@endanglestari2108_: Nyesel banget beli ini 😌

Tari🌸
Tari🌸
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 22 April 2025 08:38:06 GMT
52599
670
23
12

Music

Download

Comments

kepehbengkalis123
kepeh Bengkalis 123 kepeh Beng :
iya ♥️♥️♥️♥️
2025-04-24 17:41:12
1
yuli.yawati569
Yuli Yawati :
🥰
2025-04-30 13:41:20
0
misran.tbh
Misran Tbh :
dek tari cantik gitu
2025-05-22 17:06:08
0
reno.rorojali
eka :
😁
2025-05-21 08:06:53
0
alfathyyyy
bang jago :
😁
2025-05-19 00:53:16
0
nadila3170
nadila3170 :
🤲
2025-05-07 11:36:08
0
nino5079
Nino :
😁
2025-05-07 10:42:31
0
orengdhunyah
oreng dhunyah :
😳
2025-05-02 14:43:52
0
orengdhunyah
oreng dhunyah :
🥰
2025-05-02 14:43:50
0
ridwaniwan8718
Ridwan Iwan :
cakep bener bibir nya..😁
2025-05-01 11:03:53
0
ridwaniwan8718
Ridwan Iwan :
😎🥰 Assalamualaikum tari cantik
2025-05-01 11:02:37
0
ny.amore_06
Sofia Najwa :
🥰🥰🥰
2025-04-23 12:58:19
0
mamahmaul11
maul :
🥺
2025-04-30 08:07:52
0
mamahmaul11
maul :
🥰
2025-04-30 08:07:51
0
lemetyoi
Alfredlemet@yoi :
👍👍👍😉🙂
2025-04-28 00:36:00
0
user81481866178.h
user81481866178 H.m.yadi :
👍
2025-04-27 03:51:14
0
tubani.tigi
Rizky ramadhani :
entr suamiy mrh lo kak dikira pemborosan
2025-04-24 14:25:42
0
leny.mh.ray
mama ray :
B aja tuh😂
2025-04-24 07:56:15
0
ratnacahya080
ratnacahya :
mau kk
2025-04-23 17:00:03
0
To see more videos from user @endanglestari2108_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

BEM UI Pertanyakan Penanganan Bencana: Ada Apa dengan Laporan Menteri? | ROSI Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, mempertanyakan efektivitas penanganan bencana oleh pemerintah, setelah menemukan kesenjangan antara koordinasi kementerian dengan kondisi masyarakat di lapangan. Kondisi tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai hambatan yang membuat pelaksanaan di lapangan belum sesuai dengan laporan koordinasi pemerintah. “Berarti di sini ada sesuatu yang perlu diinvestigasi lebih lanjut. Karena kalau di grup menteri sampai semasif itu persiapannya, berarti ada tanda-tanya besar. Ada gap apa yang menghalangi antara persiapan di grup WhatsApp itu atau laporan-laporan di grup WhatsApp itu dengan realita yang kita lihat,” katanya.  Fathimah kemudian menceritakan pengalaman mahasiswa BEM UI saat mengunjungi Kalimantan. Ia menyebut kondisi udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla membuat masyarakat kesulitan bernapas. Selain persoalan kabut asap, mahasiswa juga menemukan kesulitan akses air bersih yang menurutnya tidak hanya berkaitan dengan karhutla, tetapi juga dampak bencana sebelumnya yang belum terselesaikan. Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, mengakui kondisi di lapangan tidak selalu dapat tergambarkan secara utuh melalui laporan pemerintah. Budiman menyebut, pemerintah telah melakukan koordinasi dan mengerahkan sejumlah kementerian dalam tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi. Namun, ia menilai realitas di lapangan memang jauh lebih kompleks dibandingkan laporan yang diterima. Budiman juga menyambut temuan dan kritik mahasiswa sebagai masukan bagi pemerintah.  Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan persoalan yang ditemukan di lapangan. Ia berjanji akan meneruskan temuan mahasiswa kepada kementerian terkait, termasuk melalui grup WhatsApp para menteri, agar persoalan tersebut mendapat perhatian. Selengkapnya klik link di bio. ▶️ #rosikompastv #fathimahazzahra #budimansudjatmiko #karhutla
BEM UI Pertanyakan Penanganan Bencana: Ada Apa dengan Laporan Menteri? | ROSI Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, mempertanyakan efektivitas penanganan bencana oleh pemerintah, setelah menemukan kesenjangan antara koordinasi kementerian dengan kondisi masyarakat di lapangan. Kondisi tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai hambatan yang membuat pelaksanaan di lapangan belum sesuai dengan laporan koordinasi pemerintah. “Berarti di sini ada sesuatu yang perlu diinvestigasi lebih lanjut. Karena kalau di grup menteri sampai semasif itu persiapannya, berarti ada tanda-tanya besar. Ada gap apa yang menghalangi antara persiapan di grup WhatsApp itu atau laporan-laporan di grup WhatsApp itu dengan realita yang kita lihat,” katanya. Fathimah kemudian menceritakan pengalaman mahasiswa BEM UI saat mengunjungi Kalimantan. Ia menyebut kondisi udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla membuat masyarakat kesulitan bernapas. Selain persoalan kabut asap, mahasiswa juga menemukan kesulitan akses air bersih yang menurutnya tidak hanya berkaitan dengan karhutla, tetapi juga dampak bencana sebelumnya yang belum terselesaikan. Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, mengakui kondisi di lapangan tidak selalu dapat tergambarkan secara utuh melalui laporan pemerintah. Budiman menyebut, pemerintah telah melakukan koordinasi dan mengerahkan sejumlah kementerian dalam tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi. Namun, ia menilai realitas di lapangan memang jauh lebih kompleks dibandingkan laporan yang diterima. Budiman juga menyambut temuan dan kritik mahasiswa sebagai masukan bagi pemerintah. Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan persoalan yang ditemukan di lapangan. Ia berjanji akan meneruskan temuan mahasiswa kepada kementerian terkait, termasuk melalui grup WhatsApp para menteri, agar persoalan tersebut mendapat perhatian. Selengkapnya klik link di bio. ▶️ #rosikompastv #fathimahazzahra #budimansudjatmiko #karhutla

About