azzahrara :
5 tahun berlalu, novel yg ku baca ketika berumur 16 tahun. Dan kini aku membacanya ulang, ada yang berbeda aku lebih paham dinamikanya karena aku pun sedang menjalani kehidupan sebagai mahasiswi semester akhir. Pada saat umur belasan tahun, membaca kegiatan Dikta dan betapa cerdasnya Dikta terbesit kalimat "kok dia pinter banget ya" tapi sekarang,aku menyadari itu tidak lebih special karena seperti itulah tanggung jawab mahasiswa harus cerdas karena perguruan tinggi adalah pilihannya. Namun ada yang lebih special dan rasanya tidak berubah, hangat. Menyadari bahwa memiliki laki² seperti Dikta di kehidupan adalah sebuah anugrah, dia yang selalu memperhatikan hal² kecil, dia yang selalu mau mengusahakan, dia yang mau mengajari tanpa membuat lawannya merasa direndahkan, dia yang tutur katanya lemah lembut, dia yang tidak pernah meninggikan suara semarah apapun dia, dan rasa sakit serta sedih yang masih sangat dalam ketika menjejaki kembali halaman per halaman kisahnya, menyadari bahwa di kehidupan satu kali ini kenapa laki² sebaik dan sesempurna Dikta harus berpulang sangat cepat, memang benar kata semesta ketika dua orang jatuh cinta dan tidak ada yang berbuat curang, maka waktu yang akan curang. Yang lebih sakit. Terimakasih kak Dikta, kamu masih membuat ku tertawa kemudian menangis sesenggukan setelahnya💗
2026-07-08 09:42:39