@bimnguyen58: Không sợ làm việc ngoài trời khi đã chống nắng cho da body cẩn thận! #goclamdep #outdoor #creatorlife #VaselineVN #HoptaccungUnilever

Bim Nguyễn
Bim Nguyễn
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 01 June 2025 14:11:56 GMT
31243
324
22
10

Music

Download

Comments

_tu22_
Uyên 🫶🏻 :
Mh xin link vòng tay vs vòng cổ với
2025-06-04 01:50:32
0
ltnehehehe
Chưa biết đặt tên gì 🧐🧐 :
😂
2025-06-06 15:01:02
0
moemoe12573
Rin Nguyễn :
Bả trắng phát sáng 🤩
2025-06-01 14:42:34
1
_dtrmanh
Mặc Blazer 20 Năm :
Chị quay kiểu gì để áo trắng kh bị cháy sáng ạ
2025-06-01 14:19:29
0
_ttt.192
Chuthuymakeup :
C ơi , dùng sp này có bị nuôi lông k ạ
2025-06-01 14:24:35
0
luulinh0237
luulinh0237 :
m xin brand áo đen ngoài nha Bim🥰
2025-06-01 14:32:43
0
zoevu14
Zoe Vu :
Nhìn lại vẫn thấy nắng ạ😱
2025-06-01 15:04:39
0
usernxppnf4x0f
Dưa Lê :
quần shop nào ạ
2025-06-01 15:11:45
0
bitocunchiase
Bitocun Review :
❤️❤️
2025-06-01 16:02:03
0
biscuits0274
biscuits :
🥰🥰🥰
2025-06-03 01:35:33
0
_tu22_
Uyên 🫶🏻 :
Xin link đồng hồ nữa 😂
2025-06-04 01:52:33
0
hdxhng
hdxhng :
T xin link quần đen vs áo tank top lun với
2025-06-17 07:43:11
0
minhlehong0705
tinhyeumaunang :
😁
2025-06-20 17:16:44
0
To see more videos from user @bimnguyen58, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Senyuman Cantik Pencerahan... “Senyuman tercerahkan bukan lahir karena kehidupan telah sempurna. Ia lahir ketika jiwa mampu melihat kesempurnaan yang sedang bertumbuh di balik tiap ketidaksempurnaan.” Salah satu tanda jiwa yang gelisah adalah semakin miskin senyuman. Bukan karena bibir lupa caranya tersenyum, melainkan karena di dalam terlalu banyak pertengkaran dengan kehidupan. Jiwa yang indah berjalan ke arah berbeda. Ia kaya dengan senyuman—bukan karena hidup selalu mudah, melainkan karena matanya telah belajar melihat lebih dalam. Ia melihat sampah organik dan membayangkan bunga yang sedang dipersiapkan. Ia melihat lumpur dan teringat teratai yang sebentar lagi akan mekar. Ia melihat kegagalan sebagai kebijaksanaan yang belum selesai bertumbuh. Luka sebagai kasih yang sedang diperdalam. Air mata sebagai sungai kecil yang sedang membawa jiwa pulang. Bahkan ketika berjumpa kegelapan, kekerasan, dan kejahatan, ia tidak ikut menambahkan kebencian. Dengan kejernihan dan batas yang bijaksana, ia berusaha menghentikan luka tanpa mewariskan luka. Sebab jiwa yang tercerahkan mengetahui satu rahasia: malam tidak selamanya malam. Di kedalaman kegelapan, selalu ada kemungkinan bagi Cahaya untuk dilahirkan kembali. Dibimbing kebijaksanaan seperti ini, senyuman tidak lagi sekadar lengkungan indah di bibir. Ia menjadi tanda bahwa peperangan di dalam mulai berakhir. Kemudian senyuman berubah menjadi jembatan—menghubungkan luka dengan kesembuhan, perbedaan dengan persahabatan, manusia dengan manusia, serta hati dengan seluruh kehidupan. Barangkali inilah senyuman cantik pencerahan: mampu melihat kegelapan tanpa membenci, melihat ketidaksempurnaan tanpa menghakimi, lalu tetap memilih menjadi Cahaya yang menyembuhkan. Dan ketika semakin banyak manusia tersenyum dari kedalaman seperti ini, bumi menerima lebih sedikit kemarahan, lebih sedikit kebencian, dan lebih banyak kedamaian. Satu senyuman mungkin terlihat kecil. Namun bila ia lahir dari hati yang telah berdamai, ia dapat menjadi cahaya kecil yang ikut menerangi keluarga besar umat manusia. Tempat pendaftaran meditasi: bellofpeace.org | belkedamaian.org #gurujigedeprama #bali #Love #harmony #WorldPeace
Senyuman Cantik Pencerahan... “Senyuman tercerahkan bukan lahir karena kehidupan telah sempurna. Ia lahir ketika jiwa mampu melihat kesempurnaan yang sedang bertumbuh di balik tiap ketidaksempurnaan.” Salah satu tanda jiwa yang gelisah adalah semakin miskin senyuman. Bukan karena bibir lupa caranya tersenyum, melainkan karena di dalam terlalu banyak pertengkaran dengan kehidupan. Jiwa yang indah berjalan ke arah berbeda. Ia kaya dengan senyuman—bukan karena hidup selalu mudah, melainkan karena matanya telah belajar melihat lebih dalam. Ia melihat sampah organik dan membayangkan bunga yang sedang dipersiapkan. Ia melihat lumpur dan teringat teratai yang sebentar lagi akan mekar. Ia melihat kegagalan sebagai kebijaksanaan yang belum selesai bertumbuh. Luka sebagai kasih yang sedang diperdalam. Air mata sebagai sungai kecil yang sedang membawa jiwa pulang. Bahkan ketika berjumpa kegelapan, kekerasan, dan kejahatan, ia tidak ikut menambahkan kebencian. Dengan kejernihan dan batas yang bijaksana, ia berusaha menghentikan luka tanpa mewariskan luka. Sebab jiwa yang tercerahkan mengetahui satu rahasia: malam tidak selamanya malam. Di kedalaman kegelapan, selalu ada kemungkinan bagi Cahaya untuk dilahirkan kembali. Dibimbing kebijaksanaan seperti ini, senyuman tidak lagi sekadar lengkungan indah di bibir. Ia menjadi tanda bahwa peperangan di dalam mulai berakhir. Kemudian senyuman berubah menjadi jembatan—menghubungkan luka dengan kesembuhan, perbedaan dengan persahabatan, manusia dengan manusia, serta hati dengan seluruh kehidupan. Barangkali inilah senyuman cantik pencerahan: mampu melihat kegelapan tanpa membenci, melihat ketidaksempurnaan tanpa menghakimi, lalu tetap memilih menjadi Cahaya yang menyembuhkan. Dan ketika semakin banyak manusia tersenyum dari kedalaman seperti ini, bumi menerima lebih sedikit kemarahan, lebih sedikit kebencian, dan lebih banyak kedamaian. Satu senyuman mungkin terlihat kecil. Namun bila ia lahir dari hati yang telah berdamai, ia dapat menjadi cahaya kecil yang ikut menerangi keluarga besar umat manusia. Tempat pendaftaran meditasi: bellofpeace.org | belkedamaian.org #gurujigedeprama #bali #Love #harmony #WorldPeace

About