@bozsalxxxxx: #Jurij Szatunow, Polska, Ostróda 26.07.2014r. 💖💖💖💖💖

bozsalxxxxx
bozsalxxxxx
Open In TikTok:
Region: PL
Wednesday 09 July 2025 14:05:34 GMT
4278
420
62
34

Music

Download

Comments

glazikcecyliagmail.com
glazikcecyliagmail.com :
Дорогие друзья! Прекрасный концерт в Польше, который останется в моей памяти на всю жизнь. Это невозможно описать, это нужно пережить. Каждый день я вспоминаю в молитве моего любимого кумира Юрия.
2025-07-09 20:57:50
5
user460194074
user460194074 :
2026-05-10 17:21:48
1
nina_19707
ninon :
ну почему ты ушёл летом?
2025-07-10 10:40:07
2
tiktok.comnatalie3
НАТАЛИ :
Супер👍песня.🎶🎵🎶 Самая любимая❤ у Юры. Стоит на звонке.📞
2025-07-11 07:18:54
3
gsiapulcyn
Malgos :
Bardzo lubię piosenki Yuri😇🤗💖💜
2025-08-26 00:18:12
3
laimutevileitiene
laimute1974 :
Помним...Любим...❤️❤️❤️❤️😥😥😥😥
2025-07-10 03:46:08
2
user460194074
user460194074 :
2026-05-11 12:23:57
1
user460194074
user460194074 :
@
2026-05-11 12:23:38
1
schaferjakob24gmail.com
Helena 0880 :
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤️✨✨✨✨✨✨✨✨💫💫💫💫💫💫💫💫❤️‍🩹
2026-03-17 07:54:27
1
meingmail
meingmail :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2025-07-09 15:14:02
3
kuznecova_ta
🌼ТаТьЯнА🌼 :
❤️
2025-08-25 15:09:08
1
user4708683322357
user4708683322357 :
👍
2025-10-03 14:58:57
1
kuznecova_ta
🌼ТаТьЯнА🌼 :
🥰
2025-08-25 15:09:09
1
olmos1986ronaldo
olmos1986Ronaldo Messi :
🥰
2025-09-07 11:56:13
1
p000064
Валера 164 :
👍
2025-09-08 20:30:24
1
user814407609294
@.Мавлуда :
😢😢😢
2025-09-06 21:00:41
1
user4708683322357
user4708683322357 :
👍
2025-09-11 17:28:54
1
user19039966329547
Серик Балтабаев :
🥰
2026-01-10 16:21:06
1
12345aw8
❤❤❤❤❤❤❤ :
♥️
2025-09-04 06:13:00
1
valentinakiryanova0
valentinakiryanova 8ag :
🥰🥰🥰🥰🥰
2025-07-09 16:40:56
2
user4708683322357
user4708683322357 :
👍
2025-09-11 17:28:29
1
user4708683322357
user4708683322357 :
🥰
2025-09-11 17:28:49
1
user4708683322357
user4708683322357 :
🥰
2025-09-11 17:28:14
1
user4708683322357
user4708683322357 :
🥰
2025-09-29 07:29:29
1
To see more videos from user @bozsalxxxxx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2026 Ada satu hal yang mungkin tidak pernah benar-benar diceritakan oleh seorang ayah dan ibu kepada anaknya yang sedang menuntut ilmu di pesantren: betapa beratnya belajar merelakan. Dulu, kita yang menggendongnya ketika menangis. Kita yang menemaninya ketika takut, menyuapinya ketika belum mampu makan sendiri, dan memastikan tidurnya nyenyak setiap malam. Namun hari ini, anak yang dahulu selalu berada dalam jangkauan tangan kita, perlahan belajar menjalani hidup tanpa kehadiran kita di sisinya. Nak, mungkin saat ini kamu sedang mengaji, menghafal ayat-ayat suci, mengantre makan, atau menahan rindu di sudut kamar pesantren. Sementara itu, di rumah, ada ayah dan ibu yang diam-diam memikirkanmu. Ada ibu yang sesekali memandangi tempat tidurmu, ada ayah yang mungkin tidak pandai mengungkapkan perasaan, tetapi selalu menyebut namamu dalam doa-doanya. Nak, maafkan kami jika selama ini terlalu banyak mengatur. Maafkan jika terkadang nasihat kami terasa seperti larangan, perhatian kami terasa seperti tuntutan, dan kekhawatiran kami justru membuatmu merasa tidak dipercaya. Ketahuilah, di balik semua itu, ada cinta yang sering kali tidak pandai menemukan cara penyampaian yang tepat. Hari ini, kami mulai memahami bahwa menyekolahkanmu di pesantren bukan berarti menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada pengasuh dan ustazmu. Justru kami sedang belajar menjalankan tanggung jawab dengan cara yang berbeda: mendukungmu dari kejauhan, mempercayaimu untuk belajar mandiri, dan tetap hadir ketika kamu membutuhkan tempat untuk bercerita. Kami sadar, kamu tidak akan selalu kuat. Akan ada hari ketika kamu lelah, kecewa, merasa tertinggal, atau ingin pulang. Jika hari itu datang, jangan merasa gagal hanya karena kamu menangis. Menangis bukan berarti lemah. Rindu bukan berarti tidak ikhlas. Beristirahat sejenak bukan berarti menyerah. Sampaikan kesulitanmu kepada orang yang tepat, mintalah bantuan ketika diperlukan, lalu belajarlah melangkah kembali sedikit demi sedikit. Dan untuk kami, para ayah dan ibu, mari belajar menenangkan hati. Tidak semua hal harus kita kendalikan. Tidak setiap kesulitan anak harus langsung kita selesaikan. Ada bagian dari pertumbuhannya yang perlu ia jalani sendiri, dengan pendampingan, doa, dan kepercayaan. Kita tetap perlu mendengarkan, mengevaluasi, dan memastikan ia berada dalam lingkungan yang aman. Tawakal bukan berarti berhenti berikhtiar, melainkan melakukan yang terbaik sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Di Hari Santri Nasional 2026 ini, terima kasih, Nak, karena telah mengajarkan kami arti kesabaran, keikhlasan, dan cinta yang tidak selalu harus diwujudkan dengan kedekatan. Terima kasih telah berjuang menuntut ilmu, belajar hidup mandiri, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ya Allah, jagalah anak-anak kami di pesantren. Lembutkan hati mereka dalam menerima nasihat, kuatkan langkah mereka ketika lelah, lapangkan hati mereka ketika rindu, dan lindungi mereka dari segala keburukan. Jadikan ilmu yang mereka pelajari sebagai cahaya kehidupan, akhlak mereka sebagai kemuliaan, dan perjuangan mereka sebagai jalan menuju rida-Mu. Ampuni kekurangan kami sebagai orang tua dan bimbinglah kami agar mampu mendidik tanpa melukai, menyayangi tanpa mengekang, serta menasihati tanpa merendahkan. Anak-anak kami, teruslah bertumbuh. Kami tidak menuntut kalian menjadi sempurna. Kami hanya berharap kalian tumbuh menjadi manusia yang beriman, berakhlak baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama. Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga setiap langkah kalian dalam menuntut ilmu menjadi amal kebaikan yang tidak pernah putus. Ayah Bunda, tuliskan satu doa terbaik untuk putra-putri kita di pesantren. Mari saling menguatkan melalui doa. 🤲 #HariSantriNasional2026 #WaliSantri #AnakPesantren   #creatorsearchinsights #ceramahustadzadihidayat
SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2026 Ada satu hal yang mungkin tidak pernah benar-benar diceritakan oleh seorang ayah dan ibu kepada anaknya yang sedang menuntut ilmu di pesantren: betapa beratnya belajar merelakan. Dulu, kita yang menggendongnya ketika menangis. Kita yang menemaninya ketika takut, menyuapinya ketika belum mampu makan sendiri, dan memastikan tidurnya nyenyak setiap malam. Namun hari ini, anak yang dahulu selalu berada dalam jangkauan tangan kita, perlahan belajar menjalani hidup tanpa kehadiran kita di sisinya. Nak, mungkin saat ini kamu sedang mengaji, menghafal ayat-ayat suci, mengantre makan, atau menahan rindu di sudut kamar pesantren. Sementara itu, di rumah, ada ayah dan ibu yang diam-diam memikirkanmu. Ada ibu yang sesekali memandangi tempat tidurmu, ada ayah yang mungkin tidak pandai mengungkapkan perasaan, tetapi selalu menyebut namamu dalam doa-doanya. Nak, maafkan kami jika selama ini terlalu banyak mengatur. Maafkan jika terkadang nasihat kami terasa seperti larangan, perhatian kami terasa seperti tuntutan, dan kekhawatiran kami justru membuatmu merasa tidak dipercaya. Ketahuilah, di balik semua itu, ada cinta yang sering kali tidak pandai menemukan cara penyampaian yang tepat. Hari ini, kami mulai memahami bahwa menyekolahkanmu di pesantren bukan berarti menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada pengasuh dan ustazmu. Justru kami sedang belajar menjalankan tanggung jawab dengan cara yang berbeda: mendukungmu dari kejauhan, mempercayaimu untuk belajar mandiri, dan tetap hadir ketika kamu membutuhkan tempat untuk bercerita. Kami sadar, kamu tidak akan selalu kuat. Akan ada hari ketika kamu lelah, kecewa, merasa tertinggal, atau ingin pulang. Jika hari itu datang, jangan merasa gagal hanya karena kamu menangis. Menangis bukan berarti lemah. Rindu bukan berarti tidak ikhlas. Beristirahat sejenak bukan berarti menyerah. Sampaikan kesulitanmu kepada orang yang tepat, mintalah bantuan ketika diperlukan, lalu belajarlah melangkah kembali sedikit demi sedikit. Dan untuk kami, para ayah dan ibu, mari belajar menenangkan hati. Tidak semua hal harus kita kendalikan. Tidak setiap kesulitan anak harus langsung kita selesaikan. Ada bagian dari pertumbuhannya yang perlu ia jalani sendiri, dengan pendampingan, doa, dan kepercayaan. Kita tetap perlu mendengarkan, mengevaluasi, dan memastikan ia berada dalam lingkungan yang aman. Tawakal bukan berarti berhenti berikhtiar, melainkan melakukan yang terbaik sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Di Hari Santri Nasional 2026 ini, terima kasih, Nak, karena telah mengajarkan kami arti kesabaran, keikhlasan, dan cinta yang tidak selalu harus diwujudkan dengan kedekatan. Terima kasih telah berjuang menuntut ilmu, belajar hidup mandiri, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ya Allah, jagalah anak-anak kami di pesantren. Lembutkan hati mereka dalam menerima nasihat, kuatkan langkah mereka ketika lelah, lapangkan hati mereka ketika rindu, dan lindungi mereka dari segala keburukan. Jadikan ilmu yang mereka pelajari sebagai cahaya kehidupan, akhlak mereka sebagai kemuliaan, dan perjuangan mereka sebagai jalan menuju rida-Mu. Ampuni kekurangan kami sebagai orang tua dan bimbinglah kami agar mampu mendidik tanpa melukai, menyayangi tanpa mengekang, serta menasihati tanpa merendahkan. Anak-anak kami, teruslah bertumbuh. Kami tidak menuntut kalian menjadi sempurna. Kami hanya berharap kalian tumbuh menjadi manusia yang beriman, berakhlak baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama. Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga setiap langkah kalian dalam menuntut ilmu menjadi amal kebaikan yang tidak pernah putus. Ayah Bunda, tuliskan satu doa terbaik untuk putra-putri kita di pesantren. Mari saling menguatkan melalui doa. 🤲 #HariSantriNasional2026 #WaliSantri #AnakPesantren #creatorsearchinsights #ceramahustadzadihidayat

About