@eva_mnzl: Bei @dm-drogerie markt findet ihr SO viel für eine gesunde Ernährung, deshalb kommen hier einige meiner Favoriten.☺️ @Vitamin Well DE @voelkeljuiceid @PPURA ♥️ #dmhaul #dmbio #gesundeernährung #drogerieprodukte #zuckerfrei #darmgesundheit #antientzündlicheernährung #ernährungstipps

eva_mnzl
eva_mnzl
Open In TikTok:
Region: DE
Saturday 19 April 2025 11:08:28 GMT
41513
2574
23
220

Music

Download

Comments

ceyo_21
Ceyo :
Ich liebe Vitamin Well, kaufe es immer wieder nach
2025-04-19 11:14:05
19
tanschi308
Tanschi :
Das Wasser ist glaub ich eine Zuckerbombe😅
2025-06-18 13:00:30
1
vitaminwellde
Vitamin Well Deutschland :
Oh hey there! 👀🤍
2025-04-19 11:45:24
2
samirazyk
Samira 𐙚 :
So tolle Tipps! 🫶🏽
2025-04-19 11:26:07
2
nikmxy
nikmxy :
🥰🥰🥰
2025-10-13 14:47:24
0
vibesbygeraldine
Geraldine :
deine tipps immer so gut 🥹😍
2025-04-19 11:49:44
3
melina.rpk
Melina :
Das mit dem Zimt ist ja ein Mega Tipp😍
2025-04-20 07:34:06
2
fabian.zapf
fabian.zapf :
Wow wieder mal ein sehr gutes Video 😍
2025-04-20 08:00:12
1
lari_lind
Lari_lind :
Dank dir kauf ich jetzt auch immer diesen Zimt🫶🏼
2025-04-19 12:37:52
1
x3.ness
Vanessa🦋 | Booktok📚 :
@_disneygirl_
2025-05-14 16:41:24
0
To see more videos from user @eva_mnzl, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seekor hiu paus (Rhincodon typus) berukuran panjang 9,17 meter terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (19/9/2026) pagi, dan sempat ditemukan warga dalam kondisi masih hidup di perairan dangkal. Satwa laut dilindungi penuh tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WITA dalam posisi terdampar sejauh kurang lebih 700 meter dari garis pantai, namun sekitar pukul 09.30 WITA hiu paus itu sudah tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Warga sempat berupaya menolong dengan menyiram tubuh hiu paus menggunakan air agar tetap basah, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena air laut terus surut hingga ketinggian hanya 50–60 sentimeter, membuat satwa raksasa itu terjebak dan gagal kembali ke perairan dalam. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Wakatobi, Iptu Jufri, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Wangiwangi, Koramil 1413-11 Wangiwangi, Balai Taman Nasional Wakatobi, komunitas diving, dan warga sekitar untuk mengevakuasi bangkai hiu paus seberat sekitar 5 ton tersebut ke perairan yang lebih dalam. Analisis oseanografi BMKG Maritim Kendari menyebut pergerakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2 meter dari arah timur-tenggara serta angin berkecepatan 5–20 knot pada Jumat (18/9) malam menjadi salah satu faktor yang menyeret hiu paus tersebut hingga terdampar di pesisir Wangi-Wangi, sementara evakuasi bangkai dipercepat guna mencegah pencemaran lingkungan pesisir akibat proses pembusukan.
Seekor hiu paus (Rhincodon typus) berukuran panjang 9,17 meter terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (19/9/2026) pagi, dan sempat ditemukan warga dalam kondisi masih hidup di perairan dangkal. Satwa laut dilindungi penuh tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WITA dalam posisi terdampar sejauh kurang lebih 700 meter dari garis pantai, namun sekitar pukul 09.30 WITA hiu paus itu sudah tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Warga sempat berupaya menolong dengan menyiram tubuh hiu paus menggunakan air agar tetap basah, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena air laut terus surut hingga ketinggian hanya 50–60 sentimeter, membuat satwa raksasa itu terjebak dan gagal kembali ke perairan dalam. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Wakatobi, Iptu Jufri, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Wangiwangi, Koramil 1413-11 Wangiwangi, Balai Taman Nasional Wakatobi, komunitas diving, dan warga sekitar untuk mengevakuasi bangkai hiu paus seberat sekitar 5 ton tersebut ke perairan yang lebih dalam. Analisis oseanografi BMKG Maritim Kendari menyebut pergerakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2 meter dari arah timur-tenggara serta angin berkecepatan 5–20 knot pada Jumat (18/9) malam menjadi salah satu faktor yang menyeret hiu paus tersebut hingga terdampar di pesisir Wangi-Wangi, sementara evakuasi bangkai dipercepat guna mencegah pencemaran lingkungan pesisir akibat proses pembusukan.

About