@yourtitodrew: 5 KEY HEALTH BENEFITS PAG KUMAKAIN KA NG ALMONDS FOR SNACKS #almonds #snacks #health #wellness #foodfinds #travel #healthyfood

Tito Drew
Tito Drew
Open In TikTok:
Region: PH
Sunday 08 June 2025 23:00:00 GMT
9530349
94064
853
8063

Music

Download

Comments

genbohol175
🎀 Mica Klein 🎀 :
Healthy
2025-10-31 01:34:07
6
palzbutz
Palz affiliate :
nice
2025-06-27 03:25:06
5
fais_alib
UML Sorry. :
Good, Perfect, Nakakatulong, Can you just please explain the benifits
2025-07-26 04:12:52
5
storemoto5
Leo35 :
check out now guys
2025-08-27 15:47:35
5
joshuasanchezsupan
🔥 :
aaammmnoond
2025-08-01 07:18:38
5
luisaraliabalmes
Luisa'sShop🤍 :
nice
2025-06-21 01:58:40
15
marie.mauhay4
Marie Mauhay :
wow
2025-06-26 12:49:57
6
gab_clicks4
GABBCLICKS_PH🎱 :
Woah
2025-10-01 12:43:09
6
danpacs24
Danpacs24 :
oky
2025-06-21 05:31:41
12
annieadobru
A. :
Maganda talaga yan
2025-06-26 14:04:54
8
maeanne2255
maeanne :
magkanu po
2025-10-17 13:20:27
8
aprilrico27
"🅐🅟🅡🅘🅛" :
bihira ako makakain ng almonds...Dami Pala benefits ❤️
2026-03-23 11:40:57
17
janryjmnz
HenryFinds🪬 :
Maganda yan pang midnight snacks kesa sa junksfoods
2025-10-03 02:31:12
6
ghavellouisgasang
Ghavellouis Gasang :
Thankyou po sa info🤩
2025-07-30 12:34:24
5
joanna24ap
🌙JM24⭐ :
healthy snack po tlga.super sarap pa😋
2025-06-29 00:34:21
8
estrellatheresasa
Ma Theresa E Santos :
true po
2025-08-11 11:22:03
5
noragestiada5
ate nora🇵🇭 :
next time bili ako nyan
2025-08-29 03:54:23
6
teddelatorre3
teddy :
wow ang dami benefits Lodi affordable pa
2025-06-27 14:54:01
9
mitch_in_riyadh
🐒🍀ms.capricorn87🎶🎧 :
my fav😍😋
2025-06-25 17:39:56
6
imelda.95
Imelda Espinosa :
woow yum-yum .. nice
2025-07-09 06:01:33
7
manoyote
manoy OTE :
thanks for the info
2025-06-26 09:56:00
7
yangyangheredero
Yangyang Heredero :
makbili n tlga nito
2025-07-07 11:53:56
5
sfmnazareno
3Makuletz Shop :
@my favorite
2025-06-18 15:05:34
10
user6111709971812
user6111709971812 :
how much
2025-07-04 15:36:38
5
marielequin7
Marie Lequin :
Correct Po 👍👍
2025-06-21 13:59:51
9
To see more videos from user @yourtitodrew, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov :  ​“Truth or dare?” ​Kamu menghela napas singkat, berdecih. “Dare.” ​Sorak kecil meledak. Teman-teman satu gengmu di SMA memang selalu berisik jika sudah berkumpul di warung belakang sekolah. Dan di sanalah namanya disebut, seolah target sudah disiapkan sejak awal. ​“Pacaran sama Juhoon.” ​Juhoon. Si cowok berkacamata tebal, duduk di barisan depan kelas, selalu datang lebih pagi dari siapa pun. Tidak pernah ikutan nongkrong di kantin. Tidak pernah ikut bercanda. Bahkan ia tidak pernah tersenyum. ​“Cuma dua minggu, kan?” katamu santai, memutar-mutar kunci vesmet mu. “That's easy.” ​Hari itu, permainan dimulai. Kamu melihat Juhoon di koridor sekolah dekat loker dan mendekatinya. Berusaha sok akrab. ​Kamu menangkup kedua tanganmu di pipi, lalu melempar senyum lebar yang di mata Juhoon terlihat sangat aneh. ​“Lo kenapa?” tanyanya datar, jelas tidak nyaman. ​“Mau kenalan doang emang nggak boleh?” ujarmu seraya tersenyum semanis mungkin. ​“Gue nggak tertarik kenalan, apalagi punya temen kayak lo,” balasnya dingin. Ia menutup lokernya dengan pelan, lalu beranjak pergi. ​Oke. Kamu gagal di hari pertama. ​Hari kedua, kamu sengaja duduk di sebelah Juhoo  saat jam pelajaran Fisika. Menggeser kursi tanpa izin, lalu menyodorkan sebatang cokelat. ​Juhoon menerimanya tanpa ekspresi, memasukkannya ke dalam tas, namun tidak berbicara sepatah kata pun. ​Oke, nice try. ​Hari ketiga, semuanya terbongkar. Kamu tidak tahu dari mana ia mendengarnya. Mungkin bisik-bisik anak-anak di kelas terlalu keras, atau tawa gengmu yang mencolok saat memperhatikannya dari jauh. Yang jelas, sore itu saat sekolah sudah sepi, ia menghentikan langkahmu di lorong laboratorium yang kosong. ​“Gue tau,” ucapnya. Nada suara itu berat dan dingin. “Gue target taruhan lo, kan?” ​Kamu terdiam. Jantungmu berdegup aneh, tapi kamu segera tertawa kecil, pura-pura santai. “Ketahuan ya? Jadi lo mau dong, jadi pacar gue?” ​Ia menatapmu lurus dari balik lensa kacamatanya. Tatapan yang entah kenapa membuat senyummu terasa canggung. ​“Cuma dua minggu kan?” katanya. “Setelah itu jangan ganggu gue lagi.” ​Kamu menyeringai kecil, mencoba mengembalikan kendali. Kamu menepuk pundaknya beberapa kali. “Lagian siapa juga sih yang mau lama-lama sama cowok innocent kayak lo? Bosenin tahu nggak.” ​Juhoon tidak tersinggung. Itu yang membuatmu sedikit terkejut. ​“Terserah,” balasnya singkat. Ia membenarkan letak tas ranselnya lalu berjalan melewatimu, meninggalkanmu yang sedikit speechless dengan ketenangannya. ♡♡♡ ​Minggu pertama berpacaran dengan Juhoon. Dan di hari pertamanya, kamu berkacak pinggang di parkiran sekolah seraya memperhatikan bingkai hitam yang selalu bertengger di wajah Juhoon. ​“Lo kelihatan culun banget kalau pakai kacamata itu,” katamu sambil menyeringai kecil. ​Juhoon hanya berkedip sekali. “Oh,” jawabnya singkat. ​Kamu menggeram kesal dalam hati. Cowok satu ini ternyata sangat pandai membuat orang gemas karena sifat pasifnya. ♡♡♡ ​Hari kedua, kamu memutuskan ikut masuk ke dunianya, perpustakaan sekolah yang super sepi. ​Kamu duduk di depan Juhoon, satu meja. Mengambil buku ensiklopedia tebal yang judulnya bahkan tidak kamu pahami. Pura-pura membaca, padahal sesekali menguap keras-keras. ​“Serius lo betah baca ginian tiap hari?” ​Juhoon membalik halaman bukunya. “Kalau nggak betah gue nggak bakal duduk di sini.” ​Kamu memutar bola mata malas. “Lo kalau ngomong emang rada nyelekit gitu ya?” ​“Sama lo doang,” jawab Juhoon tanpa beralih dari bukunya. ​Kamu hanya menatapnya datar. Lalu lagi-lagi, tanganmu bertumpu di dagu seraya mengunci tatapanmu padanya. Menunggu dia menyuruhmu pergi karena terganggu. ​Tapi tidak. Juhoon membiarkanmu tinggal seolah kehadiranmu tidak mengganggu, tapi juga tidak penting. ​“Lo beneran... aneh,” gumammu pelan. ​“Hm, jangan sampai lo suka,” balas Juhoon, nadanya datar tapi entah kenapa terdengar berbahaya. ​Kamu berdecih. “Enggak akan.” ♡♡♡ ​Hari ketiga, kamu bosan setengah mati. Kamu mengetuk meja sembari menoleh kepada Juhoon. ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba
#pov : ​“Truth or dare?” ​Kamu menghela napas singkat, berdecih. “Dare.” ​Sorak kecil meledak. Teman-teman satu gengmu di SMA memang selalu berisik jika sudah berkumpul di warung belakang sekolah. Dan di sanalah namanya disebut, seolah target sudah disiapkan sejak awal. ​“Pacaran sama Juhoon.” ​Juhoon. Si cowok berkacamata tebal, duduk di barisan depan kelas, selalu datang lebih pagi dari siapa pun. Tidak pernah ikutan nongkrong di kantin. Tidak pernah ikut bercanda. Bahkan ia tidak pernah tersenyum. ​“Cuma dua minggu, kan?” katamu santai, memutar-mutar kunci vesmet mu. “That's easy.” ​Hari itu, permainan dimulai. Kamu melihat Juhoon di koridor sekolah dekat loker dan mendekatinya. Berusaha sok akrab. ​Kamu menangkup kedua tanganmu di pipi, lalu melempar senyum lebar yang di mata Juhoon terlihat sangat aneh. ​“Lo kenapa?” tanyanya datar, jelas tidak nyaman. ​“Mau kenalan doang emang nggak boleh?” ujarmu seraya tersenyum semanis mungkin. ​“Gue nggak tertarik kenalan, apalagi punya temen kayak lo,” balasnya dingin. Ia menutup lokernya dengan pelan, lalu beranjak pergi. ​Oke. Kamu gagal di hari pertama. ​Hari kedua, kamu sengaja duduk di sebelah Juhoo saat jam pelajaran Fisika. Menggeser kursi tanpa izin, lalu menyodorkan sebatang cokelat. ​Juhoon menerimanya tanpa ekspresi, memasukkannya ke dalam tas, namun tidak berbicara sepatah kata pun. ​Oke, nice try. ​Hari ketiga, semuanya terbongkar. Kamu tidak tahu dari mana ia mendengarnya. Mungkin bisik-bisik anak-anak di kelas terlalu keras, atau tawa gengmu yang mencolok saat memperhatikannya dari jauh. Yang jelas, sore itu saat sekolah sudah sepi, ia menghentikan langkahmu di lorong laboratorium yang kosong. ​“Gue tau,” ucapnya. Nada suara itu berat dan dingin. “Gue target taruhan lo, kan?” ​Kamu terdiam. Jantungmu berdegup aneh, tapi kamu segera tertawa kecil, pura-pura santai. “Ketahuan ya? Jadi lo mau dong, jadi pacar gue?” ​Ia menatapmu lurus dari balik lensa kacamatanya. Tatapan yang entah kenapa membuat senyummu terasa canggung. ​“Cuma dua minggu kan?” katanya. “Setelah itu jangan ganggu gue lagi.” ​Kamu menyeringai kecil, mencoba mengembalikan kendali. Kamu menepuk pundaknya beberapa kali. “Lagian siapa juga sih yang mau lama-lama sama cowok innocent kayak lo? Bosenin tahu nggak.” ​Juhoon tidak tersinggung. Itu yang membuatmu sedikit terkejut. ​“Terserah,” balasnya singkat. Ia membenarkan letak tas ranselnya lalu berjalan melewatimu, meninggalkanmu yang sedikit speechless dengan ketenangannya. ♡♡♡ ​Minggu pertama berpacaran dengan Juhoon. Dan di hari pertamanya, kamu berkacak pinggang di parkiran sekolah seraya memperhatikan bingkai hitam yang selalu bertengger di wajah Juhoon. ​“Lo kelihatan culun banget kalau pakai kacamata itu,” katamu sambil menyeringai kecil. ​Juhoon hanya berkedip sekali. “Oh,” jawabnya singkat. ​Kamu menggeram kesal dalam hati. Cowok satu ini ternyata sangat pandai membuat orang gemas karena sifat pasifnya. ♡♡♡ ​Hari kedua, kamu memutuskan ikut masuk ke dunianya, perpustakaan sekolah yang super sepi. ​Kamu duduk di depan Juhoon, satu meja. Mengambil buku ensiklopedia tebal yang judulnya bahkan tidak kamu pahami. Pura-pura membaca, padahal sesekali menguap keras-keras. ​“Serius lo betah baca ginian tiap hari?” ​Juhoon membalik halaman bukunya. “Kalau nggak betah gue nggak bakal duduk di sini.” ​Kamu memutar bola mata malas. “Lo kalau ngomong emang rada nyelekit gitu ya?” ​“Sama lo doang,” jawab Juhoon tanpa beralih dari bukunya. ​Kamu hanya menatapnya datar. Lalu lagi-lagi, tanganmu bertumpu di dagu seraya mengunci tatapanmu padanya. Menunggu dia menyuruhmu pergi karena terganggu. ​Tapi tidak. Juhoon membiarkanmu tinggal seolah kehadiranmu tidak mengganggu, tapi juga tidak penting. ​“Lo beneran... aneh,” gumammu pelan. ​“Hm, jangan sampai lo suka,” balas Juhoon, nadanya datar tapi entah kenapa terdengar berbahaya. ​Kamu berdecih. “Enggak akan.” ♡♡♡ ​Hari ketiga, kamu bosan setengah mati. Kamu mengetuk meja sembari menoleh kepada Juhoon. ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About