zeuselitetrading, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Malam itu kamu berdiri di depan cermin kamar hampir lima belas menit hanya untuk memilih hoodie mana yang paling cocok dipakai bertemu dengan pacarmu, Yeonjun. Lucu sebenarnya. Setelah semua kebohongan, semua perselingkuhan, semua janji “aku gak bakal ngulang lagi”, kamu masih saja berdebar hanya karena dia bilang. “Nanti malam ketemu ya sayang.” Memalukan. Tapi begitulah cintamu pada Yeonjun. Capek, marah, sakit hati… tapi tidak pernah benar-benar hilang. Ponselmu berbunyi. “Maaf sayang, malam ini gak bisa. Lagi ada urusan sama papa.” Kamu menatap chat itu cukup lama. Kesal? Iya. Curiga? Sangat. Tapi kamu mencoba berpikir positif. Untuk kesekian kalinya. “Yaudah hati-hati,” balasmu pendek. Namun satu jam kemudian, saat kamu sedang membeli minuman di minimarket dekat apartemen, langkahmu terhenti. Motor hitam milik Yeonjun. Kamu hafal. Sangat hafal bahkan sampai goresan kecil di spionnya. Dan di sana, Yeonjun baru saja berhenti di depan sebuah cafe bersama seorang perempuan. Perempuan itu tertawa manja sambil memukul pelan bahu Yeonjun. Sedangkan laki-laki itu malah terkekeh santai sebelum melepas helmnya sendiri. Lalu kamu melihat Yeonjun membuka helm perempuan itu dengan hati-hati. Tangannya merapikan rambut perempuan itu. Bahkan membantunya turun dari motor seperti putri kerajaan. Padahal jelas-jelas perempuan itu bisa turun sendiri. Hening. Rahangmu mengeras. Dadamu mendidih panas. Baru tadi dia bilang sedang bersama ayahnya. Tapi sekarang? Malah flirting di depan cafe? Kamu berkacak pinggang sambil menarik napas panjang. “WOYY BEBEK!!” Suaramu menggema cukup keras sampai beberapa orang menoleh. Yeonjun langsung menegang. “Anjir…” Perempuan di sampingnya mengernyit bingung. “Sayang itu siapa?” Kamu berjalan cepat menghampiri mereka. Tanganmu langsung menjambak rambut Yeonjun sampai laki-laki itu meringis. “AW— SAYANG SAKIT!” “KATANYA SAMA PAPA?!” bentakmu emosi. “PAPA YANG MANA HAH?!” “Sayang bentar dulu dengerin—” “DENGERIN APANYA?!” Perempuan itu langsung menarik tanganmu kasar. “Eh eh lo siapa sih?! Enak aja jambak rambut pacar gue!” Kalimat itu seperti bensin disiram ke api. Matamu langsung membulat. “PACAR?” kamu tertawa tidak percaya. “LO TAU GAK NIH ORANG PACAR GUE?!” “Apaan sih—” Kali ini kamu beralih menjambak rambut perempuan itu. “AWWW!” “GUE PACARNYA!” teriakmu. “LO CUMA MAINANNYA! DIA TUH BUAYA! CEWEKNYA BANYAK!” Orang-orang mulai memperhatikan. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel. Tapi di tengah kekacauan itu Yeonjun malah berdiri sambil bersiul kecil. “Jirr jirr…” katanya santai. “Tenang dong jangan rebutan. Abang bisa adil.” Hening dua detik. PLAKK! Tamparanmu mendarat telak di pipinya. Kepala Yeonjun sampai sedikit menoleh. Perempuan itu langsung melongo. Sedangkan kamu sudah gemetar menahan emosi dan air mata. “SAYANG…” gumam Yeonjun syok sambil memegang pipinya. “GIMANA SIH CARANYA BIAR LO TOBAT?!” suaramu pecah. “CAPE BANGET GUE RASANYA!” Matamu mulai berkaca-kaca. Semua sakit hati yang selama ini kamu tahan akhirnya tumpah malam itu. “Kali ini gue serius…” suaramu bergetar. “TAU AH! GUE MAU PUTUS!” Kamu menyeka air mata kasar.  Yeonjun malah menyeringai kecil seolah tidak percaya. “Paling juga balik lagi, ngechat 'sayangg kangen’.” Deg. Ucapan itu menusuk harga dirimu. Karena memang benar. Selama ini kamu selalu kembali. Selalu memaafkan. Selalu kalah dengan rasa cinta. Dan mungkin Yeonjun sadar akan itu. Makanya dia setenang ini. Makanya dia berani mengulang kesalahan yang sama. Matamu langsung menajam. Tanpa peringatan— BUGH. Kamu menginjak kakinya kuat-kuat. “ANJIRRRR SAKIT WOI!” Yeonjun melompat sambil meringis. “RASAIN!” bentakmu. “GUE BUKAN MAINAN LO!” “Sayang sumpah ini salah paham—” “SALAH PAHAM KEPALA LO!” “Dia yang ngejar gue duluan—” “TERUS LO KENAPA MAU?! LO KIRA GUE GOBLOK?!” Yeonjun mulai panik melihatmu benar-benar menangis. Karena biasanya kamu marah lalu luluh beberapa menit kemudian. Tapi sekarang berbeda. Tatapanmu benar-benar kecewa.  “Sayang…” kali ini suaranya melunak. “Jangan nangis…” [+komentar/saluran] #xybca #fyp #yeonjun #txt
#pov : Malam itu kamu berdiri di depan cermin kamar hampir lima belas menit hanya untuk memilih hoodie mana yang paling cocok dipakai bertemu dengan pacarmu, Yeonjun. Lucu sebenarnya. Setelah semua kebohongan, semua perselingkuhan, semua janji “aku gak bakal ngulang lagi”, kamu masih saja berdebar hanya karena dia bilang. “Nanti malam ketemu ya sayang.” Memalukan. Tapi begitulah cintamu pada Yeonjun. Capek, marah, sakit hati… tapi tidak pernah benar-benar hilang. Ponselmu berbunyi. “Maaf sayang, malam ini gak bisa. Lagi ada urusan sama papa.” Kamu menatap chat itu cukup lama. Kesal? Iya. Curiga? Sangat. Tapi kamu mencoba berpikir positif. Untuk kesekian kalinya. “Yaudah hati-hati,” balasmu pendek. Namun satu jam kemudian, saat kamu sedang membeli minuman di minimarket dekat apartemen, langkahmu terhenti. Motor hitam milik Yeonjun. Kamu hafal. Sangat hafal bahkan sampai goresan kecil di spionnya. Dan di sana, Yeonjun baru saja berhenti di depan sebuah cafe bersama seorang perempuan. Perempuan itu tertawa manja sambil memukul pelan bahu Yeonjun. Sedangkan laki-laki itu malah terkekeh santai sebelum melepas helmnya sendiri. Lalu kamu melihat Yeonjun membuka helm perempuan itu dengan hati-hati. Tangannya merapikan rambut perempuan itu. Bahkan membantunya turun dari motor seperti putri kerajaan. Padahal jelas-jelas perempuan itu bisa turun sendiri. Hening. Rahangmu mengeras. Dadamu mendidih panas. Baru tadi dia bilang sedang bersama ayahnya. Tapi sekarang? Malah flirting di depan cafe? Kamu berkacak pinggang sambil menarik napas panjang. “WOYY BEBEK!!” Suaramu menggema cukup keras sampai beberapa orang menoleh. Yeonjun langsung menegang. “Anjir…” Perempuan di sampingnya mengernyit bingung. “Sayang itu siapa?” Kamu berjalan cepat menghampiri mereka. Tanganmu langsung menjambak rambut Yeonjun sampai laki-laki itu meringis. “AW— SAYANG SAKIT!” “KATANYA SAMA PAPA?!” bentakmu emosi. “PAPA YANG MANA HAH?!” “Sayang bentar dulu dengerin—” “DENGERIN APANYA?!” Perempuan itu langsung menarik tanganmu kasar. “Eh eh lo siapa sih?! Enak aja jambak rambut pacar gue!” Kalimat itu seperti bensin disiram ke api. Matamu langsung membulat. “PACAR?” kamu tertawa tidak percaya. “LO TAU GAK NIH ORANG PACAR GUE?!” “Apaan sih—” Kali ini kamu beralih menjambak rambut perempuan itu. “AWWW!” “GUE PACARNYA!” teriakmu. “LO CUMA MAINANNYA! DIA TUH BUAYA! CEWEKNYA BANYAK!” Orang-orang mulai memperhatikan. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel. Tapi di tengah kekacauan itu Yeonjun malah berdiri sambil bersiul kecil. “Jirr jirr…” katanya santai. “Tenang dong jangan rebutan. Abang bisa adil.” Hening dua detik. PLAKK! Tamparanmu mendarat telak di pipinya. Kepala Yeonjun sampai sedikit menoleh. Perempuan itu langsung melongo. Sedangkan kamu sudah gemetar menahan emosi dan air mata. “SAYANG…” gumam Yeonjun syok sambil memegang pipinya. “GIMANA SIH CARANYA BIAR LO TOBAT?!” suaramu pecah. “CAPE BANGET GUE RASANYA!” Matamu mulai berkaca-kaca. Semua sakit hati yang selama ini kamu tahan akhirnya tumpah malam itu. “Kali ini gue serius…” suaramu bergetar. “TAU AH! GUE MAU PUTUS!” Kamu menyeka air mata kasar. Yeonjun malah menyeringai kecil seolah tidak percaya. “Paling juga balik lagi, ngechat 'sayangg kangen’.” Deg. Ucapan itu menusuk harga dirimu. Karena memang benar. Selama ini kamu selalu kembali. Selalu memaafkan. Selalu kalah dengan rasa cinta. Dan mungkin Yeonjun sadar akan itu. Makanya dia setenang ini. Makanya dia berani mengulang kesalahan yang sama. Matamu langsung menajam. Tanpa peringatan— BUGH. Kamu menginjak kakinya kuat-kuat. “ANJIRRRR SAKIT WOI!” Yeonjun melompat sambil meringis. “RASAIN!” bentakmu. “GUE BUKAN MAINAN LO!” “Sayang sumpah ini salah paham—” “SALAH PAHAM KEPALA LO!” “Dia yang ngejar gue duluan—” “TERUS LO KENAPA MAU?! LO KIRA GUE GOBLOK?!” Yeonjun mulai panik melihatmu benar-benar menangis. Karena biasanya kamu marah lalu luluh beberapa menit kemudian. Tapi sekarang berbeda. Tatapanmu benar-benar kecewa. “Sayang…” kali ini suaranya melunak. “Jangan nangis…” [+komentar/saluran] #xybca #fyp #yeonjun #txt

About