Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@chintya.ay:
Chin
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 12 June 2025 15:07:30 GMT
39165
1849
9
125
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.5MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.11MB
)
Watermark .mp4 (
1.72MB
)
Music .mp3
Comments
Juju :
@user m3
2025-06-19 11:23:51
0
Dahlan lumban Raja :
🥰
2025-06-19 22:27:53
0
julioandriano :
bgini mah buru"
2025-06-14 10:51:07
0
Jaenal Aripin :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️😘😘😘😘😘
2025-06-13 08:57:15
0
E :
@mamang acim byohhh
2025-06-14 15:03:39
0
bangyud :
aw
2025-06-14 13:47:51
0
piscesss954 :
Peh enak bet pasti ini
2025-06-14 15:02:14
0
Hmm🍟 :
🗿
2025-06-23 14:40:15
0
sukaebottobrub :
🥰
2025-10-13 09:34:41
0
To see more videos from user @chintya.ay, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
One of the biggest signs of aging isn’t just fine lines—it’s volume loss. The gradual hollowing under the eyes, flattening through the cheeks, deeper smile lines, and loss of skin density that can make us look more tired even when we’re well-rested. That’s why I’ve been loving the Medicube PDRN Pink Collagen Volume Multi Balm. What makes it so unique is that it doesn’t rely on a single hero ingredient—it combines Volufiline, PDRN, NAD, collagen, peptides, retinol, hyaluronic acid, caffeine, elastin, and antioxidants in one formula. Volufiline is the ingredient that gets most of the attention because it’s known for helping skin appear fuller and more plump in areas affected by volume loss. PDRN supports skin repair and rejuvenation, while NAD helps support healthy skin function and resilience. The collagen, elastin, and peptide complex work together to improve the appearance of firmness, elasticity, and skin density, while retinol helps smooth fine lines and support collagen production. Hyaluronic acid delivers hydration that makes skin look visibly plumper, and caffeine helps reduce the appearance of puffiness and tired-looking under-eyes. What I love most is that it targets multiple age-related concerns at the same time: volume loss, hollow under-eyes, smile lines, skin laxity, dehydration, dullness, loss of firmness, and crepey texture. As someone in my late 30s, I find that addressing collagen loss, elasticity, hydration, and volume together gives a much more youthful-looking result than focusing on wrinkles alone. My skin looks bouncier, more hydrated, and noticeably more refreshed, especially around my under-eyes and nasolabial folds. #dfyd #dealsforyoudays #medicube
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
It never began #bp #height #heightpill #looks
#نغمات_بوري_ثلاثة🎹🎷🔥
#sad
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy