@adriaanaguilar: Replying to @itsmejae Hanggang April 15 lang yung promo nila! :D @McDonald’s @McDo_PH #fyp #mcdopromo #mcdo99promo #mcdonaldsapp#CerealCerdik

Adrian Aguilar
Adrian Aguilar
Open In TikTok:
Region: PH
Sunday 13 April 2025 16:04:43 GMT
364074
6628
163
1882

Music

Download

Comments

strawvuryjam
jeann :
so kuya 1 meal lang maoorder?
2025-04-13 16:39:35
7
fireeeeeflighter
twixi :
Pwede pala sa kiosk akala ko sa cashier langgg salamat!
2025-04-14 03:33:55
28
ariannnnna4
arianna :
Ang ganda ng nails mo ya
2025-04-14 01:34:42
17
eintherizzler
ein :
pwede poba screen shot lang
2025-05-19 07:35:31
1
adriaanaguilar
Adrian Aguilar :
PS: Yung 99 po pala na promo is para lang po sa mga may bagong account sa mcdo. :)
2025-04-14 07:31:35
6
psyborg10
Psyborg :
129 lang nmn talaga yan sa mcdo ah, magkano nba new pricing nila?
2025-04-14 06:12:23
4
aphrodite18_
Aphroditecutieee :
need ba may data?
2025-04-14 07:46:13
1
xsand199x
Alexsy :
hindi ba pwede pa deliver?
2025-04-14 00:53:18
2
mayannod
amsams :
pano kuya if Walang data pag dating sa mcdo wifi lang gamit.
2025-04-14 09:08:52
5
popoykaka
popoykaka :
pag gagamit ka po ng mcdo app sa machine wala na pong ibang pupindutin, diretso scan na po?
2025-04-14 08:23:10
5
rhegzo8
Rhej08 :
ako derecho na agad counter, yung cashier na magi-scan mas mabilis
2025-04-14 09:57:32
2
shiappingnow09
🪬🧿MOMMY_YOUNG 🧿🪬 :
nice
2025-04-14 04:54:25
2
bb.saidemier
RED🎸 :
Scan ba agad?
2025-04-15 09:41:28
2
akiissntell
eos :
lagi naman silang may deals e
2025-04-14 08:55:17
5
sinigangbaboynamaypatis
Cell :
Bakit wala yung akin deals na may kasama fudge?
2025-04-16 09:51:28
2
geminibabyyyy12
MommyyyG 🤍💋 :
ilang order po pede ?
2025-09-06 02:55:06
1
izza_daniellie
I :
pano po ang mode of payment?
2025-10-26 23:40:20
1
faisahabantas1
Faisah Abantas :
para san nm pts sa macdo
2025-08-18 09:02:00
1
sheans365
SHEAN FINDS 🦋🧿🪬 :
wow
2025-04-14 07:03:48
1
_lemonies000
𝓐𝓵𝓮𝔁𝓲𝓼𝓐𝓷𝓷𝓮 :
need pa ba points dito to redeem
2025-06-30 21:43:53
1
andrea_dengg
Andrea❤️‍🔥 :
super sulit sa app😂
2025-04-14 04:05:46
2
sayhismile
HI SMILE :
Mcdo delivery app lang yung lumalabas sa akin, send help
2025-08-01 18:38:44
1
saayiiiiiiii
sayiiiiii :
pano yung points po?deretso na po ba papasok? or need pa iscan?
2025-10-02 16:25:54
1
esterreyno
Ester :
sir ask lang po isa lang po ba na deals ang pwede ma reedem?
2025-11-26 16:49:40
1
ianah_cali
ع :
pag nag ganyan kapo ba may points ka din na nakukuha?
2025-09-09 14:56:36
1
To see more videos from user @adriaanaguilar, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About