@phonk1ng: 👻Name Song: Montagem do Caos Novo #foryou #fyp #funk #phonk #bassboosted #spotify #viral #phonk_music #parati #slowedsongs #music

ᴘʜᴏɴᴋɪɴɢ
ᴘʜᴏɴᴋɪɴɢ
Open In TikTok:
Region: BY
Saturday 19 July 2025 14:11:13 GMT
1037029
18418
657
1244

Music

Download

Comments

micaithecarandtechguy
FoolishJevin | 🇵🇭 14Pro Hype :
For a sec I thought it was Montagem Esmeralda
2025-08-01 03:27:27
20
fran_dg228
Fran_DG16 :
este phonk me recuerda los edits de Messi y cristiano xD
2026-06-04 02:51:39
1
sillysoapseal
Seal :
Am i the only one who swiped
2025-12-09 00:32:19
56
jhonatan.xd300
¥£BRAYAN•π :
2025-12-26 04:11:36
46
hellobyebye463
hellobyebye :
Gamma jack, threat level 7.9, a pillar of power during the glory days, the only super who stood shoulder to shoulder with Mr. Incredible and Gaserbeam.
2025-08-27 17:36:09
5
zc393506
Zac :
música que me define 🔥
2026-01-07 16:34:21
9
wondifinnz
WondiFinnX :
2025-08-23 11:30:46
19
bumbu_ketumbar7
fathravctory20 :
2025-12-04 06:39:04
20
pizdaboll_
REGENT :
2025-12-11 13:53:13
10
meupassadoevergonhapaprr
꧁𒈔Neutron 🌠𒈔꧂ :
2026-01-19 22:14:02
7
aibar20115
Aibar :
on the beat🔥
2025-12-16 17:31:35
7
grxpz7
BCSE :
2026-04-24 18:49:24
1
mortino2345
Mimmo :
2025-07-28 14:48:20
8
alep_ws
Alep :
y mi Edit de flaxan mark
2025-07-19 14:20:56
7
_biposh
𝓑𝓲𝓫𝓪 :
кто не попался сюда
2025-07-19 15:49:42
31
desconocido4647
Exn🦜 :
2025-08-05 22:24:57
6
pepinoedits0
PEPINOEDITS :
Jesus is coming back
2025-08-03 19:24:31
6
xzghostzinho
愛|Gͥhoͣsͫtᵍᵒᵈ🥀 :
2026-01-04 20:07:36
3
xd418568
xd :
2026-02-16 20:46:04
2
eitam701
Eitam :
2025-12-21 01:20:40
1
supwits
madindun💩 :
2026-05-02 06:52:10
1
To see more videos from user @phonk1ng, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pt 2: Beberapa hari telah berlalu sejak insiden malam itu. Luka di sudut bibirmu sudah mulai mengering, dan lebam di pipimu sudah tersamarkan dengan baik. Pagi ini adalah hari libur sekolah. Seperti biasa, kamu memanfaatkan waktu luangmu untuk membantu ibumu memasak di dapur paviliun belakang. Aroma harum bumbu dapur mulai memenuhi ruangan kecil itu ketika ibumu tiba-tiba melepas celemeknya dengan tergesa-gesa.
pt 2: Beberapa hari telah berlalu sejak insiden malam itu. Luka di sudut bibirmu sudah mulai mengering, dan lebam di pipimu sudah tersamarkan dengan baik. Pagi ini adalah hari libur sekolah. Seperti biasa, kamu memanfaatkan waktu luangmu untuk membantu ibumu memasak di dapur paviliun belakang. Aroma harum bumbu dapur mulai memenuhi ruangan kecil itu ketika ibumu tiba-tiba melepas celemeknya dengan tergesa-gesa. "Ibu pergi ke depan dulu ya, Nduk," ujar ibumu sambil merapikan pakaiannya. "Nyonya Vernandez minta ditemani ke Mall sebentar. Kamu tinggal terusin goreng bagian ini aja kok, sayurnya juga sudah Ibu potong-potong." "Iya, Bu. Biar aku yang terusin," jawabmu dengan senyuman tipis. Setelah ibumu pergi dan pintu paviliun tertutup, suasana dapur menjadi hening. Kamu mulai fokus menggoreng bahan makanan yang tersisa di atas wajan, memastikan apinya tidak terlalu besar agar tidak gosong. Saat ingin memasukkan bumbu pelengkap, kamu baru sadar kalau wadah merica bubuk yang kamu butuhkan berada di rak gantung paling atas. Kamu mendongak, mencoba menggapainya dengan ujung jari. Kamu bahkan sudah sedikit berjinjit sekuat tenaga, namun tinggi badanmu bener-bener tidak cukup untuk mencapai rak yang dipasang terlalu tinggi itu. Baru saja kamu hendak mencari kursi kecil untuk pijakan, sebuah tangan kekar dengan punggung tangan yang masih memiliki bekas luka lecet tipis tiba-tiba terulur dari arah belakangmu. Dengan sangat mudah, tangan itu mengambil wadah merica yang kamu incar. Aroma parfum maskulin yang familiar seketika menyeruak, mengalahkan bau masakan di dapur. Kamu bisa merasakan embusan napas hangat tepat di atas kepalamu. Tubuh tinggi besar itu berdiri begitu rapat di belakangmu, membuatmu mendadak kaku dan langsung mengenali siapa orangnya. Edwards. Edwards menurunkan wadah merica itu, lalu mengetukkan botol kecil tersebut ke pucuk kepalamu dengan pelan sebelum menyerahkannya. "Udah tahu pendek, masih aja nekat gak mau pakai kursi," cibir Edwards. "Gak kapok-kapok ya lo hobi nyusahin diri sendiri?" Kamu tersentak, lalu dengan cepat memutar tubuhmu ke belakang untuk menghadapnya. Tindakanmu itu justru membuat jarak di antara kalian semakin terkikis karena Edwards sama sekali tidak memundurkan langkah kakinya. Dada bidang cowok itu berada tepat di depan wajahmu, memaksamu untuk mendongak drastis demi bisa menatap sepasang mata pekatnya. Kamu merengut kesal, lalu merampas botol merica itu dari tangannya dengan hentakan kecil. "Kalau gak niat mau bantu, gak usah bantu sekalian kalau ujung-ujungnya cuma buat ngejek aku," gerutu kamu sambil memalingkan wajah, mencoba menyembunyikan rona tipis yang tiba-tiba muncul di pipimu karena posisinya yang terlalu dekat. Edwards tidak langsung mundur. Dia justru melipat kedua tangannya di depan dada, bersandar santai pada pinggiran meja dapur sambil terus memperhatikan gerak-gerikmu yang mendadak salah tingkah. "Gue gak ngejek, gue cuma ngomongin fakta," sahut Edwards, matanya beralih menatap sudut bibirmu yang kini sudah hampir sembuh total dari luka malam itu. "Lagian, siapa juga yang niat bantu lo? Gue ke sini cuma mau nyari minum. Di rumah utama berisik, nyokap gue repot mau pergi." Kamu mendengus mendengar alasannya yang terdengar sangat dibuat-buat. Jelas-jelas ada dispenser besar di dapur rumah utamanya yang megah, tapi cowok ini malah memilih berjalan jauh ke paviliun belakang hanya untuk segelas air. "Ya udah, tuh minum ada di dispenser dekat meja makan. Ambil sendiri," katamu ketus sambil kembali berbalik menghadap wajan, berpura-pura sibuk mengaduk masakan agar dia tidak menyadari detak jantungmu yang mendadak tidak beraturan. Mendengar usiran halusmu, Edwards hanya mendengus pelan tanpa minat untuk mendebat lebih jauh. Langkah kakinya terdengar bergeser menuju sudut ruangan. Kamu bisa mendengar suara gemercik air yang dituang ke dalam gelas dari dispenser, disusul suara tegukan pelan saat cowok itu meminum airnya hingga tandas. [lanjut 💬] #POV #martinedwards #MARTIN #CORTIS

About