@cataggev: dale tu ere la que manda #fyp #paratiii

cataggev
cataggev
Open In TikTok:
Region: ES
Saturday 28 June 2025 13:47:42 GMT
17471
708
49
38

Music

Download

Comments

saraaa_mg
saraaa_mg :
wowowoow
2025-06-28 16:42:48
1
user34579028271486726890
user34579028271486726890 :
guapa como siempre
2025-06-28 13:51:18
2
inesdelaa_f
inees :
GUAPA
2025-06-29 16:31:29
1
useradriana.__
adriiana :
que 😮
2025-06-28 14:47:49
1
alba_.gutierrez
albaa :
por qué el vídeo dura 3 horas
2025-06-28 16:14:06
2
useradriana.__
adriiana :
yo solo quería ver tiktok 😔
2025-06-28 14:48:06
1
useradriana.__
adriiana :
porque el vídeo nunca se acaba
2025-06-28 14:47:14
1
paris55511
ALi. ( 🇫🇷🇫🇷 ) :
🌹
2025-09-08 17:20:14
0
paris55511
ALi. ( 🇫🇷🇫🇷 ) :
2025-09-08 17:20:13
0
dsrk91
️ :
😅
2025-09-05 08:43:37
0
apolinar.guzman49
Apolinar Guzman :
😈
2025-10-19 11:57:13
0
_alexxiaa.p_
𝓐𝓵𝓮𝔁𝓲𝓪𝓪 :
😍😍😍
2025-06-28 14:01:02
1
_.ppeerreez._
🇩🇴 :
😮‍💨
2025-06-28 14:05:46
2
alba_.gutierrez
albaa :
😍😍😍
2025-06-28 16:13:37
1
nico.mr8
nico :
como es posible q este quesito no sea viral?
2025-06-28 14:57:39
1
nosoymarta16
nosoymarta :
😍😍😍😍
2025-06-28 14:58:58
1
ines.gnzlzz
⚡️ :
preciosa
2025-06-28 15:01:29
1
ines.gnzlzz
⚡️ :
😍😍😍
2025-06-28 15:01:35
1
salmalopeezz_
salmalopeezz :
amo
2025-06-28 15:03:01
1
adrianagarciia
𝐀𝐝𝐫𝐢𝐚𝐧𝐚 :
😍😍😍
2025-06-28 15:04:28
1
ortiz.isaabel
Isabel_ :
😍😍😍
2025-06-28 15:15:33
1
nuriaacc_
nuriaacc_ :
😍😍😍😍
2025-06-28 15:44:08
1
inesdelaa_f
inees :
😍😍😍😍
2025-06-29 16:31:32
1
user34579028271486726890
user34579028271486726890 :
quienpudiera
2025-06-28 13:51:26
1
javiiercossta_
Javiii :
No cojes color? 🤔
2025-07-01 13:41:33
1
saraaa_mg
saraaa_mg :
😍😍😍😍
2025-06-28 16:42:51
1
vega.pires
vegaa :
Wowww
2025-06-28 19:49:33
1
vega.pires
vegaa :
😍😍😍😍😍
2025-06-28 19:49:43
1
luuuu_rmrg
☀️ :
q preciosa es
2025-06-28 21:42:36
1
useradriana.__
adriiana :
amo
2025-06-28 14:48:14
1
juunee_vaaz
🦂🦂 :
😍😍😍😍😍😍
2025-06-28 13:51:28
1
juunee_vaaz
🦂🦂 :
precioda
2025-06-28 13:51:30
1
user34579028271486726890
user34579028271486726890 :
la mejor😍😍😍
2025-06-28 13:51:30
1
neila_munoz
neila_munoz :
🔥🔥🔥
2025-06-28 13:51:50
1
_alexxiaa.p_
𝓐𝓵𝓮𝔁𝓲𝓪𝓪 :
Ame
2025-06-28 14:01:09
1
mariiaa.saliidoo.011
mariiaasalca011 :
preciosa ❤️
2025-06-28 14:02:57
1
martinaasannzz
martinaasannzz :
😍😍😍
2025-06-28 14:06:31
1
martinaasannzz
martinaasannzz :
guuapa
2025-06-28 14:06:33
1
martinaasannzz
martinaasannzz :
booff
2025-06-28 14:06:41
1
noa.rodriigueez
† :
😍😍😍
2025-06-28 14:07:54
1
loolasanchoo_
loola :
😍😍😍😍
2025-06-28 14:15:25
1
mariia_cmm
𝓜 🪽 :
🤩
2025-06-28 14:49:55
1
josedani7258
🖤🥀 :
tus ojos cambian de color?
2025-06-28 19:36:39
0
terefoxyz
𝑌𝑜𝑒 𝑀𝑜𝑟𝑎𝑙𝑒𝑠  :
Fuaaaaaa😍🫦🫦🫦🫦
2025-06-28 13:58:23
0
salmalopeezz_
salmalopeezz :
😍😍😍😍😍
2025-06-28 15:02:58
1
To see more videos from user @cataggev, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keramba Waduk Kedung Ombo Geger Temuan Ikan Pauma, Diduga Membuat Ikan Ternak Stres hingga Mati Mendadak SRAGEN – Para pengusaha dan pembudidaya ikan keramba di kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO) kembali dibuat resah. Kali ini, muncul temuan ikan yang oleh pembudidaya setempat disebut sebagai ikan pauma, yang ditemukan berada di sekitar kawasan keramba. Keberadaan ikan tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pembudidaya mengkhawatirkan keberadaannya dapat membuat ikan ternak di dalam keramba mengalami stres. Dalam kondisi tertentu, ikan yang mengalami stres dapat menjadi lebih rentan terhadap perubahan kualitas air maupun gangguan lainnya. Keresahan semakin meningkat setelah ditemukan adanya ikan ternak yang tiba-tiba mati. Namun demikian, hubungan langsung antara keberadaan ikan pauma dengan kematian ikan budidaya tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan kajian lebih lanjut. Salah seorang pembudidaya mengungkapkan bahwa kemunculan ikan yang disebut pauma tersebut menjadi perhatian serius bagi para pemilik keramba. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu ikan yang selama ini menjadi sumber penghasilan. “Temuan ini membuat kami khawatir. Ikan ternak tiba-tiba ada yang mati, sementara di sekitar keramba ditemukan ikan yang kami sebut pauma. Kami berharap ada pemeriksaan agar diketahui sebenarnya apa penyebabnya,” ungkap salah seorang pembudidaya. Minta Pemeriksaan Kondisi Air dan Ikan Para pembudidaya berharap pihak terkait tidak hanya melihat dari sisi keberadaan ikan tersebut, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perairan Waduk Kedung Ombo. Pemeriksaan kualitas air, kondisi ikan yang mati, serta identifikasi jenis ikan yang ditemukan dinilai penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Sebab, kematian ikan keramba di Waduk Kedung Ombo sebelumnya juga pernah terjadi akibat berbagai faktor lingkungan. Pada Juli 2026, misalnya, fenomena upwelling dilaporkan menyebabkan puluhan ton ikan budidaya mati mendadak di sejumlah kawasan WKO. Fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan massa air dan kondisi kualitas air yang dapat berdampak terhadap ikan keramba. Karena itu, pembudidaya meminta agar temuan terbaru tersebut ditindaklanjuti secara ilmiah sehingga tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat. Pembudidaya Khawatir Kerugian Bertambah Bagi pengusaha keramba, kematian ikan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha. Modal yang dikeluarkan untuk membeli benih, pakan, perawatan keramba hingga masa panen cukup besar. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa kematian ikan secara massal di WKO dapat menyebabkan kerugian besar bagi pembudidaya. Pada 2026, fenomena upwelling di wilayah WKO Boyolali dilaporkan menyebabkan sekitar 10 ton ikan mati dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Para pembudidaya berharap kejadian kali ini segera mendapat perhatian dari instansi terkait, termasuk pemeriksaan terhadap ikan yang ditemukan dan kualitas air di sekitar lokasi keramba. Mereka juga berharap ada penjelasan yang jelas mengenai jenis ikan yang disebut pauma tersebut serta apakah benar keberadaannya berkaitan dengan ikan budidaya yang mengalami stres dan mati. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kematian ikan ternak dan hubungan antara temuan ikan pauma dengan kejadian tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang maupun tenaga ahli perikanan.#sragen24jam #smsisoloraya #officialmatajateng #wko #karamba @SUARA SRAGEN
Keramba Waduk Kedung Ombo Geger Temuan Ikan Pauma, Diduga Membuat Ikan Ternak Stres hingga Mati Mendadak SRAGEN – Para pengusaha dan pembudidaya ikan keramba di kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO) kembali dibuat resah. Kali ini, muncul temuan ikan yang oleh pembudidaya setempat disebut sebagai ikan pauma, yang ditemukan berada di sekitar kawasan keramba. Keberadaan ikan tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pembudidaya mengkhawatirkan keberadaannya dapat membuat ikan ternak di dalam keramba mengalami stres. Dalam kondisi tertentu, ikan yang mengalami stres dapat menjadi lebih rentan terhadap perubahan kualitas air maupun gangguan lainnya. Keresahan semakin meningkat setelah ditemukan adanya ikan ternak yang tiba-tiba mati. Namun demikian, hubungan langsung antara keberadaan ikan pauma dengan kematian ikan budidaya tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan kajian lebih lanjut. Salah seorang pembudidaya mengungkapkan bahwa kemunculan ikan yang disebut pauma tersebut menjadi perhatian serius bagi para pemilik keramba. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu ikan yang selama ini menjadi sumber penghasilan. “Temuan ini membuat kami khawatir. Ikan ternak tiba-tiba ada yang mati, sementara di sekitar keramba ditemukan ikan yang kami sebut pauma. Kami berharap ada pemeriksaan agar diketahui sebenarnya apa penyebabnya,” ungkap salah seorang pembudidaya. Minta Pemeriksaan Kondisi Air dan Ikan Para pembudidaya berharap pihak terkait tidak hanya melihat dari sisi keberadaan ikan tersebut, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perairan Waduk Kedung Ombo. Pemeriksaan kualitas air, kondisi ikan yang mati, serta identifikasi jenis ikan yang ditemukan dinilai penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Sebab, kematian ikan keramba di Waduk Kedung Ombo sebelumnya juga pernah terjadi akibat berbagai faktor lingkungan. Pada Juli 2026, misalnya, fenomena upwelling dilaporkan menyebabkan puluhan ton ikan budidaya mati mendadak di sejumlah kawasan WKO. Fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan massa air dan kondisi kualitas air yang dapat berdampak terhadap ikan keramba. Karena itu, pembudidaya meminta agar temuan terbaru tersebut ditindaklanjuti secara ilmiah sehingga tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat. Pembudidaya Khawatir Kerugian Bertambah Bagi pengusaha keramba, kematian ikan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha. Modal yang dikeluarkan untuk membeli benih, pakan, perawatan keramba hingga masa panen cukup besar. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa kematian ikan secara massal di WKO dapat menyebabkan kerugian besar bagi pembudidaya. Pada 2026, fenomena upwelling di wilayah WKO Boyolali dilaporkan menyebabkan sekitar 10 ton ikan mati dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Para pembudidaya berharap kejadian kali ini segera mendapat perhatian dari instansi terkait, termasuk pemeriksaan terhadap ikan yang ditemukan dan kualitas air di sekitar lokasi keramba. Mereka juga berharap ada penjelasan yang jelas mengenai jenis ikan yang disebut pauma tersebut serta apakah benar keberadaannya berkaitan dengan ikan budidaya yang mengalami stres dan mati. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kematian ikan ternak dan hubungan antara temuan ikan pauma dengan kejadian tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang maupun tenaga ahli perikanan.#sragen24jam #smsisoloraya #officialmatajateng #wko #karamba @SUARA SRAGEN

About