@poiuytrretg: بتمنى انو ربي يخد روحي من هل مشاهد الأطفال الي عم تموت من جوع

حمصيه كيوته☺️❤️
حمصيه كيوته☺️❤️
Open In TikTok:
Region: BG
Saturday 26 July 2025 16:10:19 GMT
340
101
7
0

Music

Download

Comments

100j1666
『ٱﺂبو໑⃟✘ٱﺂݪجو໑ډ :
😳😳😳
2025-07-26 16:13:23
1
shahd.al.ali03
بنت سوريا❤️ :
🥰🥰🥰
2025-07-26 16:26:19
1
user3087181750243
♥️عاشق ♥️سكون♥️ الليل♥️ :
🥺🥺🥺
2025-07-26 21:58:30
1
212773345357t
⚕️مغرور⚕️ :
🥺🥺🥺
2025-07-27 04:56:50
1
llebe47
ابن الحميدية :
❤❤❤
2025-07-27 13:45:19
1
.shiekho
🇩🇪 SHIEKHO💚🌞❤️ :
❤️❤️❤️
2025-07-27 18:52:08
1
a_b_n__hama
♡♡ :
💚💚💚
2025-07-30 20:24:06
0
To see more videos from user @poiuytrretg, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

@Diogo Kobata Às vezes, a gente pede a Deus uma mudança, uma oportunidade, uma conquista ou uma resposta, mas se assusta quando o caminho começa a exigir mais de nós do que imaginávamos. Queremos chegar a um lugar diferente, mas nem sempre estamos preparados para enfrentar o processo que nos levará até lá. É como pedir chuva e querer continuar completamente seco. Se você deseja construir algo novo, precisa entender que o crescimento também traz desconforto, renúncias, dúvidas e desafios que não estavam nos seus planos. Nem tudo vai acontecer no tempo que você gostaria, nem da maneira que imaginou. Nesses momentos, a fé pode mudar a forma como você encara as dificuldades. Em vez de perguntar apenas por que aquilo está acontecendo com você, experimente refletir sobre o que essa experiência pode ensinar, quais atitudes precisam ser revistas e que habilidades você precisa desenvolver para seguir em frente. Nem sempre teremos uma resposta clara sobre os planos de Deus, mas podemos escolher atravessar as dificuldades com confiança, sabedoria e disposição para aprender. Isso não significa que todo sofrimento seja uma prova enviada por Deus ou que você precise suportar qualquer situação em silêncio. Significa reconhecer que, mesmo quando algo foge do nosso controle, ainda podemos encontrar maneiras de crescer, amadurecer e continuar caminhando na direção daquilo que buscamos. Talvez a oração não precise ser apenas para que os obstáculos desapareçam, mas também para que você encontre força, discernimento e coragem para enfrentá-los. Porque, muitas vezes, a pessoa que você precisa se tornar para sustentar a conquista é tão importante quanto a própria conquista. Quando uma dificuldade aparece no seu caminho, você consegue buscar o aprendizado e seguir em frente ou acaba enxergando apenas o peso que ela traz?    #diogokobatacy #Deus #fé
@Diogo Kobata Às vezes, a gente pede a Deus uma mudança, uma oportunidade, uma conquista ou uma resposta, mas se assusta quando o caminho começa a exigir mais de nós do que imaginávamos. Queremos chegar a um lugar diferente, mas nem sempre estamos preparados para enfrentar o processo que nos levará até lá. É como pedir chuva e querer continuar completamente seco. Se você deseja construir algo novo, precisa entender que o crescimento também traz desconforto, renúncias, dúvidas e desafios que não estavam nos seus planos. Nem tudo vai acontecer no tempo que você gostaria, nem da maneira que imaginou. Nesses momentos, a fé pode mudar a forma como você encara as dificuldades. Em vez de perguntar apenas por que aquilo está acontecendo com você, experimente refletir sobre o que essa experiência pode ensinar, quais atitudes precisam ser revistas e que habilidades você precisa desenvolver para seguir em frente. Nem sempre teremos uma resposta clara sobre os planos de Deus, mas podemos escolher atravessar as dificuldades com confiança, sabedoria e disposição para aprender. Isso não significa que todo sofrimento seja uma prova enviada por Deus ou que você precise suportar qualquer situação em silêncio. Significa reconhecer que, mesmo quando algo foge do nosso controle, ainda podemos encontrar maneiras de crescer, amadurecer e continuar caminhando na direção daquilo que buscamos. Talvez a oração não precise ser apenas para que os obstáculos desapareçam, mas também para que você encontre força, discernimento e coragem para enfrentá-los. Porque, muitas vezes, a pessoa que você precisa se tornar para sustentar a conquista é tão importante quanto a própria conquista. Quando uma dificuldade aparece no seu caminho, você consegue buscar o aprendizado e seguir em frente ou acaba enxergando apenas o peso que ela traz? #diogokobatacy #Deus #fé
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.”  Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf secara permanen, separuh tubuhnya lumpuh total, dan butuh perawatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lumpuh tak berdaya, tabungan ludes tak bersisa untuk berobat, tidak bisa lagi mencari nafkah, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, istri yang kubanting tulangi siang malam justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh kesetiaannya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang lumpuh, tapi keutuhan rumah tangga, masa depan, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa oleh orang yang paling kita cintai. #darahtinggi #hipertensi #viral #tekanandarahtinggi #fyp

About