@cynknowsugc: Replying to @Queen Peach #tiktokmademebuyit #CleanTok #kitchenhack #scrubtok #homeessentials #oddlysatisfying #oddlysatisfyingvideo #washingdishes

cynknowsugc
cynknowsugc
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 03 April 2025 17:22:22 GMT
11696025
213870
2370
13764

Music

Download

Comments

antdaniel90
antdaniel90 :
It's illegal to use brillo pads in VA. In a restaurant.
2025-04-14 21:45:23
192
tretre858890
Treva I Dunlap :
Ordered it and want my money back
2025-04-03 23:59:14
110
thunder_tiddies
ThunderTiddies :
anyone not wanting to buy from tik tok, check your local Dollar General dollar section, they have these
2025-04-06 15:29:27
5094
val1l1l1l
Val :
These do not work that well
2025-04-07 21:04:24
313
tylertishhh
Tish :
My cart is already 4K 😩😩😩
2025-04-04 13:28:07
1441
juliaschenck
Jewelz :
My mom used to cover a wash rag with the net that onions come in and does the same job
2025-04-07 13:29:04
670
elle.bee2
elle.bee2 :
Yeeeaaahhh i worked in a couple bakeries and then sheet pans was HELL😭
2025-04-04 15:41:14
3614
monnieluna
Monnie Luna :
That looks recently baked on. Not hard to remove.
2025-04-19 00:46:32
1318
skyepie1988
Skyepie1988 :
They do not work!!
2025-04-04 15:09:51
132
judypeach229
Queen Peach :
NOW I'm sold! Definitely purchasing these bc it cleaned that pan to a shine!
2025-04-03 20:09:07
562
angelojackson1
Anjae :
nope they are no different than using a dish cloth.
2025-04-05 18:22:16
62
usern.a.m.e.6.7
Username67 :
Everyone saying she’s lying but I have these and they work pretty good 😅
2025-04-29 00:38:00
1005
chicken.wane
chicken Wane :
Not busting your bubble but if you did not pre soak and treat that pan it is not coming clean with that scrubber that u are using. I got 30 plus years in food service. Ain’t no way. Ok.
2025-04-04 01:53:21
251
mzcarameleyez
Tracy Allen53 :
I guess I'm using mine wrong
2025-04-04 01:21:48
31
travelgurldenise
travelgurldenise :
Oh these are game changers
2025-04-23 13:56:53
131
taylor.brook22
Taylor :
this is the video that confirmed my order lmao definitely ordering now
2025-04-03 17:34:39
155
chefchellenyc718
Mimi Black :
Why not just line them with parchment paper makes more sense lol
2025-04-03 23:33:42
117
simone.bby
lyric/simone. :
& now I’m sold 🤣
2025-04-03 18:57:14
71
katharinewink
kate :
I don’t miss washing those pans in the bakery but these look so helpful!
2025-04-09 22:53:48
467
evababii
Eva :
Baaabbyyyy my mother n law put me on these. Been using them for a year now. Will never go back to using a brillo pad or a steel wool
2025-04-03 23:49:51
35
beautifulsoulangel
Dens :
I buy mine from dollar tree for messy meals. When they get too bad, I just throw them out guilt free. This is a better solution 😂
2025-04-04 14:24:47
42
its_just__mal
Mal :
What are you spraying on that before you scrub because no way is that scrubbing through all of that. I have the same ones. Give an honest review.
2025-12-02 00:59:11
6
mapletech246
MapleTech246 :
Non-chefs do not understand how hard it is to clean those damn pans.
2025-04-06 16:49:31
12
To see more videos from user @cynknowsugc, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Setelah memasuki reruntuhan Istana Penyambut Surgawi, Wang Lin dan Li Yuan mendapati tempat itu benar-benar telah berubah menjadi lautan puing.  Meski begitu, dari luasnya wilayah tersebut, keduanya bisa membayangkan betapa makmurnya tempat ini pada masa kejayaannya. Istana itu begitu besar hingga hampir seukuran sebuah kota fana. Angin yang berhembus di antara reruntuhan menimbulkan suara lirih seperti tangisan, seolah sisa-sisa kejayaan masa lalu masih meratapi kehancurannya. Li Yuan, yang memiliki pengetahuan luas tentang tempat-tempat kuno surgawi, segera menebak bahwa toko terbesar di pusat perdagangan seperti ini pasti berada di sisi timur. Dengan keyakinan penuh, ia memimpin Wang Lin menuju bagian timur istana. Namun Li Yuan tidak menyerah. Ia berjongkok, memeriksa serpihan batu, pola debu, dan posisi puing-puing dengan sangat teliti, seperti sedang menghitung sesuatu. Tak lama kemudian, matanya menyipit. Ia menunjuk satu titik di tanah dan berkata kepada Wang Lin agar menyerangnya. Tanpa membuang waktu, Wang Lin mengangkat tangannya dan melepaskan petir ungu yang melesat seperti naga liar. Ledakan keras mengguncang tanah, membuat puing-puing beterbangan dan debu tersapu. Dari bawah permukaan, sebuah pola formasi kuno akhirnya muncul. Ternyata dugaan Li Yuan benar. Di bawah reruntuhan itu tersembunyi sebuah ruang rahasia milik toko surgawi, kemungkinan tempat menyimpan barang-barang berharga yang tidak dipamerkan secara langsung. Namun ada masalah besar. Formasi tersebut telah terlalu lama tertinggal hingga seluruh energi spiritual surgawinya habis, menjadikannya sebuah formasi mati.. Ia lalu menggigit jarinya hingga berdarah dan menekan darah itu ke atas formasi. Darah perlahan menyebar mengikuti pola ukiran kuno, menghidupkan kembali garis-garis yang telah lama mati. Wang Lin yang berdiri di samping tidak mengganggu, tetapi hatinya dipenuhi rasa melankolis. Melihat semua ini, ia membayangkan masa lalu Alam Surgawi Guntur. Dulu, tempat ini pasti dipenuhi makhluk surgawi yang datang membawa harta, pil, dan senjata untuk diperdagangkan. Sebuah pusat perdagangan yang ramai, hidup, dan penuh kemegahan. Saat Li Yuan terus mengaktifkan formasi, ia mengeluarkan teknik pembatasan kuno miliknya. Baik Wang Lin maupun Li Yuan sama-sama terkejut. Li Yuan segera menyadari bahwa ini terjadi karena formasi tersebut dibuka untuk pertama kalinya tanpa metode resmi para makhluk surgawi. Pilar cahaya itu adalah pelepasan roh formasi yang telah terperangkap selama bertahun-tahun. Ini bukan pertanda baik. Wang Lin langsung mengerti satu hal. Cahaya sebesar itu pasti akan menarik perhatian semua kultivator di fragmen alam ini. Dan benar saja, tak lama kemudian dua kultivator datang lebih dulu dengan mengendarai cahaya pedang. Mereka jelas mengira bahwa sebuah harta besar telah muncul. Namun Wang Lin bertindak lebih cepat. Dengan satu lambaian tangan, ia menghancurkan puing-puing di sekitarnya menjadi debu, lalu menyebarkannya membentuk cincin pembatas dengan radius 10.000 kaki. Area itu langsung terisolasi. Lalu dengan suara dingin dan penuh tekanan, Wang Lin berkata: “Siapa pun yang masuk akan mati.” Meski kata-katanya tenang, tekanan dari suara itu seperti guntur yang menghantam jiwa. Kedua kultivator tersebut langsung pucat. Setelah merasakan aura Wang Lin, mereka langsung sadar bahwa orang di depan mereka bukanlah seseorang yang bisa mereka lawan.. Tak ada yang berani mendekat. Semua orang hanya bisa berdiri di luar cincin debu sambil menatap dengan penuh iri. Akhirnya, pilar cahaya mulai memudar. Saat cahaya benar-benar menghilang, sebuah lubang hitam muncul di tengah formasi.. Ketegangan mencapai puncaknya. Dan pada saat itulah— Dari cakrawala, sebuah cahaya pedang baru melesat dengan kecepatan luar biasa. Berbeda dengan yang lain, cahaya pedang ini membawa energi asal. Itu berarti satu hal. Yang datang kali ini adalah kultivator langkah kedua. Sosok berjubah kuning mendekat dengan cepat,  #donghua #renegadeimmortal #cahbagusshopp #wanglin
Setelah memasuki reruntuhan Istana Penyambut Surgawi, Wang Lin dan Li Yuan mendapati tempat itu benar-benar telah berubah menjadi lautan puing. Meski begitu, dari luasnya wilayah tersebut, keduanya bisa membayangkan betapa makmurnya tempat ini pada masa kejayaannya. Istana itu begitu besar hingga hampir seukuran sebuah kota fana. Angin yang berhembus di antara reruntuhan menimbulkan suara lirih seperti tangisan, seolah sisa-sisa kejayaan masa lalu masih meratapi kehancurannya. Li Yuan, yang memiliki pengetahuan luas tentang tempat-tempat kuno surgawi, segera menebak bahwa toko terbesar di pusat perdagangan seperti ini pasti berada di sisi timur. Dengan keyakinan penuh, ia memimpin Wang Lin menuju bagian timur istana. Namun Li Yuan tidak menyerah. Ia berjongkok, memeriksa serpihan batu, pola debu, dan posisi puing-puing dengan sangat teliti, seperti sedang menghitung sesuatu. Tak lama kemudian, matanya menyipit. Ia menunjuk satu titik di tanah dan berkata kepada Wang Lin agar menyerangnya. Tanpa membuang waktu, Wang Lin mengangkat tangannya dan melepaskan petir ungu yang melesat seperti naga liar. Ledakan keras mengguncang tanah, membuat puing-puing beterbangan dan debu tersapu. Dari bawah permukaan, sebuah pola formasi kuno akhirnya muncul. Ternyata dugaan Li Yuan benar. Di bawah reruntuhan itu tersembunyi sebuah ruang rahasia milik toko surgawi, kemungkinan tempat menyimpan barang-barang berharga yang tidak dipamerkan secara langsung. Namun ada masalah besar. Formasi tersebut telah terlalu lama tertinggal hingga seluruh energi spiritual surgawinya habis, menjadikannya sebuah formasi mati.. Ia lalu menggigit jarinya hingga berdarah dan menekan darah itu ke atas formasi. Darah perlahan menyebar mengikuti pola ukiran kuno, menghidupkan kembali garis-garis yang telah lama mati. Wang Lin yang berdiri di samping tidak mengganggu, tetapi hatinya dipenuhi rasa melankolis. Melihat semua ini, ia membayangkan masa lalu Alam Surgawi Guntur. Dulu, tempat ini pasti dipenuhi makhluk surgawi yang datang membawa harta, pil, dan senjata untuk diperdagangkan. Sebuah pusat perdagangan yang ramai, hidup, dan penuh kemegahan. Saat Li Yuan terus mengaktifkan formasi, ia mengeluarkan teknik pembatasan kuno miliknya. Baik Wang Lin maupun Li Yuan sama-sama terkejut. Li Yuan segera menyadari bahwa ini terjadi karena formasi tersebut dibuka untuk pertama kalinya tanpa metode resmi para makhluk surgawi. Pilar cahaya itu adalah pelepasan roh formasi yang telah terperangkap selama bertahun-tahun. Ini bukan pertanda baik. Wang Lin langsung mengerti satu hal. Cahaya sebesar itu pasti akan menarik perhatian semua kultivator di fragmen alam ini. Dan benar saja, tak lama kemudian dua kultivator datang lebih dulu dengan mengendarai cahaya pedang. Mereka jelas mengira bahwa sebuah harta besar telah muncul. Namun Wang Lin bertindak lebih cepat. Dengan satu lambaian tangan, ia menghancurkan puing-puing di sekitarnya menjadi debu, lalu menyebarkannya membentuk cincin pembatas dengan radius 10.000 kaki. Area itu langsung terisolasi. Lalu dengan suara dingin dan penuh tekanan, Wang Lin berkata: “Siapa pun yang masuk akan mati.” Meski kata-katanya tenang, tekanan dari suara itu seperti guntur yang menghantam jiwa. Kedua kultivator tersebut langsung pucat. Setelah merasakan aura Wang Lin, mereka langsung sadar bahwa orang di depan mereka bukanlah seseorang yang bisa mereka lawan.. Tak ada yang berani mendekat. Semua orang hanya bisa berdiri di luar cincin debu sambil menatap dengan penuh iri. Akhirnya, pilar cahaya mulai memudar. Saat cahaya benar-benar menghilang, sebuah lubang hitam muncul di tengah formasi.. Ketegangan mencapai puncaknya. Dan pada saat itulah— Dari cakrawala, sebuah cahaya pedang baru melesat dengan kecepatan luar biasa. Berbeda dengan yang lain, cahaya pedang ini membawa energi asal. Itu berarti satu hal. Yang datang kali ini adalah kultivator langkah kedua. Sosok berjubah kuning mendekat dengan cepat, #donghua #renegadeimmortal #cahbagusshopp #wanglin

About