@pffttk: مسرا 👨🏻‍🦯.#تبوك #البي #تريلات #سكاكا #الشمال

طارق عبدالرحمن
طارق عبدالرحمن
Open In TikTok:
Region: SA
Friday 06 June 2025 19:24:09 GMT
17104
260
2
74

Music

Download

Comments

user630762484
Kate hudson :
حياك
2025-06-11 17:44:14
0
To see more videos from user @pffttk, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hai, guys. Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang pendakianku ke Gunung Sindoro via Kledung 31 Mei 2026. Awalnya aku diajak oleh seorang teman perempuan. Sebelum berangkat, aku sempat bertanya berapa orang yang akan ikut. Dia menjawab ada lima orang termasuk aku, terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Aku juga tahu kalau ada satu pasangan di dalam rombongan itu. Namun, yang tidak aku ketahui adalah ternyata satu laki-laki dan satu perempuan lainnya juga merupakan pasangan. Dari awal sebenarnya aku sudah mewanti-wanti bahwa aku tidak ingin menjadi
Hai, guys. Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang pendakianku ke Gunung Sindoro via Kledung 31 Mei 2026. Awalnya aku diajak oleh seorang teman perempuan. Sebelum berangkat, aku sempat bertanya berapa orang yang akan ikut. Dia menjawab ada lima orang termasuk aku, terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Aku juga tahu kalau ada satu pasangan di dalam rombongan itu. Namun, yang tidak aku ketahui adalah ternyata satu laki-laki dan satu perempuan lainnya juga merupakan pasangan. Dari awal sebenarnya aku sudah mewanti-wanti bahwa aku tidak ingin menjadi "nyamuk". Temanku meyakinkanku dengan mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Karena percaya dengan ucapannya, akhirnya aku memutuskan untuk ikut. Namun kenyataannya jauh berbeda. Sebelum memulai pendakian, kami membeli nasi bungkus untuk makan. Saat itu aku merasa sedikit heran karena hanya membeli tiga bungkus nasi. Satu untukku, sedangkan dua lainnya untuk dimakan bersama oleh masing-masing pasangan. Dalam pikiranku, kenapa tidak dibeli lalu dimakan bersama-sama saja? Kenapa harus dipisahkan berdasarkan pasangan masing-masing? Jujur, bukan karena aku cemburu, tetapi lebih karena merasa tidak nyaman. Di situ masih ada satu orang lain yang bukan pasangan siapa-siapa, tetapi seolah dibiarkan sendiri. Hal yang sama terjadi saat urusan tenda. Kami menggunakan tenda kapasitas enam orang untuk lima orang sekaligus, lengkap dengan carrier yang dimasukkan ke dalam tenda. Sebelumnya aku sudah mengusulkan agar membawa dua tenda dan dipisah antara laki-laki dan perempuan, tetapi usul itu tidak dihiraukan. Akhirnya kami tetap menggunakan satu tenda. Kondisinya sangat sempit. Dan benar saja, saat tidur mereka berbaring dengan pasangan masing-masing, sementara aku berada di tengah. Saat trekking pole milikku hilang. Aku mencari sendiri di Pos 3. Dan teman-temanku tidak membantu mencarikan. Saat summit attack, kami berjalan beriringan dalam kondisi gelap dan jalur yang ramai. Di tengah perjalanan kami terpisah. Aku bingung dan panik. Aku menunggu di Watu Tatah hampir satu jam dengan harapan mereka akan datang dan kembali mencariku. Namun tidak ada satu pun yang muncul. Aku mulai kedinginan karena terlalu lama menunggu. Untungnya ada seorang pendaki yang baik hati memberikan hand warmer agar aku tidak terlalu kedinginan. Saat itu aku tidak membawa makanan maupun minuman sama sekali karena semuanya dibawa oleh teman-teman laki-laki. Aku berpikir, apa mereka tidak menemukanku, dan menuju puncak. Karena kondisi semakin dingin dan aku tidak mungkin terus menunggu, akhirnya aku memutuskan melanjutkan perjalanan ke puncak seorang diri. Di sepanjang perjalanan aku beberapa kali meminta sedikit air minum kepada pendaki lain karena memang tidak membawa apa pun. Sesampainya di puncak, aku kembali mencari mereka dan menunggu lebih dari satu jam. Namun mereka tetap tidak ada. Akhirnya aku memutuskan turun sendiri menuju area camp di Pos 3. Aku berpikir setidaknya mereka sudah kembali ke tenda. Saat sampai di lokasi camp, tenda kami sudah tidak ada. Carrier milikku juga ikut dibawa. Aku benar-benar ditinggalkan. Aku sempat bertanya kepada penghuni tenda yang sebelumnya berada di dekat tenda kami. Mereka mengatakan bahwa saat mereka sampai tendaku sudah tidak ada. Saat itu aku langsung menangis. Aku lapar, haus, lelah, kakiku sakit, dan aku sendirian di gunung tanpa membawa perlengkapan apa pun. Yang paling membuatku sedih adalah mereka tidak memikirkan bagaimana jika terjadi sesuatu kepadaku. Di rombongan itu ada laki-laki juga, tetapi tidak ada satu pun yang menunjukkan tanggung jawab untuk memastikan semua anggota rombongan aman. Kalau memang tidak sanggup bertanggung jawab atas keselamatan satu orang yang diajak mendaki, seharusnya jangan mengajak. Kalau memang tujuan utamanya hanya untuk double date, lebih baik jujur sejak awal. Untungnya masih ada orang-orang baik di gunung. Beberapa mas-mas yang berada di tenda sebelah menolongku hingga ke basecamp. #sindoro

About