@aviationresumepro: سيرة ذاتية متوفرة عندنا من اجل اجتياز المرحلة الاولى في التسجيل ، راسلونا من أجل معلومات أكثر ✨ #dz #aviation #cabincrew #qatar🇶🇦 #emirates #flynas #etihad #flightattendant #مضيفة_طيران #explore #ryadh #emirateairline #qatarairways #etihadairwayscabincrew

aviationresumepro
aviationresumepro
Open In TikTok:
Region: DZ
Monday 05 May 2025 18:40:23 GMT
21797
1872
16
40

Music

Download

Comments

learnenglishwithme065
FC English :
plan A inchallah 🛫
2025-05-05 21:53:32
3
moonnjr
moon njr🇹🇳 :
i gave up making my dream come true 💔💔🙂
2025-05-11 20:19:21
1
veloura_80
Veloura🤍 :
Plan A Inchallah
2025-05-08 09:54:48
4
marlin8903
Felish.id :
my dream...🥹
2025-06-23 15:32:58
0
blinkii2
•BLINKII•💕 :
Plan A✨
2025-06-26 14:04:33
1
m5435779
🥑🩷Sweet pie 🥑🩷 :
Nice all plan 🥰🥰
2025-05-22 14:58:03
1
imanerb08
Nina🫀 :
عندي غير رياض 🙂 علجال حجاب
2025-08-29 21:55:17
0
nathan.djim5
Djim 🇨🇫🇹🇬🇨🇮👑 :
Me later steward QATAR is the best ❤❤❤
2025-05-06 21:01:35
1
mouaadhbourouina
mouaadhbourouina :
😎😎😎
2025-05-08 19:37:04
2
To see more videos from user @aviationresumepro, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lagu
Lagu "Yesterday, When I Was Young" adalah salah satu karya legendaris yang mengupas tema refleksi diri, penyesalan masa muda, dan berjalannya waktu secara mendalam. [1, 2] Banyak orang yang keliru mengiranya sebagai lagu pop biasa atau menyamakannya dengan lagu "Yesterday" milik The Beatles. Padahal, lagu ini memiliki sejarah dan kisah latar belakang yang sangat berbeda. [1, 2] Berikut adalah cerita dan fakta menarik di balik terciptanya lagu "Yesterday, When I Was Young": 1. Asal-usul dari Prancis (Hier Encore) Lagu ini sebenarnya bukan berasal dari negara berbahasa Inggris. Lagu ini awalnya ditulis dan direkam dalam bahasa Prancis dengan judul "Hier Encore" (yang berarti "Baru Kemarin" atau "Kemarin Lagi") pada tahun 1964. [1, 2] Lagu tersebut diciptakan oleh maestro musik legendaris berdarah Prancis-Armenia, Charles Aznavour, bersama komposer Georges Garvarentz. Di Prancis dan Eropa, Aznavour adalah ikon besar yang kerap dijuluki sebagai "Frank Sinatra dari Prancis" karena kemampuannya menyampaikan cerita emosional lewat lagu. [1, 2, 3] 2. Adaptasi Lirik Inggris yang Puitis Agar bisa diterima oleh penikmat musik global, lirik lagu ini diadaptasi ke dalam bahasa Inggris oleh seorang penulis lirik terkenal bernama Herbert Kretzmer (sosok yang juga sukses mengadaptasi drama musikal Les Misérables). [1, 2] Kretzmer tidak sekadar menerjemahkan kata demi kata dari bahasa Prancis. Ia mengambil atmosfer melankolis dari musiknya dan mempertajam liriknya menjadi untaian kalimat yang sangat puitis, seperti metafora "The taste of life was sweet as rain upon my tongue" (Rasa hidup ini begitu manis bagaikan hujan di lidahku). [1, 2] 3. Makna Cerita: Jeritan Penyesalan di Usia Tua Kisah di balik lirik lagu ini menceritakan sudut pandang seseorang yang sudah lanjut usia dan menatap lurus ke masa lalunya dengan penuh penyesalan. [1, 2] Ketakutan akan Waktu yang Sia-sia: Semasa muda, ia merasa waktu berjalan lambat dan memperlakukan hidup seperti permainan yang remeh ("I teased at life as if it were a foolish game"). Ia sibuk mengejar kesenangan malam, pesta, ego, dan kesombongan, sampai tidak sadar bahwa masa mudanya telah habis terkikis waktu. [1, 2, 3] Mimpi yang Rapuh: Lirik "I always built, alas, on weak and shifting sand" menggambarkan kesadaran terlambat bahwa segala rencana dan kebanggaan yang ia bangun di masa muda ternyata berdiri di atas fondasi yang rapuh (pasir isap). [1, 2] Kesepian di Masa Tua: Pada bait-bait akhir, ia tersadar bahwa teman-teman masa mudanya sudah pergi, lagu-lagunya sudah habis dinyanyikan, dan ia kini ditinggalkan sendirian dengan rasa penyesalan yang membayangi. # Glenn Campbell # Roy Clark # Charles Aznavour

About