@elif.boutiquee: Qiymət-DM✅ ——————————————— 📌Çatdırılma mövcuddur🚘 ——————————————— Daha çox model görmək üçün mağazamıza yaxınlaşa bilərsiniz. ——————————————— 📍Ünvan Neftçilər Ⓜ️/st🚆 çıxışında Qara Qarayev pr- 15/29 ——————————————— 📌 ƏLAQƏ - 077-747-41-40📞

elif.boutiquee
elif.boutiquee
Open In TikTok:
Region: AZ
Thursday 03 April 2025 04:59:09 GMT
780
17
1
0

Music

Download

Comments

ey.dunya40
☀️ :
neciyə
2025-04-07 18:34:53
1
To see more videos from user @elif.boutiquee, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MIRIS! 2 Warga Serbelawan Saat Mau Berangkat Sekolah Ditilang, Diiring ke Aspol & Diminta Rp 1,5 Juta, Abaikan Larangan Korlantas KLIKSUBMIT.COM — PEMATANG SIANTAR | Aksi miris oknum Polisi Lalu Lintas di wilayah hukum Polres Pematang Siantar kembali mencoreng citra Polri. Dua warga Serbelawan yang hendak berangkat sekolah justru ditilang dan menjadi korban dugaan pemerasan. Yang lebih memprihatinkan, kedua warga tersebut tidak ditilang di tempat secara prosedural, melainkan diarahkan masuk ke Aspol (Asrama Polisi)* untuk membayar dengan nominal fantastis sebesar Rp 1,5 Juta. Padahal, Kakorlantas Polri secara tegas dan jelas telah melarang praktik *tilang stasioner dan pungutan liar di jalan. Larangan tersebut seolah tidak berlaku bagi oknum Lantas Polres Pematang Siantar ini. Aturan dari Mabes Polri seakan diabaikan demi meraup keuntungan pribadi.
MIRIS! 2 Warga Serbelawan Saat Mau Berangkat Sekolah Ditilang, Diiring ke Aspol & Diminta Rp 1,5 Juta, Abaikan Larangan Korlantas KLIKSUBMIT.COM — PEMATANG SIANTAR | Aksi miris oknum Polisi Lalu Lintas di wilayah hukum Polres Pematang Siantar kembali mencoreng citra Polri. Dua warga Serbelawan yang hendak berangkat sekolah justru ditilang dan menjadi korban dugaan pemerasan. Yang lebih memprihatinkan, kedua warga tersebut tidak ditilang di tempat secara prosedural, melainkan diarahkan masuk ke Aspol (Asrama Polisi)* untuk membayar dengan nominal fantastis sebesar Rp 1,5 Juta. Padahal, Kakorlantas Polri secara tegas dan jelas telah melarang praktik *tilang stasioner dan pungutan liar di jalan. Larangan tersebut seolah tidak berlaku bagi oknum Lantas Polres Pematang Siantar ini. Aturan dari Mabes Polri seakan diabaikan demi meraup keuntungan pribadi. "Kasihan bang, anak mau berangkat sekolah malah ditilang, dibawa ke asrama polisi, dimintai Rp 1,5 juta. Ini pemerasan namanya, bukan penegakan hukum," ujar sumber yang geram dengan aksi tersebut. Praktik tilang dengan mengiring korban ke asrama polisi dan meminta uang damai adalah pelanggaran berat kode etik Polri dan dapat dikategorikan sebagai pungli dan pemerasan. Masyarakat Serbelawan dan Simalungun kini mendesak Propam Polda Sumut, Bid Propam Polres Pematang Siantar, dan Kakorlantas Polri untuk segera turun tangan dan menindak tegas oknum-oknum nakal tersebut. "Jangan sampai 7 Program Prioritas Kapolri yang begitu menjanjikan tentang Polisi Presisi yang Humanis dan Polisi Bersama Masyarakat hanya menjadi slogan kosong di Polres Pematang Siantar. Buktikan, jangan cuma omon-omon," tegas warga. Publik menunggu keberanian Propam Polda Sumut untuk memeriksa oknum Lantas nakal tersebut. Jika dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang sudah dibangun dengan susah payah akan hancur oleh ulah segelintir oknum. Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Lantas Polres Pematang Siantar belum berhasil dikonfirmasi. Propam Polda Sumut Jangan Tutup Mata, Sikat Oknum Lantas Pemeras Rakyat Kecil!

About