@elsa.b638:

Elsa B
Elsa B
Open In TikTok:
Region: SA
Saturday 05 April 2025 09:04:04 GMT
870
137
68
1

Music

Download

Comments

chalagudeta4
𝑪𝒉𝒂𝒍𝒂 𝑮 𝑴 𝑪𝑶𝑴 :
🌹🌹🌹
2025-04-17 08:57:47
1
bontu.walagga.430
Boniti muca wara wallga 430❤️ :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2025-04-07 11:10:32
1
naolkoo94
naolkoo94 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️💯💯💯💯💯💯💯💋💋💋💋💋💋💋💋🤲🤲🤲
2025-04-14 04:23:43
1
messret______999
Messret 🥰😘 :
wawoo bareduu ebbifamii hadhokoo hamaani sii arginii
2025-04-05 18:24:50
1
ameen3603
Wabii 💜👑💪❣️💜💝💝 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2025-04-08 12:15:49
1
wanofi150
Wan ofi 🫶🍬 :
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
2025-04-16 10:28:41
1
linee429
linaa🤍🦋 :
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
2025-04-05 16:25:51
1
michuu.haqaa
Michuu Xiiqii ♣️ :
Bareedduukooo💔💔💔💔💔
2025-04-12 22:05:36
1
kiyaamucaawaqaa1
Kiyaa ❣️💔❤️‍🩹wallaagaa 💔 :
ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami ebifami 💋💋💋💋💋💋💋💋💋
2025-04-05 14:20:38
1
kiyaamucaawaqaa1
Kiyaa ❣️💔❤️‍🩹wallaagaa 💔 :
kumaa 100000naf jiradhukaa💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
2025-04-05 14:20:22
1
tigiluu0
Tigiluu :
🥰🥰🥰
2025-04-11 12:04:56
1
lulayee2
lulaa :
❣️🍒❣️🙏❣️🍒❣️🍒❣️🍒❣️
2025-04-09 18:32:58
1
kiyaamucaawaqaa1
Kiyaa ❣️💔❤️‍🩹wallaagaa 💔 :
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
2025-04-05 14:18:50
1
lulayee2
lulaa :
🤲🙏🤲🙏🤲🙏🤲🙏
2025-04-09 18:33:06
1
aster.aster268
Aster Aster :
🥰
2025-04-10 14:50:38
1
dinqee.l
Jiituu wallaggaa :
🥰🥰🥰
2025-04-16 09:13:27
0
abdii.jimmaa477
Abdii Jimmaa :
❣️❤️❣️❤️❣️❤️❣️❤️❤️
2025-04-14 10:30:28
0
live78806
diroo :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2025-04-15 06:53:56
0
derartuwakesa7
Derartu wakesa :
🥰
2025-05-10 14:56:05
0
haadhamoyibon813
Haadha Moyibon :
🥰🥰🥰🥰
2025-04-16 18:00:26
1
x.iqii
Xiqii :
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
2025-04-28 05:53:02
0
haadha.moyibon
Ayyuu 430 ❤💚🤍🖤 :
♥♥♥
2025-04-05 10:37:05
0
To see more videos from user @elsa.b638, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About