@katherine.s27: 🤷🏼‍♀️#fyp

katy ᥫ᭡
katy ᥫ᭡
Open In TikTok:
Region: DO
Thursday 10 July 2025 21:26:05 GMT
941526
92229
299
5446

Music

Download

Comments

sam.fe6
🌻Samy🌻!! :
“Un día fui aquella mujer que lloró por culpa de otra. Pero no le deseó lo mismo..
2025-07-14 14:09:59
1216
hurrentorresvarga
Hurren Torres vargas :
pero muchas no tienen la culpa
2025-08-25 18:45:06
7
0604emi6
Angeli Rodríguez :
bueno no pienso así pues se lo que es sufrir y porque alguien me halla lastimado no tiene que otra sufrir por mi culpa, además ví en primera fila como esa persona pago todo mi dolor.
2025-07-12 13:11:34
77
allabout.vic_
𝐕𝐢𝐜𝐭𝐨𝐫𝐢𝐚𝐡𝐀𝐚! 🕷 :
"Un día fui aquella mujer que lloro por culpa de otra por eso , no me importa cualquier mujer que llore por culpa mía, porque cuando me tocó a mi nadie sintió pena.
2025-07-12 23:05:05
72
n.nm858
Lili🍫😍 :
Un dia fui aquella mujer k lloro por culpa de otro por eso no me importa cualquier hombre k llore por culpa mia pork cuando me toca ami nadie sintio
2025-07-12 16:13:09
237
gabuva93
Gabu :
Satisfacción de que llore aquella que me hizo llorar 😌
2025-08-13 18:24:33
283
vanee_dl
Vanessa✨💖 :
Cuando entre mujeres aprendamos a respetarnos y a admirarnos en vez de estar con envidia todo mejorará para nosotras. Soy team de las que no le hacemos daño a otra mujer, ni envidio, simplemente las admiro porque somos unas guerreras.
2025-07-17 21:57:17
15
abigailgarcia._
𝒜𝒷𝓎 :
No es mi manada
2025-07-13 04:24:57
131
jadancarmen94
libia :
yo fui esa mujer con un bebé en mi vientre de dos meses . me amenazó con sacarme a bebé del vientre me restregó en cara con fotos que tenía con el . y solo llore pero jamás deseo eso a ningún mujer . jamás seré las lágrimas de otra mujer jamás
2025-07-18 19:50:30
7
damiileon
DamiiLeon🤍 :
Aqui si es mi manadaaaa✊🏻
2025-07-16 14:14:57
148
yaii818
Yaii :
depende, no me gustaría que ninguna mujer llore por mi culpa siempre y cuando no sea la que me hizo dañooo, si me hizo daño no me importa que sufra hasta el doble de lo que yo sufrí..
2025-07-13 16:24:38
13
cata.m_2
🦋 :
Noo niñas así no es..las otras personas no tienen porque pagar daños de los cuales no saben la que tiene que pagar es esa mujer que le hizo Daño yo por eso estoy esperando muy tranquila 😮‍💨 y pendiente de nada.
2025-07-18 20:59:26
14
jennygaby24
JennyGaby3030💋 :
Cuando no sanan la heridas correctamente, el dolor nos autodestruye y en ese juego solo se beneficia el varón
2025-08-20 23:26:47
5
arielys095
比安卡 :
Lo mismo digo 🤣🤣🤣
2025-07-11 01:34:51
41
iamrosscr09
YouCallMeRoss👑 :
Sin embargo a mí me gusta es que el hombre llore y maldiga la hora que me conoció 🤣🤣🤣🤣 ojo siempre y cuando se lo merezca
2025-07-17 16:04:35
8
geralarias777
geralarias777 :
siempre pensado en los demás y nadie piensa en uno
2025-07-18 04:02:56
29
jakarelyolivas3
Jakarely 🎀. :
Encontre mi manada manas mi tribu 😁
2025-08-22 03:11:51
25
dayanara0801
Dayanara :
y porque tengo yo que tener compasion por la demas 🤣🤣🤣 aqui no moriremos todas
2025-07-18 00:57:09
5
soy_kendra
💋. :
Sin culpa algunas 🫠.
2025-07-13 20:25:48
5
moreliam.0
Morelia🤍. :
Sin culpa alguna 💆🏽‍♀️😌
2025-07-12 05:24:01
5
herrera.mejia66
Herrera Mejia :
yo de ahora en adelante le daré para allá, sin importarme nada, a mi me hicieron lo mismo y nadie pensó en mi💋👌🏻✨
2025-11-10 14:44:22
4
oculta44
Sagitarioo🥷 :
Ojos por ojos y dientes por diente normal 🥲
2025-07-29 03:28:24
4
aby_0880
La flaca 😊❤️ :
mi manada 😌
2025-07-17 12:57:50
4
dayis19935
dayis19935 :
He llorado por culpa de una mujer Pero se que también fue mi culpa Pero no le haría lo mismo a ninguna mujer...Pues tengo una hija y quiero que ella sea feliz y se que Dios está con Nosotros el nunca nos abandona ♥️
2025-09-02 20:30:55
3
To see more videos from user @katherine.s27, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan,  dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti,  menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tak berdaya, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang paling kuandalkan justru tega meninggalkanku dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #fyp #viral #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About