@feverville317: Just the tip

Feverville317
Feverville317
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 14 June 2025 20:09:59 GMT
24838
1658
12
17

Music

Download

Comments

tik65804tok
user4899133546371 :
What a great game between to fantastic teams it was a great day for basketball 🏀 in Indiana🔥🔥🔥
2025-06-14 21:50:06
18
wnbafever86
WNBA Fever :
hugs all around!
2025-06-15 20:17:54
1
scott27272727
Scott272727 :
Weird how a good clean game with respectful players is to watch!! Could watch these teams play every night.
2025-06-14 23:49:09
61
jonh4985
Johnjon :
Love this. Just give a hug
2025-06-15 01:23:07
10
donhuffman56
Don H. :
That is called respect.
2025-06-15 19:15:11
5
saramajewski111
saramajewski111 :
Love to see these two teams in the finals
2025-06-15 14:14:53
4
9livesandmee
9LivesAndMe :
Wow great view!
2025-06-15 13:18:09
3
allnite2
Dee :
nice video but I like the title even more ( just the tip)😂😂😂😂
2025-06-16 00:23:42
2
tia95452
Tia :
Thats what respect and humility all about.it doesnt have to be pride and stubborn.
2025-07-12 12:45:11
2
alexhernandez2723
alexhernandez2723 :
I know God enjoyed this game.
2025-06-16 00:38:47
1
arnelescalante01
Arnel Raz Escalante :
sportsmanship need to a physical sport ...
2025-07-06 01:30:05
0
To see more videos from user @feverville317, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tidak ada yang tahu kapan tepatnya Echelon mulai muncul. Sebagian mengatakan mereka pertama kali terlihat di pelabuhan timur, ketika sebuah kontainer berisi barang sitaan tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan jejak. Sebagian lain percaya bahwa mereka sudah ada jauh sebelum itu, hanya saja terlalu pintar untuk membiarkan dunia mengetahui keberadaan mereka. Namun semua orang sepakat mengenai satu hal. Jika nama Echelon disebut, jangan pernah menganggapnya sebagai ancaman kosong. Tujuh orang. Tujuh kepala dengan keahlian berbeda. Dan tujuh alasan mengapa mereka menjadi salah satu kelompok kriminal paling sulit disentuh di kota. Ada Harlan Vey, pemimpin yang selalu tenang bahkan ketika semua orang mulai panik. Jace Ardent, seorang hacker yang mampu membuat komputer lebih banyak bicara daripada manusia. Juno Hale, penembak yang jarang sekali meleset dan bahkan lebih jarang berbicara. Soren Blake, mekanik yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di antara mesin, kabel, dan kendaraan yang seharusnya sudah tidak bisa berjalan. Silas Quinn, ahli strategi yang selalu memiliki rencana cadangan bahkan ketika rencana pertama belum dimulai. Jett Rowan, pengemudi yang menganggap jalanan kota sebagai wilayah kekuasaannya sendiri. Dan terakhir, Nolan Pierce, anggota termuda yang bertanggung jawab atas berbagai perangkat aneh yang sebagian besar dibuat sendiri oleh kelompok itu. Mereka tidak memiliki markas mewah. Tidak memiliki gedung tinggi. Tidak pula memakai pakaian seragam. Markas mereka hanyalah sebuah gudang tua yang dari luar terlihat seperti tempat penyimpanan barang-barang tidak terpakai. Namun di balik pintunya, terdapat kendaraan yang dibongkar, komputer yang menyala sepanjang malam, meja penuh komponen elektronik, serta berbagai perangkat yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang membuatnya. Echelon bekerja seperti mesin. Satu bagian rusak, semuanya berhenti. Itulah sebabnya mereka tidak pernah menerima orang baru. Sampai malam ketika mereka membutuhkan lima orang yang paling tidak ingin mereka ajak bekerja sama. Kelompok itu bernama Toxins. Bukan kelompok terbesar, bukan kelompok dengan anggota terbanyak. Namun cukup berbahaya untuk membuat nama mereka dikenal di jalanan. Lima orang. Yoren Chane, pemimpin yang selalu terlihat santai bahkan dalam situasi terburuk. Sage Laurent, ahli teknologi dan sistem yang memiliki cara berpikir hampir sama menyebalkannya dengan Jace. Bastian Reeve, spesialis persenjataan dan peralatan lapangan. Theo Mercer, pengemudi sekaligus mekanik yang memiliki hubungan aneh dengan kendaraan-kendaraannya. Dan Hugo Vance, seorang infiltrator yang memiliki kemampuan untuk masuk ke tempat tertentu tanpa membuat orang sadar bahwa ia pernah berada di sana. Echelon dan Toxins telah menjadi musuh selama bertahun-tahun. Mereka pernah merebut pekerjaan satu sama lain. Mengacaukan transaksi. Menghancurkan rencana. Bahkan pernah saling mengejar hingga setengah kota hanya karena sebuah koper yang ternyata tidak berisi apa-apa. Karena itu, ketika Harlan Vey mengirim pesan kepada Yoren Chane pada pukul dua dini hari, Yoren hampir menghapusnya. Hampir. Sampai ia membaca kalimat terakhir.
Tidak ada yang tahu kapan tepatnya Echelon mulai muncul. Sebagian mengatakan mereka pertama kali terlihat di pelabuhan timur, ketika sebuah kontainer berisi barang sitaan tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan jejak. Sebagian lain percaya bahwa mereka sudah ada jauh sebelum itu, hanya saja terlalu pintar untuk membiarkan dunia mengetahui keberadaan mereka. Namun semua orang sepakat mengenai satu hal. Jika nama Echelon disebut, jangan pernah menganggapnya sebagai ancaman kosong. Tujuh orang. Tujuh kepala dengan keahlian berbeda. Dan tujuh alasan mengapa mereka menjadi salah satu kelompok kriminal paling sulit disentuh di kota. Ada Harlan Vey, pemimpin yang selalu tenang bahkan ketika semua orang mulai panik. Jace Ardent, seorang hacker yang mampu membuat komputer lebih banyak bicara daripada manusia. Juno Hale, penembak yang jarang sekali meleset dan bahkan lebih jarang berbicara. Soren Blake, mekanik yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di antara mesin, kabel, dan kendaraan yang seharusnya sudah tidak bisa berjalan. Silas Quinn, ahli strategi yang selalu memiliki rencana cadangan bahkan ketika rencana pertama belum dimulai. Jett Rowan, pengemudi yang menganggap jalanan kota sebagai wilayah kekuasaannya sendiri. Dan terakhir, Nolan Pierce, anggota termuda yang bertanggung jawab atas berbagai perangkat aneh yang sebagian besar dibuat sendiri oleh kelompok itu. Mereka tidak memiliki markas mewah. Tidak memiliki gedung tinggi. Tidak pula memakai pakaian seragam. Markas mereka hanyalah sebuah gudang tua yang dari luar terlihat seperti tempat penyimpanan barang-barang tidak terpakai. Namun di balik pintunya, terdapat kendaraan yang dibongkar, komputer yang menyala sepanjang malam, meja penuh komponen elektronik, serta berbagai perangkat yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang membuatnya. Echelon bekerja seperti mesin. Satu bagian rusak, semuanya berhenti. Itulah sebabnya mereka tidak pernah menerima orang baru. Sampai malam ketika mereka membutuhkan lima orang yang paling tidak ingin mereka ajak bekerja sama. Kelompok itu bernama Toxins. Bukan kelompok terbesar, bukan kelompok dengan anggota terbanyak. Namun cukup berbahaya untuk membuat nama mereka dikenal di jalanan. Lima orang. Yoren Chane, pemimpin yang selalu terlihat santai bahkan dalam situasi terburuk. Sage Laurent, ahli teknologi dan sistem yang memiliki cara berpikir hampir sama menyebalkannya dengan Jace. Bastian Reeve, spesialis persenjataan dan peralatan lapangan. Theo Mercer, pengemudi sekaligus mekanik yang memiliki hubungan aneh dengan kendaraan-kendaraannya. Dan Hugo Vance, seorang infiltrator yang memiliki kemampuan untuk masuk ke tempat tertentu tanpa membuat orang sadar bahwa ia pernah berada di sana. Echelon dan Toxins telah menjadi musuh selama bertahun-tahun. Mereka pernah merebut pekerjaan satu sama lain. Mengacaukan transaksi. Menghancurkan rencana. Bahkan pernah saling mengejar hingga setengah kota hanya karena sebuah koper yang ternyata tidak berisi apa-apa. Karena itu, ketika Harlan Vey mengirim pesan kepada Yoren Chane pada pukul dua dini hari, Yoren hampir menghapusnya. Hampir. Sampai ia membaca kalimat terakhir. "Aku punya pekerjaan yang terlalu besar untuk tujuh orang." Yoren menatap layar ponselnya cukup lama. Kemudian membalas. "Dan kau pikir lima orang sepertiku mau membantu kalian?" Balasan datang kurang dari satu menit. "Tidak." "Aku pikir kalian ingin tahu apa yang ada di dalam Elysian International Bank." Yoren berhenti tersenyum. Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresinya berubah serius. --- Pertemuan mereka berlangsung dua hari kemudian. Di gudang Echelon. Lima anggota Toxins datang lebih dulu. Yoren berjalan paling depan. Sage mengikuti sambil memasukkan kedua tangannya ke saku jaket. Bastian membawa sebuah tas besar. Theo terus melihat-lihat kendaraan yang berada di sekitar gudang. Sementara Hugo hanya diam. Mereka belum sampai lima langkah ketika suara Harlan terdengar dari ujung ruangan. "Kalian terlambat." Yoren melihat jam tangannya. #tomorrow_x_together #enhypen #fyp #edit

About