@xx_hsn1: #fyp

🚬
🚬
Open In TikTok:
Region: PK
Thursday 26 June 2025 22:34:29 GMT
203415
15102
59
1954

Music

Download

Comments

teh.reemm._
⋆ :
lakin Kuch log wo bat kardete hain jinsy koi Matlab na ho, Jo har choti choti baton pe gussa karty unky bary yai sach nhi log insan ka gussa bhot jaldi dekh Lete Unka love unki care unky efforts Sab ignore karty
2025-08-03 16:35:53
16
zaidxheikh
✦˖° AĹØŊƏ×ᘔᗩIᗪ°˖✦ :
i think it's wrong
2026-08-09 13:51:25
0
twosoulsteps
it's Hijab Queen ❤️💫 :
exactly
2026-06-09 17:25:41
0
aliza.pathann_110
Lizayyy...🤌🏻🥀 :
Hazarat aliع said: jb log gussy mein ho tou unki baatyn gor se suna karo kiu ky asal haqeqat tb nazr atii hai🙁🫠
2026-01-26 16:09:07
0
eshmal._xcheema
𝕰𝖘𝖍𝖒𝖆𝖑🚩 :
indeed 💕
2025-06-27 08:29:52
11
h_03297
🦋Hح🦋 :
Ri8💯✨
2025-06-27 15:04:43
8
404_soulnotfound_
404_soulnotfound_ :
indeed 😊
2025-06-28 06:54:00
9
muazali20.12.3
Muaz Ali Jutt :
exactly 💯
2025-06-27 14:53:09
6
tonstark13
, :
indeed
2025-06-29 13:05:18
2
educated__lofar__ym
𝙊𝙮𝙚𝙚•لوفر🍂✨ :
right😌
2025-08-12 18:49:15
0
tanhaipasandlrki6
مM :
hmm right
2025-06-29 08:45:23
4
thantophobia.12
𝐖𝐡𝐨 𝐚𝐫𝐞 𝐲𝐨𝐮 :
excatly
2025-08-11 03:04:03
0
emaan_fatima172
emaan_fatima172 :
Magr gusey ma log jazbati ho kr boltey hain onke kehne ka mtlb wo nai hota
2025-12-27 17:55:00
0
atubby6
. :
right ❤️‍🩹🤌
2025-06-27 16:29:46
3
usertam966yqx1
AsHyY🥀 :
beshak💗💗💗💗
2025-08-11 13:43:42
0
sheribhatti5
🔰𝐒𝐇𝐄𝐑𝐑ی📌 :
FR 🙌🏼
2025-08-10 12:43:20
0
sunshine_3290
Account not found :
ya hazrat ali na kaha farmya h
2025-06-29 06:51:19
7
bangulanichandio
شناور علی چانڈیو :
Sach sab ko karwa lagta h😭🖤
2025-06-28 15:08:57
4
saifullah.malik615
saifullah malik :
🥰🥰🥰
2025-06-27 06:56:57
7
saim_gujjar5055
SAIM_GUجAR :
❤️❤️❤️
2025-06-27 11:59:22
6
bukhari_069
𝕾𝖞𝖊𝖉 ❤️‍🩹 :
❤️‍🩹
2025-06-27 10:50:24
7
itxanakhan007
آمنہ♡ :
@𝐁𝐞𝐞🫀
2025-08-06 10:40:37
3
zaryab.zabi
Zaryabصاحب🦁 :
@⚔️🚩عظیم مغل🚩 ⚔️
2025-07-17 01:54:40
2
billi_475
manoo🎀 :
@unknown
2025-08-12 04:38:02
0
To see more videos from user @xx_hsn1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Awalnya aku benar-benar nggak pernah curiga. Aku pikir, perubahan sikap suamiku setelah aku hamil hanyalah masalah rumah tangga biasa. Dia mulai sering pulang malam, semakin jarang menyentuhku, bahkan selalu punya alasan setiap kali aku mengajaknya berhubungan intim. Aku berusaha memahami. Namanya juga sedang hamil, pikirku. Mungkin dia sedang lelah, mungkin aku memang sudah nggak semenarik dulu. Tapi ternyata, kenyataannya jauh lebih menyakitkan dari yang pernah kubayangkan. Sampai suatu hari, aku mengetahui bahwa suamiku ternyata sudah berkali-kali berhubungan intim dengan adikku sendiri. Iya, adikku sendiri! Dan alasan di balik pengkhianatan itu benar-benar membuat hatiku hancur. Suamiku mengaku bahwa dia sudah nggak tertarik lagi denganku karena warna selangkanganku menghitam selama kehamilan. Bahkan, dia tega membandingkan bagian intimku dengan milik wanita lain, termasuk adikku sendiri. Bayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang sedang berjuang mengandung anaknya, tetapi justru dipermalukan karena perubahan tubuh akibat kehamilan. Yang paling menyakitkan, dia sering melontarkan kalimat yang membuatku merasa sangat rendah diri. Aku sampai bertanya-tanya, memangnya separah itukah perubahan tubuhku? Apa aku sudah nggak pantas dicintai hanya karena warna kulit di bagian tubuh tertentu berubah? Selama ini aku mengandung anaknya, menghadapi perubahan hormon, perubahan bentuk tubuh, dan segala ketidaknyamanan kehamilan. Tapi balasan yang kudapat justru pengkhianatan dari dua orang yang paling kupercaya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Aku memilih mengakhiri hubungan itu. Bukan karena sudah nggak punya rasa sayang, tetapi karena aku sadar bahwa bertahan dengan seseorang yang terus merendahkan tubuhku hanya akan menghancurkan harga diriku sendiri. Jujur, sampai sekarang masih ada rasa insecure. Kadang aku masih merasa malu dengan warna selangkanganku sendiri. Bahkan, ada saat-saat ketika aku merasa tubuhku memang nggak cukup baik untuk dicintai. Tapi perlahan aku belajar satu hal: perubahan warna kulit saat hamil bisa terjadi karena perubahan hormon. Itu bukan aib, bukan kekurangan, dan bukan alasan bagi siapa pun untuk mempermalukan seorang perempuan. Dan satu hal lagi yang ingin kusampaikan... Jangan pernah menganggap remeh tekanan darah tinggi atau hipertensi saat hamil. Kehamilan bukan cuma soal perubahan bentuk tubuh. Ada risiko kesehatan serius yang harus diperhatikan. Hipertensi dalam kehamilan bisa berkembang menjadi preeklamsia dan membahayakan ibu maupun bayi jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik. Jangan menunggu sampai tubuh memberikan tanda bahaya. Rutin periksa tekanan darah, ikuti pemeriksaan kehamilan, dan jangan abaikan keluhan sekecil apa pun. Untuk kalian para perempuan yang sedang hamil, jangan sampai rasa takut kehilangan pasangan membuat kalian mengabaikan kesehatan diri sendiri. Kita boleh kehilangan seseorang yang tidak menghargai kita, tetapi jangan sampai kita kehilangan kesehatan, keselamatan, dan rasa cinta terhadap diri sendiri hanya demi mempertahankan seseorang. Karena tubuh seorang ibu mungkin berubah setelah mengandung, tetapi perubahan itu seharusnya menjadi alasan untuk semakin dihargai, bukan untuk dikhianati.
Awalnya aku benar-benar nggak pernah curiga. Aku pikir, perubahan sikap suamiku setelah aku hamil hanyalah masalah rumah tangga biasa. Dia mulai sering pulang malam, semakin jarang menyentuhku, bahkan selalu punya alasan setiap kali aku mengajaknya berhubungan intim. Aku berusaha memahami. Namanya juga sedang hamil, pikirku. Mungkin dia sedang lelah, mungkin aku memang sudah nggak semenarik dulu. Tapi ternyata, kenyataannya jauh lebih menyakitkan dari yang pernah kubayangkan. Sampai suatu hari, aku mengetahui bahwa suamiku ternyata sudah berkali-kali berhubungan intim dengan adikku sendiri. Iya, adikku sendiri! Dan alasan di balik pengkhianatan itu benar-benar membuat hatiku hancur. Suamiku mengaku bahwa dia sudah nggak tertarik lagi denganku karena warna selangkanganku menghitam selama kehamilan. Bahkan, dia tega membandingkan bagian intimku dengan milik wanita lain, termasuk adikku sendiri. Bayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang sedang berjuang mengandung anaknya, tetapi justru dipermalukan karena perubahan tubuh akibat kehamilan. Yang paling menyakitkan, dia sering melontarkan kalimat yang membuatku merasa sangat rendah diri. Aku sampai bertanya-tanya, memangnya separah itukah perubahan tubuhku? Apa aku sudah nggak pantas dicintai hanya karena warna kulit di bagian tubuh tertentu berubah? Selama ini aku mengandung anaknya, menghadapi perubahan hormon, perubahan bentuk tubuh, dan segala ketidaknyamanan kehamilan. Tapi balasan yang kudapat justru pengkhianatan dari dua orang yang paling kupercaya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Aku memilih mengakhiri hubungan itu. Bukan karena sudah nggak punya rasa sayang, tetapi karena aku sadar bahwa bertahan dengan seseorang yang terus merendahkan tubuhku hanya akan menghancurkan harga diriku sendiri. Jujur, sampai sekarang masih ada rasa insecure. Kadang aku masih merasa malu dengan warna selangkanganku sendiri. Bahkan, ada saat-saat ketika aku merasa tubuhku memang nggak cukup baik untuk dicintai. Tapi perlahan aku belajar satu hal: perubahan warna kulit saat hamil bisa terjadi karena perubahan hormon. Itu bukan aib, bukan kekurangan, dan bukan alasan bagi siapa pun untuk mempermalukan seorang perempuan. Dan satu hal lagi yang ingin kusampaikan... Jangan pernah menganggap remeh tekanan darah tinggi atau hipertensi saat hamil. Kehamilan bukan cuma soal perubahan bentuk tubuh. Ada risiko kesehatan serius yang harus diperhatikan. Hipertensi dalam kehamilan bisa berkembang menjadi preeklamsia dan membahayakan ibu maupun bayi jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik. Jangan menunggu sampai tubuh memberikan tanda bahaya. Rutin periksa tekanan darah, ikuti pemeriksaan kehamilan, dan jangan abaikan keluhan sekecil apa pun. Untuk kalian para perempuan yang sedang hamil, jangan sampai rasa takut kehilangan pasangan membuat kalian mengabaikan kesehatan diri sendiri. Kita boleh kehilangan seseorang yang tidak menghargai kita, tetapi jangan sampai kita kehilangan kesehatan, keselamatan, dan rasa cinta terhadap diri sendiri hanya demi mempertahankan seseorang. Karena tubuh seorang ibu mungkin berubah setelah mengandung, tetapi perubahan itu seharusnya menjadi alasan untuk semakin dihargai, bukan untuk dikhianati.

About