@healthy.blend.of.life: I saw the sale dropped as of 8/1/25 😃 #munchkin #glassbottle #glassbabybottle #nontox #newbornessentials #babyessentials #babyshowergift

Gabriela 💕
Gabriela 💕
Open In TikTok:
Region: US
Friday 01 August 2025 18:14:28 GMT
62815
287
13
51

Music

Download

Comments

opal_ambiance
opal_ambiance :
Just a warning I’ve had mine for a little over a month (I have 8) and 2/8 have the silicone already peeling 😭
2025-08-09 09:10:42
7
chlo.eek
chlo.eek :
except when a tiny piece of silicon starts to peel and the whole thing comes off. yea— i’ve had them for 3 weeks.
2025-08-30 05:35:13
3
getitshawty2
Maria :
Way to expensive
2025-12-23 23:06:29
0
lieutenant_lemons
Lolololol :
I only had some peeling on spots were I dropped it on the concrete or the ground and I have 10 of them. Only about two or three have some peeling but I think it’s cuz I dropped them and they would have shattered anyways if they weren’t covered in silicone so I feel like it’s worth it. I’m still using the bottles that should’ve been shattered.
2025-10-17 17:52:52
0
bluecraftymomma714
Joanna Ivf mom :
Philips avent glass bottles with even Flo nipple my life savers I just bought the sleeves on them
2025-09-23 04:58:13
0
hannah.copley01
hannah.copley01 :
hate when people post these saying “they’re on sale!!” and they’re not.
2025-08-08 13:13:32
0
To see more videos from user @healthy.blend.of.life, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mengenal Kopi Podjok di Pasar Gede Solo, Toko Legendaris yang Bertahan sejak 1947 Berkunjung ke Kota Solo, rasanya tidak lengkap tanpa mampir ke Pasar Gede Hardjonagoro. Pasar yang berdiri sejak zaman kolonial ini bukan hanya menjadi pusat aktivitas warga, tetapi juga menyimpan berbagai kuliner dan usaha legendaris yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satunya adalah Toko Kopi Podjok, toko kopi tradisional yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Pasar Gede selama puluhan tahun. Toko ini menjual berbagai jenis biji kopi dan kopi bubuk giling, mulai dari produk khasnya sendiri hingga kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Perjalanan usaha Kopi Podjok bermula pada 1947, ketika Liem A Meen, sang pendiri, melihat peluang bisnis di bidang kopi. Saat itu, ia berjualan kopi secara berkeliling menggunakan gerobak dorong di Kota Solo dan sekitarnya. Dari cara berjualan tersebut, lahirlah nama Kopi Angkring yang hingga kini tetap menjadi salah satu produk andalan mereka. Sekitar 1963, usaha keluarga ini mulai menetap di kawasan Pasar Gede.  Lokasi toko yang masih bertahan hingga sekarang menjadi saksi perjalanan usaha kopi yang telah memasuki generasi ketiga. Wendy Mintarja, generasi ketiga Toko Kopi Podjok, mengatakan bahwa usaha keluarganya tetap mempertahankan Kopi Angkring yang menggunakan biji kopi robusta dari Jawa Timur. Hubungan bisnis dengan petani kopi tersebut juga terus berlanjut dari generasi ke generasi.  Selain karena kualitas bijinya, cita rasa kopi menjadi alasan mereka mempertahankan kerja sama tersebut. Di samping produk andalan itu, Kopi Podjok juga menyediakan beragam pilihan kopi Nusantara, seperti arabika dari Jawa, Sulawesi, dan Bali, serta kopi impor dari Brasil dan Ethiopia. Pilihan jenis kopi yang tersedia meliputi arabika, robusta, liberika, dan excelsa.  Pelanggan dapat membeli kopi dalam bentuk biji maupun bubuk giling sesuai kebutuhan. Dalam mempertahankan usahanya, Kopi Podjok berupaya menjaga cita rasa kopi tradisional yang telah dikenal sejak dahulu.  Pengembangan dilakukan melalui penambahan pilihan kopi dari berbagai daerah dan penyesuaian terhadap tren pasar. Perubahan juga terjadi pada proses sangrai kopi.  Jika generasi pertama masih menggunakan wajan secara manual, generasi berikutnya mulai memakai mesin sangrai.  Peralatan tersebut terus diperbarui untuk meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengubah karakter rasa kopi yang dipertahankan. Perkembangan usaha turut mendorong Kopi Podjok memperluas jangkauan penjualan.  Selain melayani pembeli secara langsung di pasar, mereka juga memanfaatkan penjualan daring, terutama ketika pandemi Covid-19 membuat jumlah pengunjung pasar menurun. Kini, Kopi Podjok tidak hanya melayani pelanggan dari Solo dan sekitarnya, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga Papua. Keberadaan toko ini juga menarik perhatian pencinta kopi dari luar kota.  Riki Kurnia, pengunjung asal Bekasi, mengaku mengetahui Kopi Podjok melalui TikTok dan menyempatkan diri berkunjung saat tiba di Solo. Ia memilih kopi arabika karena menyukai karakter rasa yang cenderung asam.  Beberapa jenis kopi yang dibelinya antara lain kopi lanang dan liberika. Bagi pencinta kopi yang ingin berkunjung, Toko Kopi Podjok buka setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–15.30 WIB. Di tengah perkembangan tren kopi modern, Kopi Podjok terus mempertahankan cita rasa khasnya sembari memperluas pilihan produk.  Perjalanan usaha lintas generasi ini menjadi bagian dari kisah usaha kopi tradisional yang tetap bertahan di Pasar Gede Solo.(*)
Mengenal Kopi Podjok di Pasar Gede Solo, Toko Legendaris yang Bertahan sejak 1947 Berkunjung ke Kota Solo, rasanya tidak lengkap tanpa mampir ke Pasar Gede Hardjonagoro. Pasar yang berdiri sejak zaman kolonial ini bukan hanya menjadi pusat aktivitas warga, tetapi juga menyimpan berbagai kuliner dan usaha legendaris yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satunya adalah Toko Kopi Podjok, toko kopi tradisional yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Pasar Gede selama puluhan tahun. Toko ini menjual berbagai jenis biji kopi dan kopi bubuk giling, mulai dari produk khasnya sendiri hingga kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Perjalanan usaha Kopi Podjok bermula pada 1947, ketika Liem A Meen, sang pendiri, melihat peluang bisnis di bidang kopi. Saat itu, ia berjualan kopi secara berkeliling menggunakan gerobak dorong di Kota Solo dan sekitarnya. Dari cara berjualan tersebut, lahirlah nama Kopi Angkring yang hingga kini tetap menjadi salah satu produk andalan mereka. Sekitar 1963, usaha keluarga ini mulai menetap di kawasan Pasar Gede. Lokasi toko yang masih bertahan hingga sekarang menjadi saksi perjalanan usaha kopi yang telah memasuki generasi ketiga. Wendy Mintarja, generasi ketiga Toko Kopi Podjok, mengatakan bahwa usaha keluarganya tetap mempertahankan Kopi Angkring yang menggunakan biji kopi robusta dari Jawa Timur. Hubungan bisnis dengan petani kopi tersebut juga terus berlanjut dari generasi ke generasi. Selain karena kualitas bijinya, cita rasa kopi menjadi alasan mereka mempertahankan kerja sama tersebut. Di samping produk andalan itu, Kopi Podjok juga menyediakan beragam pilihan kopi Nusantara, seperti arabika dari Jawa, Sulawesi, dan Bali, serta kopi impor dari Brasil dan Ethiopia. Pilihan jenis kopi yang tersedia meliputi arabika, robusta, liberika, dan excelsa. Pelanggan dapat membeli kopi dalam bentuk biji maupun bubuk giling sesuai kebutuhan. Dalam mempertahankan usahanya, Kopi Podjok berupaya menjaga cita rasa kopi tradisional yang telah dikenal sejak dahulu. Pengembangan dilakukan melalui penambahan pilihan kopi dari berbagai daerah dan penyesuaian terhadap tren pasar. Perubahan juga terjadi pada proses sangrai kopi. Jika generasi pertama masih menggunakan wajan secara manual, generasi berikutnya mulai memakai mesin sangrai. Peralatan tersebut terus diperbarui untuk meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengubah karakter rasa kopi yang dipertahankan. Perkembangan usaha turut mendorong Kopi Podjok memperluas jangkauan penjualan. Selain melayani pembeli secara langsung di pasar, mereka juga memanfaatkan penjualan daring, terutama ketika pandemi Covid-19 membuat jumlah pengunjung pasar menurun. Kini, Kopi Podjok tidak hanya melayani pelanggan dari Solo dan sekitarnya, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga Papua. Keberadaan toko ini juga menarik perhatian pencinta kopi dari luar kota. Riki Kurnia, pengunjung asal Bekasi, mengaku mengetahui Kopi Podjok melalui TikTok dan menyempatkan diri berkunjung saat tiba di Solo. Ia memilih kopi arabika karena menyukai karakter rasa yang cenderung asam. Beberapa jenis kopi yang dibelinya antara lain kopi lanang dan liberika. Bagi pencinta kopi yang ingin berkunjung, Toko Kopi Podjok buka setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–15.30 WIB. Di tengah perkembangan tren kopi modern, Kopi Podjok terus mempertahankan cita rasa khasnya sembari memperluas pilihan produk. Perjalanan usaha lintas generasi ini menjadi bagian dari kisah usaha kopi tradisional yang tetap bertahan di Pasar Gede Solo.(*)

About