@sidahkizito: 🌹🌹 #2pac #poeticjustice #oldschoolmovies #1993 #movie #oldschoolhiphop #90s #tupacamarushakur #lovestory #90slove #blacklove #dilemma #janetjackson #lucky #justice @Janet Jackson

sidahkizito
sidahkizito
Open In TikTok:
Region: DE
Sunday 06 April 2025 14:09:15 GMT
102562
6374
75
534

Music

Download

Comments

damcares4.3
Dammy :
if you haven't watched this movie u are missing a lot.
2025-06-08 14:43:48
8
lalouveadorable
cheyenne :
2 pac le plus beau black au monde ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2025-05-03 01:07:35
13
alex.ngovi
Alex Ngovi :
Janet Jackson with 2pac Shakur in a poetic justice
2025-06-21 03:32:30
7
user2756139296815
HomieThug187 :
Thug Life
2025-04-07 14:04:59
2
shorty8954
Pure🥶🦋🩵 :
Title please
2025-07-04 17:19:06
1
7654321bhvsqm
in our +- universe :
why you talk 'em like that Janet!
2025-06-05 13:35:44
2
justme1234543212
Justme :
best movie
2026-01-25 11:57:24
0
imspesll1
J🅰️i money :
2pac
2025-05-25 15:01:29
1
mariamcohrs
mariamh12. :
Lieblings Film ...🥰🥰🥰❤️❤️❤️🥰🥰🥰❤️❤️❤️
2025-04-16 05:45:07
1
jerryqueen888
JArrYQUeeN :
2 pac🥰🥰🥰
2025-06-03 19:30:27
1
yanusa519
Yanusa :
hi
2025-06-10 20:31:32
1
kalema.hamuza
Kalema Hamuza :
vist
2025-05-30 21:16:03
1
mariamcohrs
mariamh12. :
2Pac..🥰🥰🥰😜😜😜
2025-04-16 05:45:29
1
alex136850
Alex :
❤️❤️❤️
2025-04-06 17:46:28
2
lifexxxstyle777
Life Style :
💯💯💯
2025-04-07 16:47:59
2
moussa.chinako.fo
Moussa chinako Foungbé :
🥰🥰
2025-10-26 00:10:15
1
saikou.ceesay024
Saikou Ceesay :
🥰🥰🥰
2025-06-08 23:46:04
1
kirkprice.kirkpri5
LL COOL J HERSHEY KISS KELLY :
😘😘😘😘
2025-04-18 02:51:22
2
kamzosy
𝐊𝐚𝐦𝐳𝐨’s ☠️ :
❤️❤️❤️
2025-04-06 14:16:58
2
user4708412212380
dahbrahim :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2025-05-31 13:02:36
1
zorepopson
ZORE. POPSON. ♥️♥️💪💪🫶 :
😳😳😳
2025-06-02 20:45:10
1
hamadydy2
hamadydy :
❤❤❤
2025-05-30 00:55:00
1
user12491592030142
Alled :
🥰
2025-06-04 23:58:20
1
user4142595939918
1/30 :
🥰🥰🥰
2025-05-28 21:45:37
1
filsnongongo1
Jude, Bellingham✅ :
🥰🥰🥰
2025-05-25 00:21:46
1
To see more videos from user @sidahkizito, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MAAF ITU DATANG... SETELAH PASIEN SUDAH TAK BISA MEMBACANYA Satu per satu permintaan maaf mulai bermunculan. Video diunggah. Surat pernyataan ditulis. Kalimat penyesalan dipublikasikan. Semua mengakui komentar yang pernah mereka tulis tidak pantas, tidak berempati, dan tidak mencerminkan etika profesi tenaga kesehatan. Namun, publik bertanya satu hal yang sederhana. Mengapa empati baru hadir setelah kematian menjadi berita? Yurizal Tri Chaerawan sebelumnya hanya menyampaikan keluhan sebagai seorang pasien. Ia bercerita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Sebuah keluhan yang seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi pelayanan. Yang datang justru bukan empati. Sebagian komentar berubah menjadi ejekan. Ada yang merendahkan, ada yang mencibir, bahkan ada yang menjadikan penderitaan seorang pasien sebagai bahan candaan. Menurut sahabatnya, Firhan Arief, Yurizal bahkan sempat menangis setelah membaca ribuan komentar yang menghujaninya. Beberapa hari kemudian, kabar duka itu datang. Perlu ditegaskan, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa komentar-komentar tersebut menjadi penyebab meninggalnya Yurizal. Hal itu harus tetap dibuktikan melalui fakta dan proses yang berlaku. Namun ada kenyataan lain yang tidak bisa dibantah. Kata-kata yang kehilangan empati telah melukai kepercayaan publik terhadap profesi yang seharusnya menjadi tempat mencari harapan. Kini, dokter, perawat, petugas perekam medis, hingga tenaga kesehatan lainnya mulai menyampaikan permintaan maaf. Sebagian mengaku siap menerima sanksi etik maupun hukum. Sebagian memilih menutup akun atau rehat dari media sosial setelah identitas mereka tersebar luas. Tetapi peristiwa ini seharusnya tidak berhenti pada permintaan maaf. Ini adalah alarm bagi seluruh profesi, bahwa media sosial bukan ruang bebas untuk meninggalkan kemanusiaan. Gelar, sumpah profesi, dan ilmu pengetahuan akan kehilangan maknanya ketika empati ditinggalkan. Seorang pasien datang ke rumah sakit membawa rasa sakit. Jangan biarkan ia juga pulang membawa luka karena kata-kata. Karena pada akhirnya, permintaan maaf memang dapat memperbaiki kesalahan, tetapi tidak selalu dapat menghapus luka yang telah ditinggalkan. #Nakes #Viral
MAAF ITU DATANG... SETELAH PASIEN SUDAH TAK BISA MEMBACANYA Satu per satu permintaan maaf mulai bermunculan. Video diunggah. Surat pernyataan ditulis. Kalimat penyesalan dipublikasikan. Semua mengakui komentar yang pernah mereka tulis tidak pantas, tidak berempati, dan tidak mencerminkan etika profesi tenaga kesehatan. Namun, publik bertanya satu hal yang sederhana. Mengapa empati baru hadir setelah kematian menjadi berita? Yurizal Tri Chaerawan sebelumnya hanya menyampaikan keluhan sebagai seorang pasien. Ia bercerita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Sebuah keluhan yang seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi pelayanan. Yang datang justru bukan empati. Sebagian komentar berubah menjadi ejekan. Ada yang merendahkan, ada yang mencibir, bahkan ada yang menjadikan penderitaan seorang pasien sebagai bahan candaan. Menurut sahabatnya, Firhan Arief, Yurizal bahkan sempat menangis setelah membaca ribuan komentar yang menghujaninya. Beberapa hari kemudian, kabar duka itu datang. Perlu ditegaskan, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa komentar-komentar tersebut menjadi penyebab meninggalnya Yurizal. Hal itu harus tetap dibuktikan melalui fakta dan proses yang berlaku. Namun ada kenyataan lain yang tidak bisa dibantah. Kata-kata yang kehilangan empati telah melukai kepercayaan publik terhadap profesi yang seharusnya menjadi tempat mencari harapan. Kini, dokter, perawat, petugas perekam medis, hingga tenaga kesehatan lainnya mulai menyampaikan permintaan maaf. Sebagian mengaku siap menerima sanksi etik maupun hukum. Sebagian memilih menutup akun atau rehat dari media sosial setelah identitas mereka tersebar luas. Tetapi peristiwa ini seharusnya tidak berhenti pada permintaan maaf. Ini adalah alarm bagi seluruh profesi, bahwa media sosial bukan ruang bebas untuk meninggalkan kemanusiaan. Gelar, sumpah profesi, dan ilmu pengetahuan akan kehilangan maknanya ketika empati ditinggalkan. Seorang pasien datang ke rumah sakit membawa rasa sakit. Jangan biarkan ia juga pulang membawa luka karena kata-kata. Karena pada akhirnya, permintaan maaf memang dapat memperbaiki kesalahan, tetapi tidak selalu dapat menghapus luka yang telah ditinggalkan. #Nakes #Viral

About