𝒂𝒘𝒂𝒂𝒘𝒂𝒂—˖ ࣪⊹𐙚 :
*Teks Naskah dan Narasi Drama Proklamasi Kemerdekaan*
*Pencerita* : "Pada tahun 1942 Jepang datang ke Indonesia, menggantikan kekejaman belanda, mereka datang dengan janji kemerdekaan, tapi nyatanya, rakyat di paksa kerja rodi, kekurangan makanan, bahkan nyawapun dipertatuhkan."
*Penjajah Jepang 1* (Lelaki) : "Ayo kerja, jangan malas dasar kau bodoh."
*Penjajah Jepang 2* (Perempuan) : "Dasar kau bangsa berkulit hitam pemalas, pantas saja bangsa kalian bodoh."
*Rakyat Pribumi 2* -Anak Ibu Petani (Perempuan) : "IBUU.. Jangan sakiti ibuku.." _*menangis_
*Penjajah Jepang 1* (Lelaki) : "Pergi kau, dasar bocah ingusan."
*Penjajah Jepang 2* (Perempuan) : "Hoi, Hayaku"
*Penjajah Jepang 1* (Lelaki) : "Cepat selesaikan ini ! Atau kau tidak akan makan hari ini."
*Penjajah Jepang 2* (Perempuan) : "Makanan apa ini? Sangat tidak enak."
*Penjajah Jepang 1* (Lelaki) : "Siapa yang mengizinkan kamu makan?"
*Rakyat Pribumi 5* (petani membawa keranjang) : "Tapi tuan, kami sudah tidak makan satu hari dan bekerja siang malam"
*Penjajah Jepang 1* (Lelaki) : "SIAPA YANG PEDULI" *menembak
*Rakyat Pribumi 5* (Petani yang membawa keranjang) : "AAAAAA" *menjerit
*Pencerita* : "Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, dua kota di Jepang ; Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh sekutu. Membuat Jepang semakin terperosok dalam lubang kekalahan.
*Rakyat Jepang* (Serentak) : "AAAA" *terjerit pekik karna bom
*Pencerita* : "Berita tentang kekalahan tersebut, sangat dirahasiakan oleh jepang. Namun ternyata, siaran tersebut tertangkap di Indonesia. Para tokoh yang sedang berkumpul, mendengar berita tersebut melalui radio tua yang berada di atas meja."
*Tokoh-Tokoh Indonesia* :
*Sutan Sjahrir* : "Apakah benar? Kalau begitu, ini kesempatan kita. Jepang sudah kalah, kita harus segera memproklamasikan kemerdekaan"
*Sukarni* : "Benar, jangan tunda lagi, proklamasi kan sekarang juga"
*Chairul Saleh*: Kita, harus segera memberitahu, Bung Karno dan Bung Hatta"
*Pencerita* : "Sukarni, Sjahrir dan Chairul Saleh tanpa berlama lama, langsung menghampiri Bung Karno dan Bung Hatta, untuk segera mengumandangkan kemerdekaan."
*Sukarni* : "Permisi, apakah ada Bung Karno? Ada yang ingin menemuinya "
*Fatmawati*
2026-08-12 13:08:02