@140898vananh: Đu không thiếu trend nèo❤️❤️#lớphọcvuinhộn #trend#vaytayxinhchao #namhoc20242025 #xh #xhtiktok#trending

❤️
❤️
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 17 May 2025 11:23:50 GMT
164653
1600
0
329

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @140898vananh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gigi penderita diabetes sering goyang atau copot satu per satu? Jangan dianggap masalah gigi biasa. Diabetes ternyata tidak hanya berkaitan dengan gula darah. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mulut dan gigi. Ketika gula darah sering tinggi atau diabetes tidak terkontrol, risiko mengalami penyakit gusi (periodontal) menjadi lebih tinggi. Gula darah yang tinggi dapat membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi, sementara bakteri dari plak dapat memicu peradangan pada gusi.  Awalnya mungkin terlihat sederhana:  • Gusi mudah merah dan bengkak • Gusi sering berdarah saat menyikat gigi • Bau mulut yang menetap • Gusi terasa nyeri atau sensitif • Gigi menjadi lebih sensitif atau terasa goyang Jika penyakit gusi berkembang menjadi periodontitis, jaringan dan tulang yang menopang gigi dapat mengalami kerusakan. Akibatnya, gigi bisa menjadi semakin longgar dan pada kondisi yang berat dapat menyebabkan kehilangan gigi.  Yang perlu dipahami, gigi goyang tidak otomatis berarti seseorang pasti mengalami komplikasi diabetes. Penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk penyakit gusi, karies, kebiasaan merokok, maupun masalah lain pada jaringan penyangga gigi. Karena itu, diperlukan pemeriksaan dokter gigi untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Menariknya, hubungan diabetes dan penyakit gusi juga bisa berjalan dua arah. Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit gusi, sementara penyakit gusi dapat membuat pengelolaan gula darah menjadi lebih sulit.  Jadi, kalau punya diabetes jangan hanya fokus memeriksa gula darah. Kesehatan gigi dan gusi juga perlu diperhatikan. Yang bisa dilakukan: - Sikat gigi minimal 2 kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. - Bersihkan sela-sela gigi secara rutin, misalnya dengan floss. - Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. - Beri tahu dokter gigi bahwa Anda memiliki diabetes. - Usahakan gula darah tetap terkontrol sesuai target yang diberikan tenaga kesehatan. - Jangan menunggu sampai gigi terasa sangat sakit atau sudah goyang untuk memeriksakannya.  Kalau saat ini gigi mulai goyang, gusi sering berdarah, bengkak, atau sulit mengunyah, sebaiknya periksakan ke dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani lebih awal. **Punya diabetes dan pernah mengalami gigi goyang? Komen “GIGI” 👇**
Gigi penderita diabetes sering goyang atau copot satu per satu? Jangan dianggap masalah gigi biasa. Diabetes ternyata tidak hanya berkaitan dengan gula darah. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mulut dan gigi. Ketika gula darah sering tinggi atau diabetes tidak terkontrol, risiko mengalami penyakit gusi (periodontal) menjadi lebih tinggi. Gula darah yang tinggi dapat membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi, sementara bakteri dari plak dapat memicu peradangan pada gusi. Awalnya mungkin terlihat sederhana: • Gusi mudah merah dan bengkak • Gusi sering berdarah saat menyikat gigi • Bau mulut yang menetap • Gusi terasa nyeri atau sensitif • Gigi menjadi lebih sensitif atau terasa goyang Jika penyakit gusi berkembang menjadi periodontitis, jaringan dan tulang yang menopang gigi dapat mengalami kerusakan. Akibatnya, gigi bisa menjadi semakin longgar dan pada kondisi yang berat dapat menyebabkan kehilangan gigi. Yang perlu dipahami, gigi goyang tidak otomatis berarti seseorang pasti mengalami komplikasi diabetes. Penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk penyakit gusi, karies, kebiasaan merokok, maupun masalah lain pada jaringan penyangga gigi. Karena itu, diperlukan pemeriksaan dokter gigi untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Menariknya, hubungan diabetes dan penyakit gusi juga bisa berjalan dua arah. Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit gusi, sementara penyakit gusi dapat membuat pengelolaan gula darah menjadi lebih sulit. Jadi, kalau punya diabetes jangan hanya fokus memeriksa gula darah. Kesehatan gigi dan gusi juga perlu diperhatikan. Yang bisa dilakukan: - Sikat gigi minimal 2 kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. - Bersihkan sela-sela gigi secara rutin, misalnya dengan floss. - Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. - Beri tahu dokter gigi bahwa Anda memiliki diabetes. - Usahakan gula darah tetap terkontrol sesuai target yang diberikan tenaga kesehatan. - Jangan menunggu sampai gigi terasa sangat sakit atau sudah goyang untuk memeriksakannya. Kalau saat ini gigi mulai goyang, gusi sering berdarah, bengkak, atau sulit mengunyah, sebaiknya periksakan ke dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani lebih awal. **Punya diabetes dan pernah mengalami gigi goyang? Komen “GIGI” 👇**

About