@shamim.najjinda:

Shamim Najjinda
Shamim Najjinda
Open In TikTok:
Region: UG
Saturday 03 May 2025 20:08:19 GMT
44
10
1
1

Music

Download

Comments

To see more videos from user @shamim.najjinda, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Degradasi ke Divisi Satu pada 2003 adalah salah satu titik terendah dalam sejarah Arema Malang. Namun, kedatangan almarhum Benny Dollo (Om Bendol) pada 2004 mengubah segalanya: dari tim yang terluka menjadi kekuatan paling ditakuti di tanah air. Di tangan Om Bendol, Arema tidak hanya sekadar promosi. Beliau membangun ulang mentalitas Singo Edan lewat kedisiplinan fisik tanpa kompromi, instruksi lantang dari pinggir lapangan, serta skema 3-5-2 yang sangat bertenaga: - Trio bek kokoh (Claudio Jesus, Warsidi, Sunar Sulaiman/Aris Budi) dengan man-marking tanpa ampun. - Wing-back spartan (Alexander Pulalo dan Erol Iba) yang naik-turun tanpa henti. - Poros tengah solid di bawah komando I Putu Gede, memberi panggung bagi Firman Utina menusuk bebas dari lini kedua. - Duet lini depan liat lewat sundulan dan duel fisik Franco Hita bersama Emaleu Serge. Hasilnya langsung berbuah sejarah emas: 1. Juara Divisi Satu 2004: Membawa Singo Edan kembali ke kasta tertinggi dalam semusim. 2. Juara Copa Dji Sam Soe 2005: Laga legendaris di GBK. Bermain dengan 10 orang usai kartu merah Pulalo, Arema menundukkan Persija Jakarta 4–3 lewat hat-trick dramatis Firman Utina. 3. Juara Copa Dji Sam Soe 2006: Menumbangkan Persipura Jayapura 2–0 di Gelora Delta Sidoarjo lewat dwigol Aris Budi Prasetyo, mengukuhkan Arema sebagai tim pertama yang meraih gelar beruntun (back-to-back). Om Bendol membuktikan bahwa taktik hebat selalu berakar dari disiplin, kerja keras, dan rasa hormat pada lambang di dada. Rutam Nuwus Coach Bendol 😊🙏  __ ⚽️ Powered by @OYISAM!  __ #aremamoment #arema #aremania #yoikimalang #logosingabertindik
Degradasi ke Divisi Satu pada 2003 adalah salah satu titik terendah dalam sejarah Arema Malang. Namun, kedatangan almarhum Benny Dollo (Om Bendol) pada 2004 mengubah segalanya: dari tim yang terluka menjadi kekuatan paling ditakuti di tanah air. Di tangan Om Bendol, Arema tidak hanya sekadar promosi. Beliau membangun ulang mentalitas Singo Edan lewat kedisiplinan fisik tanpa kompromi, instruksi lantang dari pinggir lapangan, serta skema 3-5-2 yang sangat bertenaga: - Trio bek kokoh (Claudio Jesus, Warsidi, Sunar Sulaiman/Aris Budi) dengan man-marking tanpa ampun. - Wing-back spartan (Alexander Pulalo dan Erol Iba) yang naik-turun tanpa henti. - Poros tengah solid di bawah komando I Putu Gede, memberi panggung bagi Firman Utina menusuk bebas dari lini kedua. - Duet lini depan liat lewat sundulan dan duel fisik Franco Hita bersama Emaleu Serge. Hasilnya langsung berbuah sejarah emas: 1. Juara Divisi Satu 2004: Membawa Singo Edan kembali ke kasta tertinggi dalam semusim. 2. Juara Copa Dji Sam Soe 2005: Laga legendaris di GBK. Bermain dengan 10 orang usai kartu merah Pulalo, Arema menundukkan Persija Jakarta 4–3 lewat hat-trick dramatis Firman Utina. 3. Juara Copa Dji Sam Soe 2006: Menumbangkan Persipura Jayapura 2–0 di Gelora Delta Sidoarjo lewat dwigol Aris Budi Prasetyo, mengukuhkan Arema sebagai tim pertama yang meraih gelar beruntun (back-to-back). Om Bendol membuktikan bahwa taktik hebat selalu berakar dari disiplin, kerja keras, dan rasa hormat pada lambang di dada. Rutam Nuwus Coach Bendol 😊🙏 __ ⚽️ Powered by @OYISAM! __ #aremamoment #arema #aremania #yoikimalang #logosingabertindik

About