@thats.kyonce: I just wanna be with my hggg#repost #queenbossy #schedule #slow #hg #fyppp #foryiupage #counselor#fypシ #teamworkifb #viralvideo #fyp #school #backtoschool #class #viral

✰𝙺𝚈𝙾𝙽𝙲𝙴✰
✰𝙺𝚈𝙾𝙽𝙲𝙴✰
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 12 July 2025 23:03:45 GMT
653900
132073
2159
46494

Music

Download

Comments

gemmapellle
gemmapellle :
What is the actual context of this video😭
2025-07-13 23:54:32
3710
leavepicklesalone
￴￴￴ ￴￴￴￴￴￴ ￴￴￴ ￴￴￴ ￴￴￴￴￴￴ ￴￴ :
instead she puts me in the special ED class
2025-07-13 19:13:37
7145
stars4..ivy
⋆。𖦹°⭒˚。⋆ :
this is how I got held back 🥀
2025-07-13 16:04:12
1035
part2.shelly
user98804804491 :
they gon put you in another class 😭😭
2025-07-14 00:18:22
530
eat555
🦨Handel? :
2025-08-26 01:23:19
21
somemysteriousdarkskin69
𝐽𝑖𝑎𝑛𝑛𝑎𝑁𝑒𝑣𝑎𝑒ℎ :
2025-07-13 19:36:02
17
aniyaowenss
Aniya ❀ :
geometry on level was rage bait every time i walked in
2025-07-24 13:03:27
12
moldiestrawberries
️ :
2025-07-14 14:16:09
14
carelessndunbothered
(  ͜•人 ͜•) :
2025-07-14 01:56:44
15
dosocho9639
DosOcho9639 :
Someone tell Angel Reese her momma on the internet again!
2025-07-18 12:36:04
18
tessatrilogy
ཐི༏ཋྀ :
2025-07-15 12:38:12
13
gamorasgal
Gabi :
this fr pmo
2025-07-19 03:32:32
17
kingsoulja_412
Tp :
Nurseeeeeee she’s uppppppp
2025-07-20 01:57:46
15
goghetta612
goghetta612 :
she's the only one that can help us with tha aliens that are coming
2025-08-05 23:58:11
17
user.7992755390276
lonlon&riyah :
2025-07-13 20:25:59
17
summoneyslatt
🀄️SLATT🀄️ :
what's this song
2025-11-05 13:28:36
16
maincharacterz3
D3AD :
2025-07-14 02:15:00
13
idkahailey
Whoishailey? :
2025-07-29 23:34:55
17
user.425.k
usersitcyxcyy :
Intro by tc dondada?
2025-07-17 05:38:42
22
brazdagoat
brazy :
2025-07-15 01:11:26
12
user.65478978
trinityy :
2025-07-14 06:15:21
13
cutepinktulip
￴ ￴￴ :
2025-07-14 21:48:54
12
j.jshwua_
∞︎︎ ☼ 𖦹 ⋆。˚⋆ฺ ♡ :
this is lwk shade wait
2025-07-13 18:25:01
15
kexotry
kexotry :
Evb tagging like if they can’t just send it 😭🙏
2025-07-13 18:30:31
8
To see more videos from user @thats.kyonce, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

*Ratusan Calon PMI Tujuan Jepang Terancam Gagal Berangkat, Dugaan Ketidakjelasan Penempatan dan Rantai LPK Jadi Sorotan* GROBOGAN — Tambunpos.com - Nasib ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Jepang kini diliputi ketidakpastian.  Setelah menjalani pelatihan dan mengeluarkan biaya yang disebut mencapai puluhan juta rupiah, hingga kini sebagian peserta mengaku belum memperoleh kepastian mengenai jadwal keberangkatan maupun penempatan kerja yang dijanjikan. Sejumlah calon PMI bahkan mempertanyakan kejelasan proses penyaluran karena muncul dugaan adanya perubahan jalur penempatan, tambahan biaya, hingga belum adanya kepastian pekerjaan. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan peserta dan keluarga mereka. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK) disebut berada dalam rangkaian proses penempatan calon PMI, yakni LPK Sachi Japan Center, LPK Yumenari Gakkou Indonesia, LPK Jo Sachi Cabang Karangawen Demak, LPKS Lodestar Nippon Indonesia, BLK-LN Sakura Berdikari Indonesia, dan LPK Samurai. Rangkaian tersebut disebut terhubung melalui LPK Sekaiichi Center Tuban, yang selanjutnya berkaitan dengan PT Ryoshin Harapan Edukasi Surabaya. Hingga kini, pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga dalam proses penempatan calon PMI masih menjadi pertanyaan para peserta. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar 30 calon PMI dari beberapa LPK dilaporkan dipindahkan ke LPK Asia Budaya Center, Tangerang.  Menurut informasi yang diterima, perpindahan tersebut dilakukan tanpa penjelasan yang memadai kepada para peserta. Akibat perpindahan itu, para calon PMI mengaku harus menanggung tambahan biaya hidup selama berada di Jakarta dan sekitarnya. Mereka mempertanyakan alasan pemindahan, kepastian pekerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas tambahan beban biaya tersebut. Di sisi lain, persoalan ini juga telah memasuki ranah hukum. Pada 8 Oktober 2026, Gilang Kurniawan melaporkan Milani Ajib ke Polres Grobogan dengan dugaan kerugian sebesar Rp38.500.000. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor Pengaduan PENGADUAN/508/X/2026/SPKT/POLRES GROBOGAN. Perlu ditegaskan bahwa laporan tersebut masih dalam tahap penanganan kepolisian. Adanya laporan bukan berarti pihak yang dilaporkan terbukti bersalah. Seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat berharap seluruh lembaga yang disebut dalam informasi awal dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penempatan, kepastian pekerjaan di Jepang, serta penggunaan dana yang telah dibayarkan para peserta. Transparansi dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada calon PMI yang telah menaruh harapan besar untuk bekerja di luar negeri. Selain itu, instansi ketenagakerjaan dan aparat penegak hukum diharapkan melakukan penelusuran terhadap dokumen, mekanisme penempatan, serta alur pengelolaan dana guna memastikan perlindungan hukum bagi para calon pekerja migran Indonesia.
*Ratusan Calon PMI Tujuan Jepang Terancam Gagal Berangkat, Dugaan Ketidakjelasan Penempatan dan Rantai LPK Jadi Sorotan* GROBOGAN — Tambunpos.com - Nasib ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Jepang kini diliputi ketidakpastian. Setelah menjalani pelatihan dan mengeluarkan biaya yang disebut mencapai puluhan juta rupiah, hingga kini sebagian peserta mengaku belum memperoleh kepastian mengenai jadwal keberangkatan maupun penempatan kerja yang dijanjikan. Sejumlah calon PMI bahkan mempertanyakan kejelasan proses penyaluran karena muncul dugaan adanya perubahan jalur penempatan, tambahan biaya, hingga belum adanya kepastian pekerjaan. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan peserta dan keluarga mereka. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK) disebut berada dalam rangkaian proses penempatan calon PMI, yakni LPK Sachi Japan Center, LPK Yumenari Gakkou Indonesia, LPK Jo Sachi Cabang Karangawen Demak, LPKS Lodestar Nippon Indonesia, BLK-LN Sakura Berdikari Indonesia, dan LPK Samurai. Rangkaian tersebut disebut terhubung melalui LPK Sekaiichi Center Tuban, yang selanjutnya berkaitan dengan PT Ryoshin Harapan Edukasi Surabaya. Hingga kini, pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga dalam proses penempatan calon PMI masih menjadi pertanyaan para peserta. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar 30 calon PMI dari beberapa LPK dilaporkan dipindahkan ke LPK Asia Budaya Center, Tangerang. Menurut informasi yang diterima, perpindahan tersebut dilakukan tanpa penjelasan yang memadai kepada para peserta. Akibat perpindahan itu, para calon PMI mengaku harus menanggung tambahan biaya hidup selama berada di Jakarta dan sekitarnya. Mereka mempertanyakan alasan pemindahan, kepastian pekerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas tambahan beban biaya tersebut. Di sisi lain, persoalan ini juga telah memasuki ranah hukum. Pada 8 Oktober 2026, Gilang Kurniawan melaporkan Milani Ajib ke Polres Grobogan dengan dugaan kerugian sebesar Rp38.500.000. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor Pengaduan PENGADUAN/508/X/2026/SPKT/POLRES GROBOGAN. Perlu ditegaskan bahwa laporan tersebut masih dalam tahap penanganan kepolisian. Adanya laporan bukan berarti pihak yang dilaporkan terbukti bersalah. Seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat berharap seluruh lembaga yang disebut dalam informasi awal dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penempatan, kepastian pekerjaan di Jepang, serta penggunaan dana yang telah dibayarkan para peserta. Transparansi dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada calon PMI yang telah menaruh harapan besar untuk bekerja di luar negeri. Selain itu, instansi ketenagakerjaan dan aparat penegak hukum diharapkan melakukan penelusuran terhadap dokumen, mekanisme penempatan, serta alur pengelolaan dana guna memastikan perlindungan hukum bagi para calon pekerja migran Indonesia.

About