@jefry26472: Tu diles a las demás que no me quedan ma’chicles @Diana #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii #viralllllll #tiroteo #frases #Parejas #foryou

Jefry
Jefry
Open In TikTok:
Region: PE
Thursday 17 July 2025 02:38:56 GMT
458292
62730
373
14782

Music

Download

Comments

brxn.mvp
J :
Lo guardo . Para dedicarle algún día a la correcta
2025-07-18 09:46:38
255
reneeepp
Rene️⋆.𐙚 ̊ :
chicos me lo mando 🫶🏻🫶🏻
2025-07-18 23:23:51
58
yusef_bran_1
𝒟𝓇ℯ_ℬℛ𝒞 🧑🏻🎭 :
sigue el proceso para estar con ella😞
2025-07-18 13:18:03
42
ecvh19
Vita ☪ :
Tik tok jura que tengo novio
2025-07-18 13:15:35
10
__21.01.1
𝓓𝓪𝓵𝓮𝓽𝓱🧚🏼‍♀️ :
lopuedeshceralrevezz?
2025-07-18 20:18:19
7
mg55953816n
ꜰᴇʀɴᴀɴᴅᴏ :
Se que algún día se lo enseñaré al amor de mi vida 🙂‍↔️
2025-07-19 01:14:28
12
dani_felix1919
𝒟𝒟➀➈ :
sera que esta será la indicada?la verdad nose
2025-07-19 04:49:33
2
ellfutbol3
Varela213 :
yo viendo que todos etiquetan 😔
2025-07-18 11:19:32
5
ngelrizz0
𝓐𝓷𝓰𝔁𝓵_𝓡𝓜 :
Nombre de la canción?
2025-07-19 05:48:59
0
mely_765
𝓂𝑒𝓁𝒶𝓃𝓎٭ :
que miedo, ojalá me pase..
2025-07-18 17:33:15
4
cry_txn
😼 :
7
2025-07-18 01:25:20
3
iphone16e6
iPhone 16e💵🤑 :
🥺😭☹️ohohoh se me congela el mundo siempre que noz vemos 🗣️..... siempre te vas de mi🥺☹️💔🗣️......
2025-07-18 23:13:40
3
jimy_0303
JI MY🐧 :
solo vine a escuchar la música como a recordar a mi ex
2025-07-18 14:50:43
7
sindycalderon_3
S :
Que le salga a el😩
2025-07-18 18:00:45
1
jesus122344590m0
@Robert🧠🏋️ :
Siuuuuuu 🫡🫡🫡🫡♥️♥️
2025-07-18 18:04:05
1
misterio_457
Joxs TC L.E :
el fútbol es el amor de mi vida 💙 🗿👍😁
2025-07-18 19:47:51
1
juan_yalanda7
Juan :
algún día llegará la indicada y se lo dedico😭
2025-07-19 02:49:30
1
kangaroo0797
️ :
xdd😂
2025-07-19 04:18:41
0
chancito28oficial
chancito28oficial :
♥️2026 ♥️
2025-07-19 14:35:34
0
escuchen.pinta.y
escuchen pinta y colorea :
Escuchen pinta y colorea
2025-07-20 06:18:57
0
jnz2_.9
jjjxxz29 :
woooo woooo
2025-07-19 21:18:23
0
urbina_david7
Urbina_David :
Compartes plantilla bro?
2025-07-19 13:24:44
0
henryjpint0
𝚃𝙵 𝙷𝙴𝙽𝚁𝚈 ᶜᵒˡᶦᵈᵉʳ ☠︎︎ :
@𝚃𝙵 𝙱𝚁𝙴𝙽𝙳𝙰 ☠︎ mi familia <3
2026-05-18 15:16:13
1
ronald26925
Ronald26 :
@Luz Ihara
2025-07-19 23:35:18
2
enma_940
ENMA_$ :
@👤📿
2025-07-20 00:51:58
0
To see more videos from user @jefry26472, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kau lahir di antara retakan— bukan sebagai cahaya yang disambut, melainkan bayang yang selalu dihindari. Ibu dan ayahmu tak pernah benar-benar menatapmu sebagai anak. Dan kakak laki-lakimu… ia belajar untuk tidak mengenalmu, bahkan sebelum ia mengerti arti keluarga. • Kini usiamu sepuluh tahun. Seharusnya kau berlari tanpa takut, tertawa tanpa ragu, dan bermimpi tanpa bayangan gelap. Namun yang kau kenal hanyalah suara— teriakan yang menggema di dinding rumah, dan tangan-tangan yang seharusnya melindungi, justru menjadi sumber luka. Tak ada yang tahu, bahwa di dalam tubuh kecilmu, ada ketakutan yang hidup dan tak pernah tidur. • Hari itu, suara ayah dan ibumu kembali pecah— bukan tentang siapa yang ingin menjagamu, melainkan siapa yang ingin melepaskanmu. Kau bukan diperebutkan— kau dilemparkan. Seperti benda yang tak pernah diminta untuk dimiliki. Pada akhirnya, kau ikut dengan ayahmu, dan kakakmu, Sunghoon, memilih tinggal bersama ibu. Kau sempat berharap— mungkin ini awal yang baru. Namun harapanmu terlalu rapuh. Beberapa bulan kemudian, ayahmu menikah lagi. Dan kau… ditinggalkan. Bukan di rumah baru, melainkan di sebuah panti— tanpa pelukan, tanpa penjelasan. Seolah keberadaanmu bisa dihapus begitu saja. • Hari-harimu di panti berjalan pelan, seperti waktu yang enggan bergerak. Hingga suatu hari, untuk pertama kalinya, kau diajak pergi ke taman kota. Matamu berbinar— akhirnya kau bisa menjadi anak kecil, walau hanya sebentar. Kau berlari, tertawa, mengejar angin seperti anak-anak lain. Dan di tengah riuh itu— kau melihatnya. Sunghoon. Kakakmu. Hatimu berdebar, langkahmu bergegas mendekat. “Kakak! Kak Sunghoon!” Suaramu penuh harap— penuh rindu yang selama ini kau simpan sendiri. Ia menoleh. Namun bukan hangat yang kau temukan, melainkan dingin yang menolak. “Kak… aku kangen…” Belum selesai kalimatmu, tubuhmu terdorong jatuh ke trotoar. “Apaan sih? Aku nggak kenal kamu.” Dan ia pergi. Meninggalkanmu— sekali lagi. • Empat bulan berlalu. Dan luka itu tak pernah benar-benar hilang. Hari ini, panti kedatangan para sukarelawan. Anak-anak bersorak, termasuk dirimu. Kau mencoba bahagia— meski hatimu selalu rapuh. Namun takdir seperti ingin mengulang luka yang sama. Di antara keramaian itu— Sunghoon kembali muncul. “Y/N?” Suara itu memanggilmu. Kau menoleh. Dan waktu seakan berhenti. “Y/N… itu kamu?” Kau tersenyum kecil. “Kakak…kamu disini
Kau lahir di antara retakan— bukan sebagai cahaya yang disambut, melainkan bayang yang selalu dihindari. Ibu dan ayahmu tak pernah benar-benar menatapmu sebagai anak. Dan kakak laki-lakimu… ia belajar untuk tidak mengenalmu, bahkan sebelum ia mengerti arti keluarga. • Kini usiamu sepuluh tahun. Seharusnya kau berlari tanpa takut, tertawa tanpa ragu, dan bermimpi tanpa bayangan gelap. Namun yang kau kenal hanyalah suara— teriakan yang menggema di dinding rumah, dan tangan-tangan yang seharusnya melindungi, justru menjadi sumber luka. Tak ada yang tahu, bahwa di dalam tubuh kecilmu, ada ketakutan yang hidup dan tak pernah tidur. • Hari itu, suara ayah dan ibumu kembali pecah— bukan tentang siapa yang ingin menjagamu, melainkan siapa yang ingin melepaskanmu. Kau bukan diperebutkan— kau dilemparkan. Seperti benda yang tak pernah diminta untuk dimiliki. Pada akhirnya, kau ikut dengan ayahmu, dan kakakmu, Sunghoon, memilih tinggal bersama ibu. Kau sempat berharap— mungkin ini awal yang baru. Namun harapanmu terlalu rapuh. Beberapa bulan kemudian, ayahmu menikah lagi. Dan kau… ditinggalkan. Bukan di rumah baru, melainkan di sebuah panti— tanpa pelukan, tanpa penjelasan. Seolah keberadaanmu bisa dihapus begitu saja. • Hari-harimu di panti berjalan pelan, seperti waktu yang enggan bergerak. Hingga suatu hari, untuk pertama kalinya, kau diajak pergi ke taman kota. Matamu berbinar— akhirnya kau bisa menjadi anak kecil, walau hanya sebentar. Kau berlari, tertawa, mengejar angin seperti anak-anak lain. Dan di tengah riuh itu— kau melihatnya. Sunghoon. Kakakmu. Hatimu berdebar, langkahmu bergegas mendekat. “Kakak! Kak Sunghoon!” Suaramu penuh harap— penuh rindu yang selama ini kau simpan sendiri. Ia menoleh. Namun bukan hangat yang kau temukan, melainkan dingin yang menolak. “Kak… aku kangen…” Belum selesai kalimatmu, tubuhmu terdorong jatuh ke trotoar. “Apaan sih? Aku nggak kenal kamu.” Dan ia pergi. Meninggalkanmu— sekali lagi. • Empat bulan berlalu. Dan luka itu tak pernah benar-benar hilang. Hari ini, panti kedatangan para sukarelawan. Anak-anak bersorak, termasuk dirimu. Kau mencoba bahagia— meski hatimu selalu rapuh. Namun takdir seperti ingin mengulang luka yang sama. Di antara keramaian itu— Sunghoon kembali muncul. “Y/N?” Suara itu memanggilmu. Kau menoleh. Dan waktu seakan berhenti. “Y/N… itu kamu?” Kau tersenyum kecil. “Kakak…kamu disini" Sunghoon menatapmu tidak percaya. "Kamu ngapain disini" "Aku tinggal disini kak" Ucapmu ringan seperti tidak ada luka di Kalimat itu. Namun saat ia menyebut satu kata— “Ayah…” Dunia runtuh. Tubuhmu gemetar, napasmu tercekik oleh kenangan. Dan dalam sekejap— gelap. • Ketika kau terbaring tak sadarkan diri, barulah kebenaran terungkap. Tentang luka-lukamu. Tentang ketakutan yang kau pendam. Tentang trauma yang diam-diam menghancurkanmu. Sunghoon terdiam. Penyesalan mulai merayap— perlahan, namun pasti. • Malam itu, ia pulang dengan hati yang tak lagi utuh. “Bu… aku ketemu Y/N.” Wajah ibunya mengeras. Namun ketika Sunghoon menceritakan semuanya— tentang panti, tentang luka, tentang penyakit yang tak terlihat— hening menggantung di udara. “Dia… dibuang, Bu…” Dan untuk pertama kalinya, ibu itu tak punya jawaban. • Keesokan harinya— mereka datang ke panti. Langkah kaki ibumu terhenti di ambang pintu. Ruangan itu sunyi—terlalu sunyi untuk seorang anak kecil. Sunghoon berdiri di belakangnya, napasnya tercekat. Di atas ranjang itu— kau terbaring. Tubuhmu kecil, jauh lebih rapuh dari yang mereka ingat. “I-ini Y/N…?” Tak ada jawaban. Ibu panti mengangguk pelan. “Dia pingsan karena kelelahan… dan trauma yang terlalu sering terpicu.” (+comen) #pov #enhypen #sunghoon #alternativeuniverse #foryoupage

About