@hutanhutani: Kalo dikasih duit psti lgsg sembuh 😂

Evelyn Hutani
Evelyn Hutani
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 19 April 2025 04:11:18 GMT
16296594
350018
7837
143877

Music

Download

Comments

nadiiyaa_2
nadiaa :
STRESS SEMUA STRESSSSSS😭
2025-04-19 08:26:48
4596
k3y_hvcx969
୧ ׅ𖥔 ۫ itzzme_laaa ⋄ 𓍯 :
"dia dulu itu suka ngomong sendiri sama undur undur"😭
2025-04-19 04:55:38
7774
diindaaa87
tauruss :
kirain berita asli😭😭
2025-04-19 04:15:42
3202
heribour
HeRiBoUr :
gw malah kena sindrom velocity ☠️☠️
2025-04-19 09:10:50
1553
ratna_eka_kurnianti
Ratna Eka Kurnianti :
gw kira Brita beneran 🗿
2025-04-28 08:06:32
1867
cheeryz5
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
emak gw malah percaya jir😭😭🗿
2025-04-19 06:22:35
76
iiimiiinn
biya_r in :
kayak gini gigit gak sih,?
2025-04-19 04:16:13
1561
tqgzhaa
F :
salfok satpamnya😭
2025-04-19 04:17:44
810
zarrss.1
zar? :
KABUR GAIS KABUR TAKOT DI KEJAR 😭😭
2025-04-19 04:51:39
63
auwibnu
auwibnu :
Salfok satpamnya mayan wkwk
2025-04-19 05:11:04
362
mutmainnah__0
🍓tallgii🍓 :
gawat klo lewat fyp pamanku, nanti dibikin story wa trus kluar hadist nya😭
2025-04-19 05:54:21
211
jujungwonan_ran1
Rnie :
emak gua percaya😭
2025-05-13 04:17:01
5
scnd_raa37
PECINTAHALUAN🙈 :
iya, beritanya sudah sampe di aku😭🙏
2025-04-28 05:39:59
7
naruto32120
@𝓟𝓮𝓷𝓳𝓪𝓱𝓪𝓽.💫:數|•Renzzツ :
Tag tmn klian biar g setecu-setecu😭
2025-05-25 08:45:47
9
ciiipinndiiyypaokk
chpndyy010👁️‍🗨️🧸 :
jgn smpe mak gua nonton😭
2025-04-29 13:57:12
8
nairaa.sbila
𐙚 :
gw kira berita benerannn
2025-04-28 11:22:18
8
4lways_caaa
🧚‍♀️ :
lahh emak gw percaya😭😭
2025-06-01 04:23:11
8
namamuu.kadalll
gak tau nama :
langsung bigung sama keluarganya semua🙄
2025-04-29 03:44:43
7
stryc3e_
── .✦ 𝕜ai¡ :
sekelas kena semua, kecuali gua 😭😭
2025-04-19 08:34:56
68
_prwttiest.zilll12
zll' :
ibuku ngirim ini ke aku jirr😭😭
2025-04-19 14:20:04
33
who.is.feyy
happy virus :
papaku kira ini beneran 😭😭
2025-04-19 12:37:06
61
emidahayu
emidahayu :
dan emak emak yg liat berita ini, dikira bener🤣
2025-04-20 15:39:36
5
matcaa92
matcaa :
temen ku juga gitu kak bentar aku tag
2025-04-20 22:53:34
5
unie_yunz
uni_yunz :
emang undur undur ngomongnya kek mana njiirr😭😭😭
2025-04-19 13:27:50
7
lefyzrynla
lefy :
sampai emak nya ngk tuh juga sindrom😭😭
2025-04-20 04:32:02
10
To see more videos from user @hutanhutani, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Suara benturan pintu terdengar cukup keras dibuka dari depan. Mulanya kamu bersandar manja dalam rengkuhan Jay seraya fokus menamatkan serial televisi bersamanya. Namun kedatangan Jasmine, anak semata wayang kalian yang berusia genap enam tahun sontak menjadi perhatian. “Mama, aku nggak mau main sama Kak Jaewon,” keluhnya cemberut menghampirimu. Tubuh kecilnya mendesak ruang agar Jay melepaskan pelukan sebab Jasmine ingin memelukmu bergantian. “Kenapa, Sayang? Bukannya Jasmine paling suka main sama Kak Jaewon? Kan Jasmine sendiri yang bilang kalau ingin ikut gathering biar bisa ketemu Kak Jaewon,” ucapmu terbesit pertanyaan. Jasmine bersedekap lucu memeluk boneka kelinci yang hampir seukuran dengannya. Kamu tersenyum tipis memerhatikan betapa kucel putrimu tengah bersungut.  “Kak Jaewon kasih Kak Laura bunga. Akunya nggak dikasih,” sebalnya cemburu yang membuat Jay tak kuasa menahan senyum. Rasa gemas itu membuat Jay mengecupi puncak kepala anaknya dari belakang lantaran sengaja dipunggungi Jasmine.  “Nanti Papa belikan bunga, ya? Jasmine mau bunga apa?” tawar Jay ketika kamu merapikan poni Jasmine. Gadis itu menoleh dengan mata memicing kesal. “Nggak mau. Aku maunya bunga yang dikasih Kak Jaewon soalnya dia metik sendiri pakai tangan,” sahut Jasmine menolak usaha Jay. Pria itu betulan tak bisa menahan senyum gemas.  “Papa bisa petikkan.” “Tapi Papa bukan Kak Jaewon. Aku maunya Kak Jaewon yang kasih,” tandas Jasmine begitu mengharapkan putra semata wayang Dokter Yang, rekan kerja Jay.  Kamu hanya bisa menggelengkan kepala tanda heran menatap bagaimana Jasmine turun dari sofa melenggang masuk ke dalam kamar. Dapat dipastikan ia sedang merajuk. “Biarkan saja, Ma. Anaknya lagi kecintaan itu,” kata Jay santai memperbaiki posisi duduk. Ia kembali menarikmu masuk ke dalam pelukan. Kamu mendongakkan kepala sejenak untuk menatap Jay. “Mirip Om kalau cemburu,” balasmu yang membuat Jay menaikkan satu alisnya menatapmu. “Memangnya saya begitu?” Kamu mengangguk. “Berarti menyebalkan, ya, Ma?” Lagi, lagi kamu mengangguk dengan menahan ulaman senyum. “Nyebelin banget, Pa. Tapi aku nggak bisa marah,” balasmu menjawab. Jay tampak menaruh minat akan topik pembahasan. Wajahnya semakin dekat denganmu sampai ujung hidung kalian bersinggungan.  “Kenapa nggak bisa marah sama saya?” Kamu turut memajukan paras kian menghapus jarak. Untuk beberapa saat, bibirmu mengecup milik Jay cepat.  “Karena aku cinta sama Om Dokter satu ini,” bisikmu memeluknya tak kalah erat. Jay sempat menggaungkan tawa kesenangan. Ia kembali mengecup balik bibirmu berulang. “Om, udah! Sakit!” Meski kamu mengingatkan, Jay tetap mengecup agresif. Mulai dari bibir, merambat ke pipi, lalu naik ke dahi.  “Papa, Sayang,” ingatnya padamu.  “Iya, Papa.” Jay tersenyum lembut kala tanganmu melingkari lehernya. Posisi seperti ini selalu menjadi letak berasmara yang Jay senangi. Jarak tipis menjadi pembuka aksi. Perlahan namun pasti, Jay mengulangi lagi tindakan yang menggelitik batin. Memastikan bahwa situasi aman dari interupsi Jasmine, Jay memadu cium. Matamu terpejam lamban bersamaan dengan gerakan bibir yang membuka diri akan kedatangan objek manis suami.  “Sayang,” panggil Jay melenguh tipis memulai lumatan tanpa berisik seraya menyapu punggung belakangmu. Kamu yang tahu akan maksudnya bergerak mengeratkan lingkar tangan. Tak berselang lama, Jay mengangkat tubuhmu guna berpangku padanya.  “Om…” Kamu sempat tersentak akibat gigitan kecil dari Jay karena salah akan panggilan. “Papa…” “Hm?” Sahut deham itu tak membuat Jay menghentikan aktivitasnya. Ia tetap tenang melumat bibirmu bergantian atas bawah, sesekali menjejalkan linguanya. Kamu yang merasa jalan udara terlalu dipenuhi oleh Jay mencoba menepuk bahunya mengingatkan.  “Papa… bahaya… nanti bisa kebablasan,” ujarmu mengatur napas kala tautan berhasil direnggangkan. Jay sama. Ia juga menata ulang udara yang keluar masuk dari rongga pernapasan. Derunya sangat jelas terasa menyapu wajah. “Kita buat teman untuk Jasmine.” (+(1-3)) #enhypen #jay
POV: Suara benturan pintu terdengar cukup keras dibuka dari depan. Mulanya kamu bersandar manja dalam rengkuhan Jay seraya fokus menamatkan serial televisi bersamanya. Namun kedatangan Jasmine, anak semata wayang kalian yang berusia genap enam tahun sontak menjadi perhatian. “Mama, aku nggak mau main sama Kak Jaewon,” keluhnya cemberut menghampirimu. Tubuh kecilnya mendesak ruang agar Jay melepaskan pelukan sebab Jasmine ingin memelukmu bergantian. “Kenapa, Sayang? Bukannya Jasmine paling suka main sama Kak Jaewon? Kan Jasmine sendiri yang bilang kalau ingin ikut gathering biar bisa ketemu Kak Jaewon,” ucapmu terbesit pertanyaan. Jasmine bersedekap lucu memeluk boneka kelinci yang hampir seukuran dengannya. Kamu tersenyum tipis memerhatikan betapa kucel putrimu tengah bersungut. “Kak Jaewon kasih Kak Laura bunga. Akunya nggak dikasih,” sebalnya cemburu yang membuat Jay tak kuasa menahan senyum. Rasa gemas itu membuat Jay mengecupi puncak kepala anaknya dari belakang lantaran sengaja dipunggungi Jasmine. “Nanti Papa belikan bunga, ya? Jasmine mau bunga apa?” tawar Jay ketika kamu merapikan poni Jasmine. Gadis itu menoleh dengan mata memicing kesal. “Nggak mau. Aku maunya bunga yang dikasih Kak Jaewon soalnya dia metik sendiri pakai tangan,” sahut Jasmine menolak usaha Jay. Pria itu betulan tak bisa menahan senyum gemas. “Papa bisa petikkan.” “Tapi Papa bukan Kak Jaewon. Aku maunya Kak Jaewon yang kasih,” tandas Jasmine begitu mengharapkan putra semata wayang Dokter Yang, rekan kerja Jay. Kamu hanya bisa menggelengkan kepala tanda heran menatap bagaimana Jasmine turun dari sofa melenggang masuk ke dalam kamar. Dapat dipastikan ia sedang merajuk. “Biarkan saja, Ma. Anaknya lagi kecintaan itu,” kata Jay santai memperbaiki posisi duduk. Ia kembali menarikmu masuk ke dalam pelukan. Kamu mendongakkan kepala sejenak untuk menatap Jay. “Mirip Om kalau cemburu,” balasmu yang membuat Jay menaikkan satu alisnya menatapmu. “Memangnya saya begitu?” Kamu mengangguk. “Berarti menyebalkan, ya, Ma?” Lagi, lagi kamu mengangguk dengan menahan ulaman senyum. “Nyebelin banget, Pa. Tapi aku nggak bisa marah,” balasmu menjawab. Jay tampak menaruh minat akan topik pembahasan. Wajahnya semakin dekat denganmu sampai ujung hidung kalian bersinggungan. “Kenapa nggak bisa marah sama saya?” Kamu turut memajukan paras kian menghapus jarak. Untuk beberapa saat, bibirmu mengecup milik Jay cepat. “Karena aku cinta sama Om Dokter satu ini,” bisikmu memeluknya tak kalah erat. Jay sempat menggaungkan tawa kesenangan. Ia kembali mengecup balik bibirmu berulang. “Om, udah! Sakit!” Meski kamu mengingatkan, Jay tetap mengecup agresif. Mulai dari bibir, merambat ke pipi, lalu naik ke dahi. “Papa, Sayang,” ingatnya padamu. “Iya, Papa.” Jay tersenyum lembut kala tanganmu melingkari lehernya. Posisi seperti ini selalu menjadi letak berasmara yang Jay senangi. Jarak tipis menjadi pembuka aksi. Perlahan namun pasti, Jay mengulangi lagi tindakan yang menggelitik batin. Memastikan bahwa situasi aman dari interupsi Jasmine, Jay memadu cium. Matamu terpejam lamban bersamaan dengan gerakan bibir yang membuka diri akan kedatangan objek manis suami. “Sayang,” panggil Jay melenguh tipis memulai lumatan tanpa berisik seraya menyapu punggung belakangmu. Kamu yang tahu akan maksudnya bergerak mengeratkan lingkar tangan. Tak berselang lama, Jay mengangkat tubuhmu guna berpangku padanya. “Om…” Kamu sempat tersentak akibat gigitan kecil dari Jay karena salah akan panggilan. “Papa…” “Hm?” Sahut deham itu tak membuat Jay menghentikan aktivitasnya. Ia tetap tenang melumat bibirmu bergantian atas bawah, sesekali menjejalkan linguanya. Kamu yang merasa jalan udara terlalu dipenuhi oleh Jay mencoba menepuk bahunya mengingatkan. “Papa… bahaya… nanti bisa kebablasan,” ujarmu mengatur napas kala tautan berhasil direnggangkan. Jay sama. Ia juga menata ulang udara yang keluar masuk dari rongga pernapasan. Derunya sangat jelas terasa menyapu wajah. “Kita buat teman untuk Jasmine.” (+(1-3)) #enhypen #jay

About