@elicowans: Don’t let social media make you feel like you’re not doing enough. There’s always people doing better and worse than you. #ict #daytrading #daytrader

Eli
Eli
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 26 June 2025 00:14:34 GMT
9600
1306
49
40

Music

Download

Comments

dylan.lloyd1
red.rex :
This is going to be, I’m going to make it happen. And so are YOU.
2025-06-26 18:09:05
15
xjr_trades0
xjr_trades :
that’s the life i’m striving for with a m3 comp tho
2025-06-26 01:34:17
23
jtzey
jt :
yo how do i achieve this your discord isn’t working for me please?
2025-06-26 05:13:37
1
doobiefish
DoobieFish 🇻🇮 :
What would you call this style of interior design
2025-06-26 12:04:54
0
wyattmccluree
Billy Sparks ⚡️ :
one year and one day till the wildest story starts 🙏
2025-06-26 01:55:47
1
mattheww_1
mattheww_1 :
that aparent is so tuff
2025-08-12 10:43:55
3
siah0c
. :
Life is good 🙃
2025-06-26 01:35:37
2
.dylannr
dylan :
Glory to God! 🙏 Accumalation of money is good to know your progress but your foundation should be made in Jesus Christ, God bless brother and I pray for success in your journey!
2025-06-26 02:38:47
1
swatgod911
Maddox :
That apartment looks fire 🔥
2025-06-26 01:47:20
1
rixxtrades
Rixx :
God bless you bro, manifesting this for all of us
2025-07-02 12:36:31
1
smallweewee69
harrisvann :
Broo that place looks cozy asf
2025-06-26 01:59:34
1
doyl_123
Brutus :
Looks fire bro
2025-06-26 02:24:54
1
gustavo__mayorga
gus :
Congrats bro but how’d you find a trade td ?
2025-06-26 02:22:03
1
ih8mason
mason🧛🏼 :
Hell yeah dude congrats
2025-06-26 19:37:36
1
nolanmodjeski
⚡️nolan⚡️ :
U trading tmrw even with gdp?
2025-06-26 04:09:31
0
parasocialjunkie
♱ :
i seen ya hb vid on it
2025-07-13 00:35:13
0
nqjeli
Eli :
you can ask for me to be profitable too bro💔
2025-06-26 02:25:15
0
onmamas
Jonah :
Brick walls are fire gang
2025-06-26 01:24:09
1
cesar_mora05
Cesar :
Just shed a tear on how beautiful this shit it
2025-06-26 02:31:03
1
nqpackk
Alec :
Yessirrr keep grinding💯
2025-06-26 00:57:43
0
travisbreadsticks
🩶 :
dream ass apartment real talk
2025-06-26 15:57:53
1
ericdbechtel
Eric :
him
2025-06-26 15:32:20
1
To see more videos from user @elicowans, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ibnu Khaldun dalam *Al-Muqaddimah* mengajarkan satu kenyataan yang sering melukai kesombongan manusia: cara berpikir seseorang hampir selalu dibentuk oleh lingkungan tempat ia hidup. Apa yang tidak pernah ia lihat, akan ia anggap mustahil. Apa yang tidak pernah ia alami, akan ia sebut kebohongan. Dan apa yang melampaui batas pengalamannya, akan ia hina sebagai khayalan. Itulah sebabnya katak di dalam sumur bukan sekadar miskin pemandangan. Ia miskin kemungkinan. Ia mengira langit hanyalah lingkaran kecil di atas kepalanya. Ketika laut diceritakan kepadanya, ia tertawa. Bukan karena laut itu tidak ada, melainkan karena pikirannya terlalu sempit untuk menampung keluasan itu. Ironisnya, banyak manusia lebih buruk daripada katak. Mereka membaca satu buku, lalu merasa menjadi hakim bagi seluruh ilmu. Tinggal di satu kota, lalu merasa memahami dunia. Bergaul dengan satu kelompok, lalu menganggap selain kelompoknya sesat. Padahal yang sempit bukan dunia, melainkan kepalanya. Imam Al-Ghazali dalam *Ihya' Ulum al-Din* mengingatkan bahwa penyakit paling berbahaya bukanlah kebodohan, tetapi merasa sudah tahu. Sebab orang bodoh masih mungkin belajar, sedangkan orang yang merasa paling tahu telah mengunci pintu ilmunya sendiri. Sebagian orang tidak sedang mencari kebenaran. Mereka hanya mencari kalimat yang menguatkan keyakinannya. Mereka tidak berdialog untuk memahami, tetapi untuk menang. Mereka tidak mendengar agar mengerti, melainkan menunggu giliran membantah. Lalu mereka menyebut dirinya pencinta ilmu. Padahal ilmu tidak pernah tumbuh di tanah yang dipenuhi kesombongan. Dalam filsafat Islam, akal adalah amanah, bukan mahkota. Ia harus terus dibersihkan dari hawa nafsu, fanatisme, dan kebiasaan yang membelenggu pandangan. Ketika hawa nafsu menjadi guru, maka kenyataan akan dipaksa mengikuti keinginan. Ketika ego menjadi hakim, maka kebenaran akan selalu kalah oleh pendapat sendiri. Maka berhati-hatilah menjadi
Ibnu Khaldun dalam *Al-Muqaddimah* mengajarkan satu kenyataan yang sering melukai kesombongan manusia: cara berpikir seseorang hampir selalu dibentuk oleh lingkungan tempat ia hidup. Apa yang tidak pernah ia lihat, akan ia anggap mustahil. Apa yang tidak pernah ia alami, akan ia sebut kebohongan. Dan apa yang melampaui batas pengalamannya, akan ia hina sebagai khayalan. Itulah sebabnya katak di dalam sumur bukan sekadar miskin pemandangan. Ia miskin kemungkinan. Ia mengira langit hanyalah lingkaran kecil di atas kepalanya. Ketika laut diceritakan kepadanya, ia tertawa. Bukan karena laut itu tidak ada, melainkan karena pikirannya terlalu sempit untuk menampung keluasan itu. Ironisnya, banyak manusia lebih buruk daripada katak. Mereka membaca satu buku, lalu merasa menjadi hakim bagi seluruh ilmu. Tinggal di satu kota, lalu merasa memahami dunia. Bergaul dengan satu kelompok, lalu menganggap selain kelompoknya sesat. Padahal yang sempit bukan dunia, melainkan kepalanya. Imam Al-Ghazali dalam *Ihya' Ulum al-Din* mengingatkan bahwa penyakit paling berbahaya bukanlah kebodohan, tetapi merasa sudah tahu. Sebab orang bodoh masih mungkin belajar, sedangkan orang yang merasa paling tahu telah mengunci pintu ilmunya sendiri. Sebagian orang tidak sedang mencari kebenaran. Mereka hanya mencari kalimat yang menguatkan keyakinannya. Mereka tidak berdialog untuk memahami, tetapi untuk menang. Mereka tidak mendengar agar mengerti, melainkan menunggu giliran membantah. Lalu mereka menyebut dirinya pencinta ilmu. Padahal ilmu tidak pernah tumbuh di tanah yang dipenuhi kesombongan. Dalam filsafat Islam, akal adalah amanah, bukan mahkota. Ia harus terus dibersihkan dari hawa nafsu, fanatisme, dan kebiasaan yang membelenggu pandangan. Ketika hawa nafsu menjadi guru, maka kenyataan akan dipaksa mengikuti keinginan. Ketika ego menjadi hakim, maka kebenaran akan selalu kalah oleh pendapat sendiri. Maka berhati-hatilah menjadi "katak dalam sumur" versi modern. Sumurnya bukan lagi tanah yang berlubang, melainkan layar ponsel. Algoritma hanya menunjukkan apa yang ingin kau lihat. Lingkaran pertemanan hanya mengulang apa yang sudah kau yakini. Lama-kelamaan kau mengira itulah seluruh dunia. Padahal laut tetap luas meski sumurmu sempit. Kebenaran tidak mengecil hanya karena pikiranmu sempit. Laut tidak berubah menjadi kolam hanya karena kau belum pernah melihat ombak. Matahari tidak berhenti bersinar hanya karena jendelamu tertutup. Maka sebelum menertawakan lautan, keluarlah dulu dari sumurmu. Sebab sering kali yang membatasi hidup bukan sempitnya dunia, melainkan sempitnya cara berpikir. #LogikaJiwa #Filsafat #Edukasi #PengembanganDiri #BookTokIndonesia

About