@thomasjavierofficial: Tire Foam Cleaner High Gloss Wax #tirefoamcleaner #tirecleaner #foamcleaner #carcare #carwash #motor #motorcycle #ride

Thomas Javier
Thomas Javier
Open In TikTok:
Region: PH
Monday 21 July 2025 11:57:32 GMT
14048543
74419
986
12295

Music

Download

Comments

tasang.espekikay
Tasang :
pwede ba yan kahit wala akong motor
2025-07-25 20:35:06
603
kawaiimary1316
💐KawaiiMary💞 :
Pwedi yan sa Ebike Wheels kuya???
2025-09-01 00:48:17
13
www.tiktok.cojbsevilla29
JM Oragon🗻 :
anu po yn pagka tapos need pa bang buhusan ng tubig or nde na po
2026-01-09 00:22:03
5
kingcharles6160
kingCharles# :
condolence
2025-09-16 11:27:39
5
joy011415
JoyjoyTan :
Wow
2025-07-31 04:39:59
5
i.am.uno.1
i.AmUno.1 :
nice 👍
2025-09-07 05:43:51
9
emmanuelespino41
emmanuelespino41 :
hm
2025-10-18 21:59:51
5
nicer9964
nicer :
wow galing nang product NATO ma try this!!
2025-08-12 14:27:08
6
five.fourr
four :
pwede ba to sa ebike
2025-08-02 04:32:20
8
rayvn.23
RAYVN.23 :
angas
2025-09-17 22:35:09
5
eiramannaorravane
sisterakas oShop :
ganito dapat ang pag eendorse walang edit walang cut
2025-09-05 10:28:04
6
jocelynabarra108473
mark ray abarra :
Magkano po
2025-09-17 10:32:44
5
ranmizgaming
Ranmiz :
wow bilis Maka linis ah
2025-08-03 02:30:04
10
dianadavid814
dianadavid745 :
talaga ba😂
2025-09-12 11:19:37
5
emneriashop
🪬🧿EM NERIA🧿🪬 :
di ba babanlawan?
2025-09-26 23:23:31
5
_jam____________________
_jam____________________ :
Wala
2025-08-02 13:25:59
7
shinmeszzz
shinmeszzz :
solid to lilinis talaga motor mo
2025-09-02 16:36:39
5
shampaine.lee01
PEACE BE WITH YOU :
oorder po ako niyan hehe
2025-08-30 10:23:45
9
user__23_
— :
Goods naman wag lang sa masyadong madumi tlga, ang bilis nga lang din maubos.
2025-09-04 12:52:53
10
heatherscenario
heather :
Pwede sa break parts
2025-08-03 05:02:17
7
jay75892
Jay :
angas nya
2025-07-31 07:04:01
6
mr.duxxy16
Dux🇮🇩 :
Legit nga boss natanggal mga dumi sa loob ng motor ko
2025-07-31 05:38:23
9
jojomartinez081994
GET@𝓙𝒐𝓜𝒂𝓻𝓽íneedz&Finds🛒 :
Di na kylangan ng maiging kuskusan
2025-08-03 08:42:15
8
grgsjyi_
Jyi :
helpful talaga to sa mga biglaang lakad na grabi ang dumi ng motor
2025-12-19 04:32:03
6
To see more videos from user @thomasjavierofficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bandara Riyadh Kembali Diserang, Kebakaran di Terminal 4 Picu Gangguan Ratusan Penerbangan TRABASNEWS –Riyadh, Arab Saudi – Situasi keamanan di Arab Saudi kembali menjadi sorotan setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali diserang pada Minggu (11/10/2026). Serangan yang menghantam Terminal 4 tersebut memicu kebakaran dan memperparah gangguan operasional penerbangan di salah satu bandara utama negara itu. Peristiwa terbaru ini terjadi di tengah rangkaian serangan yang sebelumnya juga menyasar kompleks bandara. Insiden tersebut membuat otoritas setempat meningkatkan pemeriksaan keamanan, sementara sejumlah maskapai internasional memilih membatalkan atau menangguhkan penerbangan demi melindungi penumpang dan awak pesawat. Otoritas Arab Saudi mengonfirmasi bahwa sebuah proyektil menghantam Terminal 4 pada Minggu. Petugas pemadam kebakaran dan tim terkait segera melakukan penanganan, disusul pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas bandara untuk memastikan tingkat kerusakan serta aspek keselamatannya. Serangan tersebut terjadi sehari setelah sebuah rudal dilaporkan menghantam kompleks terminal pada Sabtu (10/10/2026). Insiden sebelumnya itu menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang mengalami luka-luka. Berdasarkan laporan media internasional yang dikutip dalam pemberitaan, jumlah korban tewas akibat serangan pada Sabtu awalnya mencapai sedikitnya 12 orang, sedangkan lebih dari 300 orang dilaporkan terluka. Kedutaan Besar India di Arab Saudi kemudian mengumumkan seorang warga negaranya yang mengalami luka dalam insiden tersebut meninggal dunia pada Minggu. Dengan demikian, jumlah korban tewas dari serangan pada Sabtu bertambah menjadi sedikitnya 13 orang. Sementara itu, jumlah pasti korban akibat serangan terbaru pada Minggu belum diumumkan secara lengkap oleh otoritas setempat. Serangan Berulang Sejak Awal Oktober Gangguan keamanan di Bandara King Khalid dilaporkan telah terjadi sejak awal Oktober 2026. Pada Kamis (8/10/2026), bandara tersebut mengalami dua serangan yang menyasar fasilitas penerbangan dan sebuah pesawat milik maskapai Saudia yang sedang berada di darat. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan bahwa insiden pada hari tersebut menyebabkan tiga warga negara Arab Saudi meninggal dunia. Sejumlah orang dari berbagai kewarganegaraan juga dilaporkan mengalami luka-luka. Kelompok Houthi kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan menggunakan rudal balistik dan menyatakan bahwa bandara di Riyadh termasuk sasaran mereka. Eskalasi serangan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil, khususnya bagi penumpang yang hendak bepergian menuju ibu kota Arab Saudi. Hingga Senin (12/10/2026), Bandara King Khalid masih dilaporkan ditutup untuk sementara waktu. Penutupan dilakukan setelah serangan pada Sabtu dan diperpanjang untuk mendukung penanganan insiden serta pemeriksaan keselamatan fasilitas.  Ratusan Penerbangan Dibatalkan Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh penumpang yang berada di bandara, tetapi juga oleh wisatawan, pelaku perjalanan bisnis, serta calon jemaah yang merencanakan perjalanan melalui Riyadh. Sedikitnya 291 penerbangan dilaporkan dibatalkan dalam periode 24 jam hingga Sabtu (10/10/2026). Sebelumnya, lebih dari 275 penerbangan juga dibatalkan pada Kamis (8/10/2026). Pembatalan tersebut mengganggu jadwal kedatangan dan keberangkatan dalam jumlah besar. Penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke kota lain atau mengejar penerbangan lanjutan berpotensi menghadapi perubahan jadwal dan waktu tunggu yang lebih panjang. Sejumlah maskapai internasional mengambil langkah pencegahan dengan membatasi layanan menuju Riyadh. Maskapai yang dilaporkan melakukan penyesuaian operasional antara lain Lufthansa Group, Air India, Akasa Air, IndiGo, Etihad Airways, Emirates, dan SriLankan Airlines. Air India, misalnya, membatalkan penerbangan dari Delhi menuju Riyadh setelah pesawat dilaporkan berbalik arah dan kembali ke Delhi. Lufthansa Group menghentikan penerbangan menuju Riyadh
Bandara Riyadh Kembali Diserang, Kebakaran di Terminal 4 Picu Gangguan Ratusan Penerbangan TRABASNEWS –Riyadh, Arab Saudi – Situasi keamanan di Arab Saudi kembali menjadi sorotan setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali diserang pada Minggu (11/10/2026). Serangan yang menghantam Terminal 4 tersebut memicu kebakaran dan memperparah gangguan operasional penerbangan di salah satu bandara utama negara itu. Peristiwa terbaru ini terjadi di tengah rangkaian serangan yang sebelumnya juga menyasar kompleks bandara. Insiden tersebut membuat otoritas setempat meningkatkan pemeriksaan keamanan, sementara sejumlah maskapai internasional memilih membatalkan atau menangguhkan penerbangan demi melindungi penumpang dan awak pesawat. Otoritas Arab Saudi mengonfirmasi bahwa sebuah proyektil menghantam Terminal 4 pada Minggu. Petugas pemadam kebakaran dan tim terkait segera melakukan penanganan, disusul pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas bandara untuk memastikan tingkat kerusakan serta aspek keselamatannya. Serangan tersebut terjadi sehari setelah sebuah rudal dilaporkan menghantam kompleks terminal pada Sabtu (10/10/2026). Insiden sebelumnya itu menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang mengalami luka-luka. Berdasarkan laporan media internasional yang dikutip dalam pemberitaan, jumlah korban tewas akibat serangan pada Sabtu awalnya mencapai sedikitnya 12 orang, sedangkan lebih dari 300 orang dilaporkan terluka. Kedutaan Besar India di Arab Saudi kemudian mengumumkan seorang warga negaranya yang mengalami luka dalam insiden tersebut meninggal dunia pada Minggu. Dengan demikian, jumlah korban tewas dari serangan pada Sabtu bertambah menjadi sedikitnya 13 orang. Sementara itu, jumlah pasti korban akibat serangan terbaru pada Minggu belum diumumkan secara lengkap oleh otoritas setempat. Serangan Berulang Sejak Awal Oktober Gangguan keamanan di Bandara King Khalid dilaporkan telah terjadi sejak awal Oktober 2026. Pada Kamis (8/10/2026), bandara tersebut mengalami dua serangan yang menyasar fasilitas penerbangan dan sebuah pesawat milik maskapai Saudia yang sedang berada di darat. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan bahwa insiden pada hari tersebut menyebabkan tiga warga negara Arab Saudi meninggal dunia. Sejumlah orang dari berbagai kewarganegaraan juga dilaporkan mengalami luka-luka. Kelompok Houthi kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan menggunakan rudal balistik dan menyatakan bahwa bandara di Riyadh termasuk sasaran mereka. Eskalasi serangan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil, khususnya bagi penumpang yang hendak bepergian menuju ibu kota Arab Saudi. Hingga Senin (12/10/2026), Bandara King Khalid masih dilaporkan ditutup untuk sementara waktu. Penutupan dilakukan setelah serangan pada Sabtu dan diperpanjang untuk mendukung penanganan insiden serta pemeriksaan keselamatan fasilitas. Ratusan Penerbangan Dibatalkan Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh penumpang yang berada di bandara, tetapi juga oleh wisatawan, pelaku perjalanan bisnis, serta calon jemaah yang merencanakan perjalanan melalui Riyadh. Sedikitnya 291 penerbangan dilaporkan dibatalkan dalam periode 24 jam hingga Sabtu (10/10/2026). Sebelumnya, lebih dari 275 penerbangan juga dibatalkan pada Kamis (8/10/2026). Pembatalan tersebut mengganggu jadwal kedatangan dan keberangkatan dalam jumlah besar. Penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke kota lain atau mengejar penerbangan lanjutan berpotensi menghadapi perubahan jadwal dan waktu tunggu yang lebih panjang. Sejumlah maskapai internasional mengambil langkah pencegahan dengan membatasi layanan menuju Riyadh. Maskapai yang dilaporkan melakukan penyesuaian operasional antara lain Lufthansa Group, Air India, Akasa Air, IndiGo, Etihad Airways, Emirates, dan SriLankan Airlines. Air India, misalnya, membatalkan penerbangan dari Delhi menuju Riyadh setelah pesawat dilaporkan berbalik arah dan kembali ke Delhi. Lufthansa Group menghentikan penerbangan menuju Riyadh

About