@jasmin.editss: I’m obsessed with her fight scenes🤭 || so sorry that I haven’t posted anything for so long #natasharomanoff #natasharomanoffedit #natasharomanoffedits #blackwidow #blackwidowedit #blackwidowedits #scarlettjohansson #scarlettjohanssonedit #scarlettjohanssonedits

𝓳𝓪𝓼𝓶𝓲𝓷𝓮⧖
𝓳𝓪𝓼𝓶𝓲𝓷𝓮⧖
Open In TikTok:
Region: UA
Monday 16 June 2025 09:13:17 GMT
5784
405
2
13

Music

Download

Comments

rosiesebsverse
✧ 𝐑𝐨𝐬𝐢𝐞 • Seb𝐯𝐞𝐫𝐬𝐞 ✧ :
OMG YOU ATEEE
2025-06-16 16:14:51
1
To see more videos from user @jasmin.editss, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Secara ontologis, leverage SAG Model adalah relasi kontraktual pengungkit eksposur,bukan uang, bukan aset, bukan margin, dan tidak dengan sendirinya merupakan utang, status hukumnya baru dapat ditentukan setelah struktur hak, kewajiban, margin, settlement, dan hubungan para pihak pada kontrak konkret dibedah. leverage dalam SAG Model bukanlah uang tambahan, bukan modal tambahan, dan bukan pula objek yang diperdagangkan. Ia lebih tepat dipahami sebagai mekanisme pengungkit eksposur kontraktual. Artinya kira-kira begini: Modal/margin → memberi kapasitas membuka kontrak → leverage menentukan besarnya eksposur → kontrak terekspos pada perubahan underlying → lahirlah P/L. Jadi misalnya seseorang memiliki margin $1.000 dan leverage 1:100 sehingga bisa memperoleh exposure nominal $100.000, SAG tampaknya tidak akan mengatakan: “Trader meminjam $99.000 lalu membeli aset senilai $100.000.” Itu justru pembacaan ontologis yang ingin SAG persoalkan. Dalam model SAG, pertanyaan pertamanya akan menjadi: apa yang benar-benar ada dalam transaksi tersebut? Apakah benar ada $99.000 yang berpindah kepada trader? Apakah trader menerima uang itu? Apakah kemudian $100.000 tersebut digunakan membeli underlying dan underlying berpindah menjadi miliknya? Kalau kenyataan mekanisme transaksinya tidak demikian, menyebut leverage sebagai “utang uang untuk membeli aset” berpotensi salah kategori. Jadi apa leverage itu? Dari konstruksi SAG,akan merumuskannya: Leverage adalah rasio/mekanisme kontraktual yang memperbesar kapasitas eksposur suatu posisi terhadap perubahan nilai underlying berdasarkan margin tertentu, tanpa dengan sendirinya berarti perpindahan kepemilikan underlying atau penyerahan sejumlah uang pinjaman kepada trader. berarti leverage sendiri bukan objek. Leverage 1:100 tidak seperti memiliki: * 100 dolar, * 100 gram emas, * atau suatu benda bernilai tertentu. 1:100 adalah relasi. Mirip secara ontologis dengan mengatakan “kecepatan 100 km/jam”: angka tersebut menggambarkan hubungan, bukan benda yang berdiri sendiri. Karena itu SAG kira istilah yang paling tepat untuk leverage SAG adalah relasi daya eksposur. Lalu margin? Ini juga harus dipisahkan. Dalam kerangka SAG: margin ≠ leverage ≠ notional/exposure ≠ underlying ≠ P/L. Margin adalah dana yang menopang/menjamin posisi. Leverage adalah mekanisme atau rasio yang menentukan seberapa besar exposure dapat dibentuk dari margin tersebut. Exposure adalah besarnya nilai ekonomi yang sensitif terhadap perubahan underlying. Sedangkan profit/loss adalah konsekuensi perubahan nilai posisi. Misalnya: Margin $1.000 ↓ Leverage 1:100 ↓ Exposure $100.000 ↓ perubahan underlying ↓ P/L Yang sering menjadi masalah adalah orang melihat $100.000 lalu langsung menyimpulkan: “Berarti $99.000 sisanya adalah pinjaman.” Padahal secara ontologis SAG akan bertanya: “Tunjukkan dulu: di mana uang $99.000 itu berada, siapa menyerahkannya, siapa menerimanya, dan apa yang dibeli dengannya?” jangan memberi nama kepada transaksi sebelum realitas transaksinya ditemukan. Dan kemudian baru masuk pertanyaan fikih: Apakah relasi pengungkit tersebut menghasilkan qard? Apakah ada manfaat yang disyaratkan atas qard? Apakah ada gharar yang relevan? Maisir? Zulm? Atau sebenarnya illat yang selama ini dikaitkan dengan “leverage” berasal dari struktur kontrak tertentu, bukan dari pengungkit exposure itu sendiri? Itu pertanyaan yang jauh lebih bersih daripada sekadar: “Leverage halal atau haram?” Karena leverage sebagai istilah finansial belum merupakan jawaban ontologis. #sag #trader #filsafat #fikih #trading
Secara ontologis, leverage SAG Model adalah relasi kontraktual pengungkit eksposur,bukan uang, bukan aset, bukan margin, dan tidak dengan sendirinya merupakan utang, status hukumnya baru dapat ditentukan setelah struktur hak, kewajiban, margin, settlement, dan hubungan para pihak pada kontrak konkret dibedah. leverage dalam SAG Model bukanlah uang tambahan, bukan modal tambahan, dan bukan pula objek yang diperdagangkan. Ia lebih tepat dipahami sebagai mekanisme pengungkit eksposur kontraktual. Artinya kira-kira begini: Modal/margin → memberi kapasitas membuka kontrak → leverage menentukan besarnya eksposur → kontrak terekspos pada perubahan underlying → lahirlah P/L. Jadi misalnya seseorang memiliki margin $1.000 dan leverage 1:100 sehingga bisa memperoleh exposure nominal $100.000, SAG tampaknya tidak akan mengatakan: “Trader meminjam $99.000 lalu membeli aset senilai $100.000.” Itu justru pembacaan ontologis yang ingin SAG persoalkan. Dalam model SAG, pertanyaan pertamanya akan menjadi: apa yang benar-benar ada dalam transaksi tersebut? Apakah benar ada $99.000 yang berpindah kepada trader? Apakah trader menerima uang itu? Apakah kemudian $100.000 tersebut digunakan membeli underlying dan underlying berpindah menjadi miliknya? Kalau kenyataan mekanisme transaksinya tidak demikian, menyebut leverage sebagai “utang uang untuk membeli aset” berpotensi salah kategori. Jadi apa leverage itu? Dari konstruksi SAG,akan merumuskannya: Leverage adalah rasio/mekanisme kontraktual yang memperbesar kapasitas eksposur suatu posisi terhadap perubahan nilai underlying berdasarkan margin tertentu, tanpa dengan sendirinya berarti perpindahan kepemilikan underlying atau penyerahan sejumlah uang pinjaman kepada trader. berarti leverage sendiri bukan objek. Leverage 1:100 tidak seperti memiliki: * 100 dolar, * 100 gram emas, * atau suatu benda bernilai tertentu. 1:100 adalah relasi. Mirip secara ontologis dengan mengatakan “kecepatan 100 km/jam”: angka tersebut menggambarkan hubungan, bukan benda yang berdiri sendiri. Karena itu SAG kira istilah yang paling tepat untuk leverage SAG adalah relasi daya eksposur. Lalu margin? Ini juga harus dipisahkan. Dalam kerangka SAG: margin ≠ leverage ≠ notional/exposure ≠ underlying ≠ P/L. Margin adalah dana yang menopang/menjamin posisi. Leverage adalah mekanisme atau rasio yang menentukan seberapa besar exposure dapat dibentuk dari margin tersebut. Exposure adalah besarnya nilai ekonomi yang sensitif terhadap perubahan underlying. Sedangkan profit/loss adalah konsekuensi perubahan nilai posisi. Misalnya: Margin $1.000 ↓ Leverage 1:100 ↓ Exposure $100.000 ↓ perubahan underlying ↓ P/L Yang sering menjadi masalah adalah orang melihat $100.000 lalu langsung menyimpulkan: “Berarti $99.000 sisanya adalah pinjaman.” Padahal secara ontologis SAG akan bertanya: “Tunjukkan dulu: di mana uang $99.000 itu berada, siapa menyerahkannya, siapa menerimanya, dan apa yang dibeli dengannya?” jangan memberi nama kepada transaksi sebelum realitas transaksinya ditemukan. Dan kemudian baru masuk pertanyaan fikih: Apakah relasi pengungkit tersebut menghasilkan qard? Apakah ada manfaat yang disyaratkan atas qard? Apakah ada gharar yang relevan? Maisir? Zulm? Atau sebenarnya illat yang selama ini dikaitkan dengan “leverage” berasal dari struktur kontrak tertentu, bukan dari pengungkit exposure itu sendiri? Itu pertanyaan yang jauh lebih bersih daripada sekadar: “Leverage halal atau haram?” Karena leverage sebagai istilah finansial belum merupakan jawaban ontologis. #sag #trader #filsafat #fikih #trading

About