@oupscestdanslaboite: Sacrifice enfants Story Time KAYOUMORTH X story Time #kayoumorthxstorytime #histoire #story #storytime #sacrifice #enfant #children #c#creatorsearchinsightscreatorsearchinsight #lessurvivantes

Oupscestdanslaboite
Oupscestdanslaboite
Open In TikTok:
Region: FR
Tuesday 06 May 2025 16:01:09 GMT
26294
893
70
247

Music

Download

Comments

taghlattxalas
ⵣ H O C I N E ⵣ𝕵𝖆𝖕𝖔𝖓𝖎ⵣ🔒 :
c'est comme les Cartel je crois ?
2025-05-08 23:30:48
2
amande7777
AmCréa :
Vivement que tout soit révélé au grand jour 🙏 Ta justice Seigneur
2025-05-06 20:11:52
20
lionrau
Simão Pires :
Comment une telle chose peut être racontée avec une telle légèreté. Même si on est enfant c’est quelque chose qui va nos hanter pour toute notre vie.
2025-05-09 07:32:07
7
bynath75
Nath clem :
Ou étaient les parents ?
2025-05-07 17:18:36
6
lumieredivine71
améthyste :
🙏🙏🙏🙏que la justice divine en aide aux enfants maltraités
2025-05-07 05:33:32
7
joellelabelle
joellelabelle :
c'est insupportable 😳
2025-05-10 15:17:23
3
mahdideutsche
back to the future :
Je veux comprendre la cause
2025-05-08 15:03:09
1
mabellya2
mabellya :
et tu souris???
2025-05-08 15:05:59
0
user332637340955
user332637340955 :
tout le monde doit être au courant..
2025-05-07 05:57:30
5
marcobranco75
Marco Branco :
Ya t'il de la justice ou pas?
2025-05-10 14:49:19
1
clauluc26
Clauluc26 :
ça paraît incroyable, et pourtant impossible de zapper ces témoignages
2025-05-06 20:50:49
4
evno1850cq9
butterfly :
a 7 ans tirer au pistolet 🤔 le recul de l arme a 7ans comment bien viser 🤔 je débute les vidéos mais j arrive pas a y croire
2025-06-16 09:24:13
0
userbdf7coyt94
valtortue :
😂
2025-05-09 23:29:38
1
patriciagroy
Patou :
👍👍❤️❤️
2025-05-07 14:04:23
0
daphne.cosmtiques
daphnée cosmétiques :
🥺🥺🥺🥺🥺🥺
2025-05-12 07:54:39
0
sali11537
Sali :
😳
2025-05-19 06:29:11
0
ismaelahmedtraore
Vraidjo :
👍
2025-05-08 17:30:48
0
c.fredederique
Frédérique Fred292 :
😁
2025-05-10 23:21:26
0
marcobranco75
Marco Branco :
😔
2025-05-10 14:48:10
0
gracepatricia98
Grâce :
Les prostituées de madame Claude ont témoigné de choses similaires. Leurs riches clients organisaient des chasses de la même nature etc…certaines ne sont jamais revenues
2025-05-16 17:49:55
3
cassy6885
cassy :
Inimaginable c'est déroutant écœurant
2025-05-22 12:29:31
2
yandati
Yan Dati :
il y a vraiment des bâtards
2025-05-08 17:10:07
3
lilli888vanilli
Leila :
Mk ultra
2025-05-11 03:00:36
1
christopheguilla9
hc :
malheureusement c'est vrai ça a toujours existé et ça existera toujours
2025-05-09 16:16:15
37
david.lavis.4
David Lavis 4 :
les peuples occidentaux doivent comprendre et croire que nous sommes réellement gouvernés par des satanistes qui dirigent tout, regarder pour preuve, Macron qui reçoit le chef des terroristes de Syrie
2025-05-08 11:20:06
4
cafegourmand4
cafegourmand4 :
un peu de mal à croire tout ça.
2025-05-07 06:51:34
3
tuttifrutti923
tuttifrutti923 :
Mon Dieu!
2025-05-14 10:03:05
3
edd.wars999
Edd Ward :
Pourquoi personne ne donne de noms
2025-05-11 18:05:18
3
villemet2
bleuet :
c'est quoi ce bordel je suis écoeurée de voir des bourreaux ce siècle est pourri il y a des monstres tu vois cette femme c'est impensable mais des vrais criminelles il faut les enfermer ou les tuer
2025-05-09 05:01:10
1
fanchbzh
fanchbzh :
😡😡😡😡😡
2025-05-06 17:34:39
1
gninlkanalbertine
gninlkanalbertine :
😳😳😳
2025-05-11 11:30:33
0
mohamed_amine_hai
Mohamed_El Amine_Hai :
❤️❤️❤️
2025-05-07 02:51:34
0
lumieredivine71
améthyste :
😈😈😈😈
2025-05-07 05:32:32
0
dany.maisonneuve
Dany Maisonneuve :
terrible horribles
2025-05-15 15:34:28
0
lydiapellerin
Lydia Pellerin760 :
😡😡😡
2025-05-07 08:35:26
0
sopeachy14
Sopeachy :
😁
2025-05-11 05:23:46
0
f1onesport
UNBEATEN F1 :
الحمدالله على نعمة الإسلام
2025-05-10 02:11:02
0
ciel759
THÏIYANA :
🤔😢😰😱😭 puneze et c'est qui qui lui a fait faire sa ? sa date de quand?
2025-05-08 15:04:00
0
pratima.devi.mohab
Pratima Devi Mohabor :
🥰
2025-05-09 14:46:48
0
To see more videos from user @oupscestdanslaboite, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About