@ong5569b1tk: #VoiceEffects

น้องกบหนองใส official🫧
น้องกบหนองใส official🫧
Open In TikTok:
Region: TH
Monday 28 July 2025 00:20:54 GMT
55455
1401
8
51

Music

Download

Comments

mot.mot10
Mot Mot :
🤣🤣
2025-07-30 12:10:52
3
joywatita
JoyWatita :
🤣🤣🤣
2025-07-30 09:43:33
3
user9806976841347
ไนท์❤️❤️❤️💝💝 :
😂😂😂
2025-07-28 01:24:20
3
user753281813844
ประสิทธิ์ ธนะหิรัญญา :
🤣
2025-08-04 11:27:14
1
soukphavanhvansomphet.m0
ທ້າວ ສຸກພະວັນ ແຫວນສົມເພັດ :
🥰🥰🥰
2025-08-05 14:50:04
1
nattaphat18_few
💕พี่ฟิวส์ แฟนคลับเสียงอิสาน :
🥰🥰🥰
2025-08-12 08:38:35
0
oto.garagenet
ออโต้อ้วนการาจ :
ตำนาน😂😂😂😂
2025-08-18 06:23:02
0
user57385399787991
กมลทิพย์ บนพิมาย :
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
2025-10-14 13:29:15
0
To see more videos from user @ong5569b1tk, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di tengah trauma pascagempa, seorang warga terdampak di Dusun Ratesuba 2, Desa Kebiranga Tengah, Kecamatan Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyambut relawan dengan cara sederhana. Saat relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) memberikan pemeriksaan kesehatan gratis pada 24 Agustus 2026, Bihelminami (59) justru mengajak mereka ke rumah untuk mengambil jambu mente sebagai bentuk terima kasih. Jambu mente menjadi salah satu komoditas andalan warga setempat. Di depan rumahnya, pohon jambu mente tampak berbuah lebat dan ia bahkan meminta relawan mencicipinya langsung. Namun, di balik keramahan tersebut, Bihelminami masih menyimpan rasa takut akibat gempa yang mengguncang wilayah itu pada 15 Agustus 2026. Saat gempa terjadi, ia bersama sang suami yang sudah kesulitan berjalan berada di dalam kamar. Mereka hanya bisa pasrah ketika dinding kamar tiba-tiba roboh. Beruntung, material bangunan jatuh ke sisi luar sehingga keduanya selamat. Kini, puing-puing bangunan masih berada di dalam rumah dan belum dapat dibereskan karena keterbatasan usia. Trauma membuat Bihelminami memilih tidur di depan tenda darurat yang didirikan seadanya. “Dua malam ini juga masih gempa terus, saya takut. Tidur di tenda saja sekarang,” ujarnya. Di tengah keterbatasan dan ketakutan, ia tetap menyempatkan diri berbagi hasil kebun kepada para relawan. Sebuah bentuk ketulusan kecil dari warga yang tengah berjuang bangkit setelah bencana. Visual dan Naskah: Arifin/Metropolitan #gerakananaknegeri #kebaikanwargaende #jambumete #rumahrusak #bencanantt #gempabumintt
Di tengah trauma pascagempa, seorang warga terdampak di Dusun Ratesuba 2, Desa Kebiranga Tengah, Kecamatan Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyambut relawan dengan cara sederhana. Saat relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) memberikan pemeriksaan kesehatan gratis pada 24 Agustus 2026, Bihelminami (59) justru mengajak mereka ke rumah untuk mengambil jambu mente sebagai bentuk terima kasih. Jambu mente menjadi salah satu komoditas andalan warga setempat. Di depan rumahnya, pohon jambu mente tampak berbuah lebat dan ia bahkan meminta relawan mencicipinya langsung. Namun, di balik keramahan tersebut, Bihelminami masih menyimpan rasa takut akibat gempa yang mengguncang wilayah itu pada 15 Agustus 2026. Saat gempa terjadi, ia bersama sang suami yang sudah kesulitan berjalan berada di dalam kamar. Mereka hanya bisa pasrah ketika dinding kamar tiba-tiba roboh. Beruntung, material bangunan jatuh ke sisi luar sehingga keduanya selamat. Kini, puing-puing bangunan masih berada di dalam rumah dan belum dapat dibereskan karena keterbatasan usia. Trauma membuat Bihelminami memilih tidur di depan tenda darurat yang didirikan seadanya. “Dua malam ini juga masih gempa terus, saya takut. Tidur di tenda saja sekarang,” ujarnya. Di tengah keterbatasan dan ketakutan, ia tetap menyempatkan diri berbagi hasil kebun kepada para relawan. Sebuah bentuk ketulusan kecil dari warga yang tengah berjuang bangkit setelah bencana. Visual dan Naskah: Arifin/Metropolitan #gerakananaknegeri #kebaikanwargaende #jambumete #rumahrusak #bencanantt #gempabumintt

About