@deaputriim: terimakasih untuk selalu ga berenti usaha kalo blm ilang ngambeknya🫶🏼 dih awas ya kepedean #couplecomedy #couplegoals #algydea #coupletiktok

dea
dea
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 24 July 2025 14:02:49 GMT
2386213
277853
2430
17177

Music

Download

Comments

deen_jr20
Deen_jr20 :
BOKEP. skip skip !!
2025-07-24 18:26:37
34809
seraaicy
seraaicy :
ALAH JEMBUTTTTTTT😭😭😭😭😭😭
2025-07-25 11:48:14
23410
fitri.widiana47
hii, ini widianaa :
ka, baru melek loh ini mataa😭
2025-07-24 23:56:39
15909
balleriinacapucina
🐬 :
permisi paket atas nama BANGSAT
2025-07-25 12:57:53
6917
naa_0u0
seccrit :
merusak pagiku yg cerah saja
2025-07-25 22:36:44
6157
saaarriee
ini sariii :
masihh pagiii lohh kakk😭🤏🏼
2025-07-24 22:30:57
6566
cipylaa17
￴ :
sehat' selimut, yg dua org itu terserah.
2025-07-25 15:39:50
5025
munyun02
wiu wiu :
aduhhh co, tai gua ngambek anj gamau keluar gara² liat beginian😭🙏
2025-07-25 00:39:30
3444
karinayra_
kar :
TINGKAH COWONYA BIKIN NGAKAK ANJIR😭
2025-07-25 09:41:07
2662
tulipsiee33._
. :
mood pengen nikah sesuai fyp
2025-07-25 14:41:27
1388
kairooxml
Kairoo :
btw laki2 kalo nikah banyak tuntutannya kak, ga semudah itu😭😭
2025-07-24 14:09:46
786
akuikantauu
♋️ :
yallah masi subuh ini plis la😭
2025-07-24 21:56:07
950
mgn.elmanzill
elmanzill :
gw gabisa nahan ketawa plis😭
2025-07-25 01:12:25
615
ndoroayusasa_
s for saa :
BARU JUGA BUKA HP AH KEBIASAAN 😞
2025-07-24 22:46:46
801
dwegikaa
egik :
BOKEP YAA INI
2025-07-25 00:06:11
565
aeyyinn_
yn :
apus aja kak demi aku
2025-07-25 03:39:22
85
flupyumdf
Rin :
"papaleee😜🤟🏻🤟🏻" 😭😭😭😭
2025-07-25 13:48:03
52
pengenkayaraya25
10 Januari :
gue baru bangun berasa mimpi😭
2025-07-27 00:32:49
12
ielllzzz_
𝓋𝒶𝓃𝒾 :
anjggg msi pagi liat gnian😔
2025-07-25 01:43:22
101
aldy_kenzo43
icyboss_🐊 :
LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭 LUCU BGT WOIII😭😭
2025-07-25 07:54:49
1258
nisaaajaa38
hi ini ecaaw :
nyesel gue buka tiktok subuh, jdi ga mood buat jogging
2025-07-26 22:12:44
48
infobakung
🔹*𝘽𝙎𝘿*🔹 :
gua baru bangun tidur cengar cengir sendiri anjirr🗿
2025-07-25 23:39:05
15
gnyaatr_
࣪ ִֶָ🦋་Hi, I'm Agniaྀི♪⋆.✮ :
gua belum cuci muka ka, ah elahh
2025-07-25 23:34:15
11
tidaatauu11
𝓐𝓜𝓔𝓛𝓛 ⑅ :
gimana caranya menghapus postingan orang lain🥰
2025-07-25 02:24:17
20
riimadayanty
rima :
dea, jembut🥺
2025-07-25 16:27:31
32
To see more videos from user @deaputriim, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About