Bib saya cuma mau cerita… di desa saya ada seorang kyai, sebut saja namanya Kaji Lutfi. Kalau nggak dipanggil “kaji”, dia nggak mau, harus lengkap disebut “Kyai Kaji Lutfi”.
Nah, ayah saya itu sejalan pemikirannya sama Gus Baha. Ceritanya, si Kaji Lutfi sering sholawatan pakai speaker, yang arah speakernya itu langsung ke rumah saya. Suaranya keras banget sampai adik saya yang masih bayi pun kaget nangis 😭.
Lalu ayah saya bikin story WA, intinya gini: “Kalau baca sholawat itu diperintahkan di dalam hati, bahkan lebih pelan dari suara bicara, bukan seperti kyai di sini yang teriak-teriak pakai mic sampai mengganggu orang lain.”
Eh nggak lama kemudian, si Kaji Lutfi lihat story ayah saya, terus langsung ngelabrak ke rumah bawa kalender yang ditempel print-an story ayah saya, sambil marah-marah dan mau dibawa ke jalur hukum 😭.